Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Israfil Malinggong: Pulau Peling Adalah “Paru-Paru Kehidupan”, Jangan Korbankan Masa Depan Banggai Kepulauan demi Tambang Batu Gamping

Israfil Malinggong: Pulau Peling Adalah “Paru-Paru Kehidupan”, Jangan Korbankan Masa Depan Banggai Kepulauan demi Tambang Batu Gamping

  • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
  • visibility 272
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.idTokoh masyarakat Banggai Kepulauan, Israfil Malinggong, menyuarakan keprihatinannya terhadap rencana pengerukan batu gamping skala besar di Pulau Peling. Dalam pernyataannya, ia mengajak masyarakat untuk melihat kembali kondisi geografis tanah kelahiran mereka dan memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Menurut Israfil Malinggong, para leluhur tidak salah ketika mewariskan tanah Banggai Kepulauan kepada generasi sekarang. Ia mengibaratkan bentuk wilayah Banggai Kepulauan, khususnya Pulau Peling dan gugusannya, sebagai sepasang paru-paru yang diletakkan Tuhan di tengah hamparan lautan.

“Jika diperhatikan dengan baik, Banggai Kepulauan tidak berbentuk seperti batuan mati. Ia menyerupai sepasang paru-paru. Pulau Peling dan gugusannya adalah organ hidup yang menopang kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Israfil menjelaskan bahwa kawasan karst gamping yang terdapat di Pulau Peling memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Karst tersebut berperan sebagai spons alami yang menyaring dan menyimpan air bersih, sehingga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat, pertanian, serta ekosistem pesisir.

“Karst gamping di dalamnya merupakan jaringan spons alami yang menyaring air bersih, memastikan napas kehidupan mengalir ke setiap sumur, ke setiap ladang pertanian petani, dan ke setiap muara tempat nelayan mencari makan,” katanya.

Sebagai putra daerah yang telah lama hidup dan menyaksikan perkembangan wilayah tersebut, Israfil mengaku hatinya bergetar setiap kali mendengar kabar mengenai rencana eksploitasi batu gamping dalam skala besar. Ia menilai, menjual batu gamping Pulau Peling demi keuntungan segelintir pihak sama saja dengan membiarkan tanah leluhur dirusak.

“Menjual batu gamping Peling demi keuntungan segelintir orang sama saja dengan mengizinkan orang asing datang, merobek dada tanah leluhur kita, dan menusuk paru-parunya sendiri hingga bocor,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga akan diwariskan kepada generasi mendatang. Menurutnya, ketika sumber mata air mengering dan debu tambang mulai mengepung desa-desa, keuntungan ekonomi yang diperoleh tidak akan mampu menggantikan hilangnya sumber kehidupan.

“Jika paru-paru ini berlubang dan hancur, dengan apa anak cucu kita akan bernapas nanti? Saat mata air mengering dan debu tambang mengepung desa, uang miliaran di kantong para oligarki tidak akan bisa membeli kembali segelas air bersih untuk anak cucu yang kehausan,” ujarnya.

Meski demikian, Israfil menegaskan bahwa dirinya bersama masyarakat tidak menolak kemajuan dan pembangunan daerah. Sebaliknya, mereka berharap kemajuan dapat diwujudkan melalui sektor-sektor yang berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan.

“Kami tidak anti terhadap kemajuan. Kami justru ingin melihat anak-anak muda Peling maju melalui pertanian yang subur, peternakan yang tangguh, dan pariwisata yang mendunia. Kita bisa makmur tanpa harus menguliti tubuh ibu kandung kita sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Israfil juga menyampaikan pesan kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan terkait izin pengerukan batu gamping. Ia mengingatkan agar kepentingan politik dan ekonomi jangka pendek tidak mengorbankan masa depan masyarakat Banggai Kepulauan.

“Kepada mereka yang saat ini mengetuk meja-meja kekuasaan, yang sibuk menandatangani izin pengerukan, dan yang menggadaikan masa depan daerah ini demi mahar politik, ingatlah bahwa kalian mungkin bisa menghindar dari hukum manusia, tetapi tidak akan pernah bisa bersembunyi dari kutuk air dan tanah Peling yang kalian khianati,” tegasnya.

