Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI & BISNIS » Tambang Bukan Jaminan Sejahtera, Ismanto A. Sadalla Ajak Bangkep Bangun Ekonomi Berbasis Rakyat

Tambang Bukan Jaminan Sejahtera, Ismanto A. Sadalla Ajak Bangkep Bangun Ekonomi Berbasis Rakyat

  • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
  • visibility 508
  • comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak.idTokoh muda Banggai Kepulauan, Ismanto A. Sadalla, mengajak masyarakat untuk mulai membuka cara pandang yang lebih luas terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam bukan jaminan sebuah daerah akan otomatis sejahtera apabila tidak dikelola dengan baik dan tidak berpihak kepada rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Ismanto saat menyoroti wacana pembangunan dan pengelolaan potensi sumber daya alam di Banggai Kepulauan. Ia mencontohkan Papua yang memiliki hampir semua jenis tambang dan telah dikelola sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu, namun hingga kini masih banyak masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.

“Kalau tambang dianggap otomatis bikin masyarakat sejahtera, lalu kenapa Papua yang kaya tambang dan sudah dikelola lebih dari seratus tahun masih banyak rakyatnya hidup biasa-biasa saja? Ini berarti masalah utamanya bukan pada kekayaan alamnya, tapi bagaimana pengelolaannya,” ujar Ismanto A. Sadalla.

Menurutnya, pembangunan daerah harus diarahkan pada penguatan ekonomi rakyat dan pengelolaan potensi lokal yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat kecil, bukan hanya menguntungkan segelintir pihak.

Ia juga menyentil kebiasaan pejabat daerah yang dinilai sering melakukan perjalanan dinas dengan anggaran besar, namun belum maksimal menghadirkan inovasi pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Sesekali pejabat jangan hanya keluar daerah untuk kegiatan seremonial. Pergilah belajar ke daerah-daerah yang berhasil membangun ekonomi rakyat dari potensi lokal,” katanya.

Ismanto kemudian mencontohkan beberapa daerah yang dinilainya berhasil mengelola potensi daerah secara kreatif dan produktif. Salah satunya adalah BUMDes Uling di Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, yang mampu memproduksi arang hingga menembus pasar ekspor ke Dubai.

Selain itu, ia juga menyoroti keberhasilan PT Binco di Pulau Jawa yang fokus mengelola sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Menurutnya, Banggai Kepulauan memiliki potensi kelapa yang sangat besar dan bisa menjadi sumber ekonomi baru apabila dikelola secara serius melalui koperasi maupun perusahaan daerah.

“Kalau sabut kelapa di Banggai Kepulauan diolah dengan baik, petani kita bisa naik kelas. Jangan hanya jual bahan mentah, tapi harus ada hilirisasi supaya nilai ekonominya lebih besar,” jelasnya.

Di sektor perikanan, Ismanto juga menilai Banggai Kepulauan memiliki peluang besar untuk berkembang. Ia mencontohkan Koperasi Marindo Citra Bahari di Maros, Makassar, yang mampu mengekspor berbagai jenis ikan ke Dubai, Cina, dan Hongkong dengan omzet miliaran rupiah per tahun.

“Kita punya laut yang luas dan hasil laut melimpah. Tapi kalau nelayan masih hidup susah, berarti ada yang harus dibenahi dalam tata kelola dan dukungan pemerintah,” tambahnya.

Tak hanya itu, Ismanto juga mendorong pemerintah daerah agar lebih serius berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia. Ia mengusulkan agar kampus atau pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah segera dihadirkan di Salakan.

Menurutnya, pendidikan berbasis kebutuhan daerah seperti perikanan, kelautan, pertanian, hingga pengolahan hasil bumi sangat penting agar generasi muda Banggai Kepulauan mampu menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri.

“Jangan sampai anak-anak daerah hanya jadi penonton di tanah sendiri. Kita harus siapkan SDM yang siap mengelola potensi daerah,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Ismanto menegaskan bahwa Banggai Kepulauan sebenarnya memiliki banyak potensi dan sumber daya manusia yang cerdas. Namun yang dibutuhkan saat ini adalah kecermatan dalam membaca peluang serta keberanian untuk membangun ekonomi berbasis rakyat.

