HASBI LAUSING: “Tolak Tambang Batu Gamping, Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air Rakyat”
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 78
- comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak.id – Kekhawatiran terhadap rencana penambangan batu gamping kembali mencuat di tengah masyarakat. Aktivitas eksploitasi kawasan karst dinilai membawa ancaman serius terhadap lingkungan hidup, sumber air bersih, kesehatan masyarakat, hingga keberlanjutan ekonomi warga di masa depan.
Tokoh muda dan pemerhati lingkungan, Hasbi Lausing, secara tegas menyuarakan penolakannya terhadap aktivitas tambang batu gamping yang dinilai berpotensi merusak keseimbangan alam dan mengancam kehidupan masyarakat sekitar.
Menurut Hasbi, kawasan batu gamping dan karst bukan sekadar hamparan bebatuan yang bisa dieksploitasi demi keuntungan jangka pendek. Kawasan tersebut memiliki fungsi ekologis yang sangat penting sebagai penyimpan cadangan air alami, penyangga ekosistem, habitat keanekaragaman hayati, sekaligus pelindung lingkungan dari bencana ekologis.
“Kami menolak tambang batu gamping karena dampaknya sangat besar terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Jika kawasan karst rusak, maka sumber mata air bisa hilang, lahan pertanian terancam, udara tercemar debu, dan masyarakat akan menanggung akibatnya dalam jangka panjang,” tegas Hasbi Lausing.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas penambangan batu gamping dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kawasan karst yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat. Selain berisiko menghilangkan mata air, kegiatan tambang juga dinilai dapat memperparah ancaman longsor, kekeringan, serta merusak ekosistem alam yang selama ini menjaga keseimbangan lingkungan.
Tak hanya itu, Hasbi juga menyoroti dampak kesehatan yang berpotensi muncul akibat aktivitas industri tambang. Debu dari proses pengerukan dan lalu lintas kendaraan berat disebut dapat menurunkan kualitas udara dan memicu gangguan pernapasan bagi masyarakat sekitar. Kebisingan industri yang berlangsung terus-menerus juga dikhawatirkan mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.
“Lingkungan sehat jauh lebih penting daripada keuntungan tambang sesaat. Jangan sampai masyarakat kehilangan air bersih, kehilangan lahan pertanian, bahkan kehilangan masa depan hanya demi eksploitasi sumber daya alam,” ujarnya.
Hasbi menilai pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus menjadikan keselamatan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan akibat tambang sering kali meninggalkan dampak panjang yang sulit dipulihkan.
Seruan penolakan tambang batu gamping kini terus menggema di tengah masyarakat dengan berbagai pesan penyadaran lingkungan, seperti:
- “Tolak Tambang Batu Gamping! Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air!”
- “Lingkungan Rusak Akibat Tambang Batu Gamping!”
- “Jaga Lingkungan, Hentikan Tambang Batu Gamping!”
- “Batu Gamping Ditambang, Lingkungan Terancam!”
- “Lingkungan Sehat Lebih Penting dari Tambang!”
- “Selamatkan Lingkungan Karst untuk Generasi Mendatang!”
Hasbi berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya soal hari ini, tetapi tentang melindungi kehidupan generasi mendatang.
“Kalau lingkungan rusak, yang paling menderita adalah rakyat. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga kawasan karst dan menolak tambang batu gamping demi masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan,” tutup Hasbi Lausing.
- Penulis: Tatandak.id
- Editor: Tatandak.id

Saat ini belum ada komentar