Ironi MBG di Daerah Penghasil Ikan, KNTI Bangkep: Ayam Potong Justru Lebih Dominan dalam Menu
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 27
- comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banggai Kepulauan menuai sorotan dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bangkep. Penyajian menu yang lebih didominasi ayam potong dinilai belum mencerminkan karakter geografis daerah kepulauan yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil ikan di Sulawesi Tengah.
Menurut Ketua KNTI Bangkep, Doni Setiawan, penyusunan menu dalam program tersebut seharusnya mempertimbangkan potensi utama daerah yang sebagian besar wilayahnya merupakan laut. Kondisi yang terjadi saat ini dinilai menghadirkan ironi, ketika daerah dengan ketersediaan sumber daya perikanan melimpah justru menampilkan menu berbasis non-perikanan sebagai pilihan yang lebih dominan.
Banggai Kepulauan sendiri dikenal sebagai wilayah kepulauan dengan sekitar 75 persen wilayahnya berupa laut dan memiliki sumber daya perikanan yang melimpah. Bahkan ibu kota kabupaten, Salakan, selama ini dikenal dengan julukan sebagai kota ikan. Namun dalam pelaksanaan MBG beberapa waktu terakhir, menu berbahan dasar ikan justru jarang ditemukan dibandingkan ayam potong yang lebih sering muncul dalam daftar menu.
Sekretaris KNTI Bangkep, Kaharudin atau yang akrab disapa Agung, menilai bahwa pemanfaatan ikan laut dalam program MBG seharusnya dapat menjadi bagian dari penyesuaian kebijakan berbasis potensi daerah. Ia menyampaikan bahwa keberadaan sumber daya ikan yang melimpah di wilayah kepulauan semestinya memberi ruang lebih besar bagi bahan pangan lokal untuk hadir dalam menu program pemerintah, sehingga pelaksanaannya tidak terlepas dari karakter wilayah itu sendiri.
KNTI Bangkep berharap evaluasi terhadap penyusunan menu MBG dapat dilakukan, sehingga pelaksanaan program ke depan lebih selaras dengan karakter wilayah serta mencerminkan potensi pangan utama daerah kepulauan.
- Penulis: Tatandak.id
- Editor: Tatandak.id

Saat ini belum ada komentar