Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUKASI » Muhammad Saleh Gasin Ungkap Mengapa Daerah Bisa Berbeda Meski Sistem dan Anggarannya Sama

Muhammad Saleh Gasin Ungkap Mengapa Daerah Bisa Berbeda Meski Sistem dan Anggarannya Sama

  • calendar_month Sel, 30 Des 2025
  • visibility 1.170
  • comment 0 komentar

TATANDAK.ID – Perbedaan kemajuan antar daerah sering kali menimbulkan pertanyaan publik. Mengapa dengan sistem pemerintahan yang hampir serupa dan alokasi anggaran yang relatif sebanding, hasil pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bisa sangat berbeda? Menjawab fenomena tersebut, praktisi hukum dan pemerhati kebijakan publik, Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa akar persoalannya bukan semata pada sistem atau besaran anggaran, melainkan pada kualitas kepemimpinan.

Menurut Muhammad Saleh Gasin, setiap kebijakan publik sejatinya lahir dari cara berpikir seorang pemimpin. Cara berpikir itu sendiri dibentuk oleh batin, nilai, dan integritas pribadi yang dimilikinya. “Batin pemimpin membentuk cara berpikirnya. Dari pikiran itulah lahir kebijakan. Ketika kebijakan yang sama terus diulang, ia akan menjadi budaya pemerintahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, budaya pemerintahan yang terbentuk secara terus-menerus pada akhirnya akan menciptakan karakter kekuasaan. Karakter inilah yang kemudian menentukan arah pembangunan, kualitas pelayanan publik, hingga nasib daerah dan kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu, dua daerah dengan anggaran dan sistem yang hampir sama dapat menghasilkan capaian yang sangat berbeda karena dipimpin oleh figur yang berbeda pula.

Muhammad Saleh Gasin menegaskan bahwa kegagalan pembangunan tidak selalu dapat disimpulkan sebagai kegagalan sistem. Dalam banyak kasus, persoalan justru terletak pada bagaimana sistem tersebut dijalankan. “Anggaran bisa sama, regulasi bisa serupa, tetapi hasilnya akan berbeda jika pemimpinnya berbeda. Cara memaknai kekuasaan dan tanggung jawab itulah yang menentukan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal kewenangan administratif, melainkan soal keteladanan moral. Ketika pemimpin menjadikan kekuasaan sebagai amanah, kebijakan yang lahir cenderung berpihak pada kepentingan rakyat. Sebaliknya, jika kekuasaan dipandang sebagai alat kepentingan pribadi atau kelompok, maka kebijakan pun akan menjauh dari rasa keadilan.

Dalam konteks pemerintahan daerah, Muhammad Saleh Gasin mendorong masyarakat untuk lebih kritis dan sadar bahwa kualitas pemimpin sangat berpengaruh terhadap arah pembangunan. Partisipasi publik dalam mengawasi kebijakan dan memilih pemimpin yang berintegritas menjadi kunci agar sistem dan anggaran benar-benar digunakan untuk kesejahteraan bersama.

“Nasib daerah tidak ditentukan oleh angka-angka di atas kertas, tetapi oleh karakter orang yang memegang kendali kekuasaan,” pungkasnya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Orang Tua Riyan Nugraha Bertemu Kapolda Sulteng: Harapan Keadilan Terus Digelorakan

    Orang Tua Riyan Nugraha Bertemu Kapolda Sulteng: Harapan Keadilan Terus Digelorakan

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • visibility 1.764
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Orang tua Riyan Nugraha, yaitu Harun Hasan dan Sunarti La Naa, bertemu dengan Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho, dalam sebuah audiensi yang berlangsung di kantor Polda Sulteng. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh harapan, dengan keluarga korban mengungkapkan keinginan mereka untuk mendapatkan keadilan yang setimpal atas kematian anak mereka yang […]

  • Heboh Bantuan Sapi di Bulagi, Dinas Tak Tahu Pengalihan dan Uang Rp500 Ribu, Mediasi Hasilkan Kesepakatan

