Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUKASI » Kepala Sekolah, Bendahara, dan Dana BOS: Siapa Berwenang Melakukan Apa? Praktisi Hukum Muhammad Saleh Gasin Beri Penjelasan

Kepala Sekolah, Bendahara, dan Dana BOS: Siapa Berwenang Melakukan Apa? Praktisi Hukum Muhammad Saleh Gasin Beri Penjelasan

  • calendar_month Sen, 14 Sep 2026
  • visibility 215
  • comment 0 komentar

TATANDAK.ID –  Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di satuan pendidikan harus dilakukan secara transparan, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam praktiknya, masih terdapat pertanyaan mengenai batas kewenangan Kepala Sekolah dan Bendahara, khususnya ketika Kepala Sekolah meminta agar seluruh dana BOS dikuasai atau dipegang sendiri.

Secara aturan, Kepala Sekolah memang memiliki tanggung jawab penting dalam pengelolaan Dana BOSP, termasuk menyusun rencana kegiatan dan anggaran sekolah, melakukan penatausahaan, memastikan penggunaan dana sesuai rencana, serta menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Namun, tanggung jawab tersebut tidak berarti Kepala Sekolah dapat menghapus atau mengambil alih seluruh fungsi Bendahara.

Dalam ketentuan mengenai Tim BOS Sekolah, Kepala Sekolah ditetapkan sebagai penanggung jawab, sedangkan Bendahara Sekolah menjadi bagian dari tim tersebut. Artinya, pengelolaan dana BOS seharusnya dilakukan melalui pembagian tugas, mekanisme administrasi, dan pertanggungjawaban yang jelas.

Praktisi Hukum Muhammad Saleh Gasin menjelaskan bahwa kewenangan Kepala Sekolah harus dipahami sebagai tanggung jawab kelembagaan, bukan sebagai kewenangan untuk menguasai dana secara pribadi.

“Kepala Sekolah memang memiliki tanggung jawab sebagai penanggung jawab pengelolaan dana BOS. Namun, hal itu tidak dapat dimaknai bahwa seluruh dana harus dikuasai sendiri, sementara Bendahara tidak lagi menjalankan fungsinya,” ujar Muhammad Saleh Gasin.

Menurutnya, perlu dibedakan antara pengawasan dan penguasaan pribadi. Kepala Sekolah berwenang melakukan pengawasan, memberikan persetujuan sesuai prosedur, serta memastikan penggunaan dana sesuai RKAS. Akan tetapi, apabila dana BOS disimpan, dikelola, atau digunakan tanpa mekanisme administrasi yang sah, hal tersebut dapat menimbulkan persoalan akuntabilitas.

“Setiap pengeluaran harus memiliki dasar yang jelas, bukti transaksi, pencatatan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai terjadi penguasaan dana secara sepihak yang berpotensi menimbulkan konflik administrasi maupun hukum,” jelasnya.

Muhammad Saleh Gasin juga menekankan pentingnya keterlibatan Bendahara dalam setiap proses pengelolaan keuangan sekolah. Bendahara bukan sekadar pelaksana teknis, melainkan bagian dari sistem pengendalian dan pertanggungjawaban keuangan sekolah.

Karena itu, apabila Kepala Sekolah meminta seluruh dana BOS diserahkan untuk dikuasai sendiri, pihak sekolah sebaiknya meminta penjelasan tertulis mengenai dasar kewenangan, mekanisme penyimpanan dana, akses rekening, proses pencairan, pencatatan transaksi, serta pihak yang bertanggung jawab dalam pelaporan.

Pengelolaan Dana BOS juga harus menghindari penggunaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Dana tersebut merupakan dana pendidikan yang harus digunakan sesuai peruntukan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Prinsip utamanya adalah transparansi, akuntabilitas, dan pembagian tugas. Kepala Sekolah dan Bendahara harus bekerja dalam satu sistem, bukan saling mengambil alih kewenangan,” tutup Muhammad Saleh Gasin.

Dengan demikian, Kepala Sekolah memiliki posisi strategis sebagai penanggung jawab pengelolaan Dana BOS, tetapi pelaksanaannya tetap harus melibatkan Bendahara dan Tim BOS Sekolah sesuai prosedur. Jika terdapat dugaan penyimpangan, persoalan tersebut dapat dikonsultasikan kepada pengawas sekolah atau Dinas Pendidikan untuk memperoleh pembinaan dan pemeriksaan lebih lanjut, dan bahkan jika sudah memiliki konsekuensi pidana maka dapat dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (Kepolisian/Kejaksaan).