“Negeri ini banyak orang cerdas, cuma kadang kurang cermat melihat peluang. Potensi besar tanpa pengelolaan yang benar tidak akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkas Ismanto A. Sadalla.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kaharudin: Masyarakat Jangan Dijadikan Mata dan Telinga Negara Tanpa Jaminan Perlindungan

    Kaharudin: Masyarakat Jangan Dijadikan Mata dan Telinga Negara Tanpa Jaminan Perlindungan

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
    • visibility 117
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Sekretaris DPD Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Banggai Kepulauan, Kaharudin, menyoroti pentingnya perlindungan terhadap masyarakat yang dilibatkan pemerintah maupun aparat penegak hukum (APH) dalam mengawasi berbagai aktivitas yang berpotensi melanggar aturan. Menurut Kaharudin, keterbatasan sumber daya manusia, sarana, anggaran, hingga jangkauan pengawasan kerap menjadi kendala pemerintah dan APH dalam melakukan pengawasan […]

  • Ironi MBG di Daerah Penghasil Ikan, KNTI Bangkep: Ayam Potong Justru Lebih Dominan dalam Menu

    Ironi MBG di Daerah Penghasil Ikan, KNTI Bangkep: Ayam Potong Justru Lebih Dominan dalam Menu

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • visibility 199
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banggai Kepulauan menuai sorotan dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bangkep. Penyajian menu yang lebih didominasi ayam potong dinilai belum mencerminkan karakter geografis daerah kepulauan yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil ikan di Sulawesi Tengah. Menurut Ketua KNTI Bangkep, Doni Setiawan, penyusunan […]

  • Zahwa Qairrunissa: Karst Banggai Kepulauan Harus Dilindungi, Bukan Dikorbankan untuk Kepentingan Jangka Pendek

    Zahwa Qairrunissa: Karst Banggai Kepulauan Harus Dilindungi, Bukan Dikorbankan untuk Kepentingan Jangka Pendek

    • calendar_month Jum, 7 Agu 2026
    • visibility 145
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Pengurus Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulawesi Tengah, Zahwa Qairrunissa, menegaskan bahwa kawasan karst di Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan bentang alam yang memiliki fungsi ekologis strategis dan berkaitan erat dengan keberlangsungan hidup masyarakat. Karena itu, menurut Zahwa, keberadaan kawasan karst harus dilindungi dari berbagai aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem secara permanen, termasuk […]

  • Muhammad Saleh Gasin: BUMDes sebagai Model Distribusi BBM Berbasis Desa, Jawaban atas Keterbatasan Akses di Bangkep

    Muhammad Saleh Gasin: BUMDes sebagai Model Distribusi BBM Berbasis Desa, Jawaban atas Keterbatasan Akses di Bangkep

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
    • visibility 245
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali menjadi sorotan, terutama setelah muncul berbagai gejolak di masyarakat akibat sulitnya akses dan ketidakteraturan distribusi di lapangan. Menanggapi kondisi tersebut, Advokat dan Akademisi, Muhammad Saleh Gasin, menawarkan pendekatan solusi yang dinilai realistis, terukur, dan sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan, yakni […]

  • Indra Banguno: Tambang Batu Gamping di Bangkep Bisa Ancam Sumber Air, Laut, dan Masa Depan Pulau-Pulau Kecil

    Indra Banguno: Tambang Batu Gamping di Bangkep Bisa Ancam Sumber Air, Laut, dan Masa Depan Pulau-Pulau Kecil

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • visibility 168
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Aktivis lingkungan dan pemerhati daerah, Indra Banguno, menyuarakan kekhawatirannya terhadap rencana aktivitas pertambangan batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah. Menurutnya, karakter geografis Bangkep yang didominasi pulau-pulau kecil menjadikan kawasan tersebut sangat rentan terhadap dampak kerusakan lingkungan akibat eksploitasi karst. Indra menegaskan bahwa Bangkep bukan wilayah daratan luas yang […]

  • BBM Subsidi Milik Rakyat, Bukan Segelintir Orang

    BBM Subsidi Milik Rakyat, Bukan Segelintir Orang

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • visibility 736
    • 0Komentar

    BBM subsidi seharusnya menjadi penopang hidup rakyat kecil. Nelayan, petani, sopir angkutan, hingga masyarakat berpenghasilan rendah menggantungkan napas ekonominya pada harga BBM murah. Subsidi itu diberikan negara bukan tanpa alasan, melainkan untuk menjaga keseimbangan hidup masyarakat bawah agar tetap bisa bekerja, berproduksi, dan menggerakkan roda ekonomi. Namun, kenyataannya sungguh pahit. Di lapangan, BBM subsidi justru […]

error: Content is protected !!
expand_less