    Heboh Bantuan Sapi di Bulagi, Dinas Tak Tahu Pengalihan dan Uang Rp500 Ribu, Mediasi Hasilkan Kesepakatan

    • calendar_month Jum, 9 Okt 2026
    • visibility 277
    • 0Komentar

    BANGKEP (SULTENG), tatandak.id – Polemik penyaluran bantuan ternak sapi Rambon Bibit untuk Kelompok Sinar Kasih di Desa Meselesek, Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan, akhirnya menemukan titik terang. Pertemuan mediasi yang digelar di Balai Desa Meselesek, Jumat (9/10/2026), menghasilkan kesepakatan untuk mengembalikan sapi kepada penerima yang berhak sesuai proposal kelompok. Dalam penyelesaian tersebut, persoalan pengalihan sapi […]

  • Danramil 1308-12/Bulagi Jikira S. Karim Ikut Kawal Polemik Bantuan Sapi Meselesek hingga Tuntas

    Danramil 1308-12/Bulagi Jikira S. Karim Ikut Kawal Polemik Bantuan Sapi Meselesek hingga Tuntas

    • calendar_month Sab, 10 Okt 2026
    • visibility 226
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Penyelesaian polemik bantuan ternak sapi Kelompok Sinar Kasih di Desa Meselesek, Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan, tidak terlepas dari keterlibatan berbagai unsur terkait, termasuk Danramil 1308-12/Bulagi, Jikira S. Karim. Perwira TNI yang bertugas di wilayah Koramil 12/Bulagi, jajaran Kodim 1308/LB, tersebut turut hadir dalam proses mediasi yang dilaksanakan di Balai Desa Meselesek […]

  • Sahrial Mori: “Haruskah Ribuan Warga Bangkep Jadi Korban Demi PAD? Gunung yang Hilang, Kehidupan yang Terancam”

    Sahrial Mori: “Haruskah Ribuan Warga Bangkep Jadi Korban Demi PAD? Gunung yang Hilang, Kehidupan yang Terancam”

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • visibility 214
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Rencana aktivitas tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) kembali menuai penolakan dari berbagai kalangan masyarakat. Kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan ancaman terhadap sumber kehidupan warga menjadi alasan utama munculnya gelombang penolakan tersebut. Tokoh masyarakat Bangkep, Sahrial Mori, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan lingkungan hidup dan keselamatan […]

  • Putusan PTUN Menggantung: Keadilan Terhenti di Labirin Birokrasi

    Putusan PTUN Menggantung: Keadilan Terhenti di Labirin Birokrasi

    • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
    • visibility 1.562
    • 1Komentar

    Oleh: MUHAMMAD SALEH GASIN, S.H., M.H. Seorang praktisi hukum (Advokat) dan akademisi (Dosen) Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) dibentuk untuk menegakkan keadilan dalam sengketa antara warga negara atau badan hukum dengan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sebagaimana diubah oleh UU No. 9 Tahun […]

  • Laut Banggai Kian Sulit Menghidupi Nelayan Kecil: Kisah Hasiran dan Ancaman Hilangnya Penghidupan Masyarakat Pesisir

    Laut Banggai Kian Sulit Menghidupi Nelayan Kecil: Kisah Hasiran dan Ancaman Hilangnya Penghidupan Masyarakat Pesisir

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • visibility 112
    • 0Komentar

    TANGKOP (BANGKEP), tatandak.id – Laut yang selama bertahun-tahun menjadi tumpuan hidup kini perlahan kehilangan kemampuannya untuk menghidupi sebagian nelayan kecil di Banggai Kepulauan. Bagi Hasiran, nelayan asal Desa Tangkop, perubahan itu bukan sekadar cerita tentang berkurangnya hasil tangkapan, melainkan kenyataan pahit yang semakin mengancam keberlangsungan hidup keluarganya. Selama bertahun-tahun, Hasiran menggantungkan hidup pada hasil laut. […]

error: Content is protected !!
expand_less