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPWI Resmi Mandatkan Pembentukan DPC Banggai, Wilson Lalengke Tunjuk Hermanius Burunaung

    PPWI Resmi Mandatkan Pembentukan DPC Banggai, Wilson Lalengke Tunjuk Hermanius Burunaung

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • visibility 588
    • 0Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Langkah strategis dalam memperluas jejaring organisasi kembali dilakukan oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Kali ini, PPWI resmi memperkuat eksistensinya di Sulawesi Tengah dengan memberikan mandat pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPWI Kabupaten Banggai. Mandat tersebut secara resmi diserahkan langsung oleh Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., kepada Pimpinan […]

  • Akta Kelahiran Anak Angkat Disamakan Anak Kandung, Muhammad Saleh Gasin: Ini Keliru dan Berisiko Hukum, Segera Perbaiki

    Akta Kelahiran Anak Angkat Disamakan Anak Kandung, Muhammad Saleh Gasin: Ini Keliru dan Berisiko Hukum, Segera Perbaiki

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • visibility 1.447
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Praktik pengangkatan anak yang tidak sesuai prosedur hukum masih sering terjadi di tengah masyarakat, dan yang paling sering ditemui adalah pencantuman nama orang tua angkat sebagai orang tua kandung dalam akta kelahiran, sehingga seolah-olah anak tersebut merupakan anak biologis (anak kandung). Praktik seperti ini keliru dan berisiko hukum. Hal tersebut ditegaskan oleh Muhammad […]

  • Gelar Perkara Putuskan Penghentian Aktivitas, Kini Pabrik Tahu Desa Baka Diberi Waktu Tetap Beroperasi 3 Bulan Lewat Instruksi Bupati

    Gelar Perkara Putuskan Penghentian Aktivitas, Kini Pabrik Tahu Desa Baka Diberi Waktu Tetap Beroperasi 3 Bulan Lewat Instruksi Bupati

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • visibility 329
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Penanganan dugaan pelanggaran yang dilakukan salah satu usaha tahu di Desa Baka, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, memasuki babak baru setelah Bupati Banggai Kepulauan mengeluarkan instruksi tertulis yang memberikan kesempatan relokasi selama tiga bulan kepada pelaku usaha. Kebijakan tersebut menarik perhatian masyarakat karena sebelumnya proses penanganan telah berjalan melalui tahapan investigasi […]

  • Terumbu Karang Rusak, Warisan Nelayan Bubu Kian Terancam

    Terumbu Karang Rusak, Warisan Nelayan Bubu Kian Terancam

    • calendar_month Ming, 2 Agu 2026
    • visibility 162
    • 0Komentar

    BANGKEP (02/08/2026), tatandak.id – Kerusakan terumbu karang yang terus terjadi mengancam keberlangsungan nelayan tradisional pengguna bubu di wilayah pesisir. Menyusutnya habitat ikan akibat degradasi ekosistem laut menyebabkan hasil tangkapan nelayan terus menurun, sekaligus mengancam kelestarian pengetahuan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Bubu merupakan alat tangkap tradisional yang dibuat secara manual dan telah lama digunakan […]

  • ZULKIFLI LAMASANA: KETIKA HUTAN MERINTIH, DI MANA SUARA ADAT PARIGI MOUTONG ?

    ZULKIFLI LAMASANA: KETIKA HUTAN MERINTIH, DI MANA SUARA ADAT PARIGI MOUTONG ?

    • calendar_month Ming, 6 Sep 2026
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Oleh : Zulkifli Lamasana, SH., CVM Ketua Umum Perkumpulan Paralegal dan Penggiat Desa (PAPEDA) Dahulu, leluhur tidak mengenal istilah AMDAL, reklamasi, atau pemulihan lingkungan. Tetapi mereka memahami sesuatu yang sangat mendasar : tanah harus dijaga, hutan tidak boleh diperlakukan semaunya, dan air adalah sumber kehidupan. Hari ini, ketika sejumlah wilayah Parigi Moutong menghadapi persoalan pertambangan […]

  • Tak Banyak yang Tahu, Rizkawati Gasin Jelaskan Perjanjian Perkawinan Bisa Dibuat Setelah Menikah

    Tak Banyak yang Tahu, Rizkawati Gasin Jelaskan Perjanjian Perkawinan Bisa Dibuat Setelah Menikah

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • visibility 933
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Masih banyak pasangan suami istri yang beranggapan bahwa perjanjian perkawinan hanya bisa dibuat sebelum menikah. Padahal, pemahaman tersebut sudah tidak sepenuhnya benar secara hukum. Hal itu dijelaskan oleh Rizkawati Gasin, S.H., Advokat Magang sekaligus Mahasiswa Magister Hukum di Universitas Negeri Gorontalo, saat memberikan edukasi hukum kepada masyarakat terkait perkembangan aturan perjanjian perkawinan di […]

error: Content is protected !!
expand_less