Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » HASBI LAUSING: “Tolak Tambang Batu Gamping, Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air Rakyat”

HASBI LAUSING: “Tolak Tambang Batu Gamping, Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air Rakyat”

  • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
  • visibility 136
  • comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak.idKekhawatiran terhadap rencana penambangan batu gamping kembali mencuat di tengah masyarakat. Aktivitas eksploitasi kawasan karst dinilai membawa ancaman serius terhadap lingkungan hidup, sumber air bersih, kesehatan masyarakat, hingga keberlanjutan ekonomi warga di masa depan.

Tokoh muda dan pemerhati lingkungan, Hasbi Lausing, secara tegas menyuarakan penolakannya terhadap aktivitas tambang batu gamping yang dinilai berpotensi merusak keseimbangan alam dan mengancam kehidupan masyarakat sekitar.

Menurut Hasbi, kawasan batu gamping dan karst bukan sekadar hamparan bebatuan yang bisa dieksploitasi demi keuntungan jangka pendek. Kawasan tersebut memiliki fungsi ekologis yang sangat penting sebagai penyimpan cadangan air alami, penyangga ekosistem, habitat keanekaragaman hayati, sekaligus pelindung lingkungan dari bencana ekologis.

“Kami menolak tambang batu gamping karena dampaknya sangat besar terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Jika kawasan karst rusak, maka sumber mata air bisa hilang, lahan pertanian terancam, udara tercemar debu, dan masyarakat akan menanggung akibatnya dalam jangka panjang,” tegas Hasbi Lausing.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas penambangan batu gamping dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kawasan karst yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat. Selain berisiko menghilangkan mata air, kegiatan tambang juga dinilai dapat memperparah ancaman longsor, kekeringan, serta merusak ekosistem alam yang selama ini menjaga keseimbangan lingkungan.

Tak hanya itu, Hasbi juga menyoroti dampak kesehatan yang berpotensi muncul akibat aktivitas industri tambang. Debu dari proses pengerukan dan lalu lintas kendaraan berat disebut dapat menurunkan kualitas udara dan memicu gangguan pernapasan bagi masyarakat sekitar. Kebisingan industri yang berlangsung terus-menerus juga dikhawatirkan mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.

“Lingkungan sehat jauh lebih penting daripada keuntungan tambang sesaat. Jangan sampai masyarakat kehilangan air bersih, kehilangan lahan pertanian, bahkan kehilangan masa depan hanya demi eksploitasi sumber daya alam,” ujarnya.

Hasbi menilai pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus menjadikan keselamatan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan akibat tambang sering kali meninggalkan dampak panjang yang sulit dipulihkan.

Seruan penolakan tambang batu gamping kini terus menggema di tengah masyarakat dengan berbagai pesan penyadaran lingkungan, seperti:

  • “Tolak Tambang Batu Gamping! Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air!”
  • “Lingkungan Rusak Akibat Tambang Batu Gamping!”
  • “Jaga Lingkungan, Hentikan Tambang Batu Gamping!”
  • “Batu Gamping Ditambang, Lingkungan Terancam!”
  • “Lingkungan Sehat Lebih Penting dari Tambang!”
  • “Selamatkan Lingkungan Karst untuk Generasi Mendatang!”

Hasbi berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya soal hari ini, tetapi tentang melindungi kehidupan generasi mendatang.

“Kalau lingkungan rusak, yang paling menderita adalah rakyat. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga kawasan karst dan menolak tambang batu gamping demi masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan,” tutup Hasbi Lausing.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejumlah Siswa di Salakan Diduga Keracunan Akibat MBG, Pemda Diminta Evaluasi Serius

    Sejumlah Siswa di Salakan Diduga Keracunan Akibat MBG, Pemda Diminta Evaluasi Serius

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • visibility 697
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan di Kabupaten Banggai Kepulauan. Pada Rabu (17/09/2025), sejumlah siswa dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK di wilayah Salakan dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan sekaligus kekecewaan masyarakat. Program yang seharusnya menjadi upaya pemerintah meningkatkan kesehatan dan […]