Lebih lanjut, Israfil menekankan bahwa tanah Peling merupakan rumah bersama seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun pilihan politik. Karena itu, menurutnya, tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

“Rumah besar ini adalah milik kita bersama, lintas suku, lintas agama, bahkan lintas pilihan politik. Pilihan ada di tangan kita hari ini: ikut merawat paru-paru kehidupan ini atau diam menonton sampai napas terakhir bumi Peling dihentikan oleh mesin-mesin tambang,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Israfil Malinggong mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam gerakan Konggolio Tano Peling (Merawat Tanah Peling). Ia menegaskan bahwa perjuangan menjaga tanah dan lingkungan Pulau Peling bukan semata-mata persoalan politik, melainkan upaya mempertahankan sumber kehidupan bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

“Karena menjaga tanah ini bukan lagi sekadar urusan politik, tetapi urusan menyambung nyawa,” pungkasnya.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Saleh Gasin: Ketika Rekomendasi Berubah Jadi Celah, Mengurai Akar Kusut BBM Subsidi di Banggai Kepulauan

    Muhammad Saleh Gasin: Ketika Rekomendasi Berubah Jadi Celah, Mengurai Akar Kusut BBM Subsidi di Banggai Kepulauan

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
    • visibility 200
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Persoalan BBM subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan sudah terlalu lama hadir sebagai keluhan harian masyarakat, tetapi terlalu sedikit hadir sebagai persoalan yang dibedah sampai ke akar-akarnya. Yang tampak di permukaan adalah antrean, jerigen, kelangkaan, dan harga eceran yang melonjak. Namun di bawah permukaan, ada persoalan yang jauh lebih serius yakni lemahnya kontrol, […]

  • Perkara PPPK Bangkep Masih Banding dan Belum Inkracht, Sekda Minta Petikan Putusan untuk Dikaji dan Evaluasi ASN Diperketat

    Perkara PPPK Bangkep Masih Banding dan Belum Inkracht, Sekda Minta Petikan Putusan untuk Dikaji dan Evaluasi ASN Diperketat

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • visibility 1.196
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatanda.id – Polemik perkara pemalsuan surat dalam seleksi PPPK Banggai Kepulauan kembali berkembang setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) resmi mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Luwuk. Status banding tersebut membuat putusan belum berkekuatan hukum tetap (inkracht), namun Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan tidak tinggal diam. Sekretaris Daerah Bangkep, Muhamad Aris Susanto, S.E., M.E., menegaskan bahwa […]

  • Sasake Banggai Kepulauan Gegerkan Sulteng, Ibu Pasca Melahirkan Ditandu 10 Km Karena Ambulans Tak Bisa Masuk

    Sasake Banggai Kepulauan Gegerkan Sulteng, Ibu Pasca Melahirkan Ditandu 10 Km Karena Ambulans Tak Bisa Masuk

    • calendar_month Jum, 12 Jun 2026
    • visibility 132
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu pasca melahirkan harus ditandu sejauh kurang lebih 10 kilometer melewati jalan setapak di wilayah Sasake, Desa Seano, Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, menggegerkan Sulawesi Tengah. Video tersebut viral di media sosial dan memantik perhatian luas dari masyarakat hingga pemerintah daerah. Respons cepat pun datang […]

  • SPBU Buko Bantah Kelangkaan BBM, Akui Ada Pemangkasan Kuota Pertalite

    SPBU Buko Bantah Kelangkaan BBM, Akui Ada Pemangkasan Kuota Pertalite

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • visibility 652
    • 0Komentar

    BUKO, tatandak.id – Polemik penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali mencuat. Kali ini, sorotan publik tertuju pada SPBU Buko di Desa Labasiano. Pasalnya, dalam rapat yang digelar Pemerintah Daerah pada Rabu (17/09/2025) membahas polemik BBM, SPBU Buko menjadi satu-satunya SPBU yang tidak mengirimkan perwakilannya. Selain itu, masyarakat setempat juga mengeluhkan kelangkaan […]

  • Tinjau Jembatan Binuntuli, Sekda Bangkep Sambangi Empat Posko KKN dan Beri Semangat Mahasiswa

    Tinjau Jembatan Binuntuli, Sekda Bangkep Sambangi Empat Posko KKN dan Beri Semangat Mahasiswa

    • calendar_month 13 jam yang lalu
    • visibility 17
    • 0Komentar

    BANGKEP (26/7/2026), tatandak.id – Di sela agenda peninjauan kondisi Jembatan Binuntuli di Kecamatan Liang, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muhamad Aris Susanto, SE., ME, menyempatkan diri mengunjungi empat posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa yang berada di wilayah tersebut. Peninjauan jembatan dilakukan untuk memastikan kondisi infrastruktur tetap mendukung kelancaran akses transportasi masyarakat sekaligus mendorong percepatan […]

  • PDI Perjuangan Bangkep Himbau Warga Waspada Cuaca Ekstrim dan Perkuat Gotong Royong

    PDI Perjuangan Bangkep Himbau Warga Waspada Cuaca Ekstrim dan Perkuat Gotong Royong

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • visibility 269
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banggai Kepulauan menghimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrim yang melanda wilayah Banggai Kepulauan dalam beberapa hari terakhir. Sejak semalam hingga saat ini, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terus mengguyur sejumlah wilayah di Banggai Kepulauan dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kondisi tersebut dikhawatirkan […]

error: Content is protected !!
expand_less