Danau Paisupok Terancam Tambang Batu Gamping, IPBK Soroti Perlindungan Kawasan Karst Banggai Kepulauan
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 205
- comment 0 komentar

PALU, tatandak.id – Demisioner Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu Sulawesi Tengah Periode 2024–2025, Ilham, S.H., menyampaikan keprihatinannya terhadap ancaman aktivitas pertambangan batu gamping yang dinilai berpotensi mengganggu kelestarian kawasan karst dan Danau Paisupok, salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Banggai Kepulauan.
Keprihatinan tersebut dituangkannya melalui tulisan berjudul “Danau Paisupok Dipertaruhkan: Ketika Pemerintah Banggai Kepulauan Memilih Gamping di Atas Air Bening”. Dalam tulisannya, Ilham menegaskan bahwa Danau Paisupok bukan sekadar objek wisata, melainkan bagian penting dari sistem ekologi karst yang menopang kehidupan masyarakat Banggai Kepulauan.
Menurutnya, kawasan karst merupakan bentang alam yang terbentuk selama jutaan tahun dan berfungsi sebagai penyimpan air alami. Sistem tersebut menopang keberadaan mata air, sungai bawah tanah, hingga danau yang menjadi sumber air bersih bagi masyarakat. Karena itu, aktivitas pertambangan batu gamping di kawasan karst dinilai berpotensi mengganggu keseimbangan hidrologi yang selama ini menjadi penyangga kehidupan.
“Karst bukan sekadar batu yang bisa ditambang. Ia adalah sistem penyangga kehidupan. Jika rusak, bukan hanya Danau Paisupok yang terancam, tetapi juga sumber air bersih, pertanian, perikanan, dan masa depan masyarakat Banggai Kepulauan,” ujar Ilham.
Ia juga menyoroti banyaknya permohonan izin usaha pertambangan batu gamping yang diajukan di wilayah Banggai Kepulauan. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena sebagian wilayah yang diajukan memiliki nilai ekologis yang tinggi dan berpotensi memengaruhi keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, Ilham mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan sebelumnya telah menetapkan kawasan karst sebagai wilayah yang memiliki nilai penting bagi konservasi keanekaragaman hayati. Oleh sebab itu, ia mempertanyakan apabila aktivitas pertambangan tetap diberikan ruang di kawasan yang memiliki fungsi ekologis strategis tersebut.
Di sisi lain, Ilham menilai sektor pariwisata berbasis alam, perikanan, dan pertanian justru menawarkan manfaat ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat dibandingkan eksploitasi sumber daya melalui pertambangan batu gamping.
“Ekowisata, perikanan, dan pertanian yang bergantung pada kelestarian kawasan karst akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dibanding keuntungan jangka pendek dari pertambangan,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat mengambil langkah tegas untuk melindungi kawasan karst, termasuk memastikan setiap kebijakan pemanfaatan ruang mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat.
Menurut Ilham, menjaga Danau Paisupok bukan hanya soal mempertahankan keindahan alam, tetapi juga melindungi sumber kehidupan masyarakat sekaligus mewariskan lingkungan yang lestari kepada generasi mendatang.
“Pilihan hari ini akan menentukan wajah Banggai Kepulauan di masa depan. Apakah dikenal sebagai daerah yang menjaga kekayaan alamnya, atau sebagai daerah yang kehilangan salah satu aset ekologis terpentingnya akibat eksploitasi yang tidak terkendali,” tutup Ilham.
- Penulis: Tatandak.id
- Editor: Tatandak.id

Saat ini belum ada komentar