  • Kepedulian Nyata: Polsek Totikum Turun Langsung Dukung Aksi Swadaya Warga untuk Perbaikan Jalan photo_camera 5

    Kepedulian Nyata: Polsek Totikum Turun Langsung Dukung Aksi Swadaya Warga untuk Perbaikan Jalan

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • visibility 848
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Kepolisian Sektor (Polsek) Totikum menunjukkan peran aktif dan kepeduliannya terhadap persoalan infrastruktur lokal dengan turut ambil bagian dalam kegiatan kerja bakti bersama warga, Jumat pagi (18/07/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian aksi swadaya masyarakat Totikum dalam rangka mempersiapkan perbaikan jalan penghubung antar desa yang rusak parah. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Totikum, […]

  • TATA CARA PENYAMPAIAN PENGADUAN KE KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK)

    TATA CARA PENYAMPAIAN PENGADUAN KE KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK)

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • visibility 858
    • 0Komentar

    Dalam rangka mendukung upaya pemberantasan tindak pidana korupsi serta agar setiap pengaduan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara efektif oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kami sampaikan kepada masyarakat hal-hal sebagai berikut: 📝 Persyaratan Pengaduan Setiap pengaduan yang disampaikan kepada KPK wajib dilengkapi dengan data dan dokumen yang mengindikasikan adanya tindak pidana korupsi, antara lain: Kronologis kasus yang […]

  • Tak Banyak yang Tahu, Rizkawati Gasin Jelaskan Perjanjian Perkawinan Bisa Dibuat Setelah Menikah

    Tak Banyak yang Tahu, Rizkawati Gasin Jelaskan Perjanjian Perkawinan Bisa Dibuat Setelah Menikah

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • visibility 871
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Masih banyak pasangan suami istri yang beranggapan bahwa perjanjian perkawinan hanya bisa dibuat sebelum menikah. Padahal, pemahaman tersebut sudah tidak sepenuhnya benar secara hukum. Hal itu dijelaskan oleh Rizkawati Gasin, S.H., Advokat Magang sekaligus Mahasiswa Magister Hukum di Universitas Negeri Gorontalo, saat memberikan edukasi hukum kepada masyarakat terkait perkembangan aturan perjanjian perkawinan di […]

  • SEKDA Banggai Kepulauan Tekankan Kepemimpinan dan Perubahan Sosial di PKM/PT-II KaMIMo Banggai Angkatan VII

    SEKDA Banggai Kepulauan Tekankan Kepemimpinan dan Perubahan Sosial di PKM/PT-II KaMIMo Banggai Angkatan VII

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • visibility 240
    • 0Komentar

    BANGGAI, tatandak.id – Kegiatan Prospek Kepemimpinan Montolutusan (PKM)/PT-II KaMIMo Banggai Angkatan VII berlangsung penuh semangat intelektual dan nuansa kepemimpinan melalui penyampaian materi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muhamad Aris Susanto. Dalam kesempatan tersebut, beliau membawakan dua materi strategis yang menitikberatkan pada pentingnya kepemimpinan organisasi dan pembangunan sosial di tengah dinamika perubahan masyarakat. Materi pertama […]

  • KPMI BANGKEP Gorontalo Kawal Penjemputan Camaba 2026, Pastikan Mahasiswa Baru Bangkep Tidak Merasa Sendiri di Tanah Rantau

    KPMI BANGKEP Gorontalo Kawal Penjemputan Camaba 2026, Pastikan Mahasiswa Baru Bangkep Tidak Merasa Sendiri di Tanah Rantau

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • visibility 393
    • 0Komentar

    GORONTALO, tatandak.id – Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Banggai Kepulauan (KPMI BANGKEP) Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal generasi muda daerah melalui kegiatan penjemputan calon mahasiswa baru (Camaba) 2026 asal Banggai Kepulauan yang akan melanjutkan pendidikan di Gorontalo. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wujud nyata kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab moral mahasiswa senior terhadap […]

error: Content is protected !!
expand_less