Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » RSUD Trikora Salakan Buka Suara soal Dugaan Malapraktik Kematian Pasien Asal Manggalai

RSUD Trikora Salakan Buka Suara soal Dugaan Malapraktik Kematian Pasien Asal Manggalai

  • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
  • visibility 1.189
  • comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak.idPihak RSUD Trikora Salakan akhirnya memberikan klarifikasi terkait tudingan malapraktik atas meninggalnya seorang pasien perempuan berusia 27 tahun, asal Desa Manggalai, Kecamatan Tinangkung. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh pihak rumah sakit pada Rabu sore (15/4/2026).

Pasien tersebut sebelumnya diketahui menjalani proses persalinan normal anak kedua di RSUD Trikora Salakan pada Senin (13/4/2026). Namun, setelah proses persalinan berlangsung, pasien kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Kronologi singkat penanganan pasien

Usai menjalani persalinan normal di rumah sakit, pasien mengalami pendarahan hebat akibat ruptur uterus, yakni robekan pada rahim atau kandungan.

Menurut penjelasan pihak rumah sakit, robekan akibat ruptur uterus tersebut sulit terdeteksi dan hanya dapat diketahui melalui tanda-tanda pada alat vital pasien.

Karena kondisi itu, tindakan yang dapat dilakukan hanyalah melalui operasi. Tindakan operasi tersebut, menurut pihak rumah sakit, dilakukan atas dasar persetujuan bersama antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien.

Direktur RSUD Salakan, dr. Feldy, Sp.B, menjelaskan bahwa sebelum operasi dilakukan, dokter kandungan sempat memanggil pihak keluarga ke ruang operasi untuk menyaksikan adanya sobekan pada bagian pasien setelah persalinan normal pervaginam.

“Tindakan operasi dimaksud adalah operasi angkat kandungan,” kata dr. Feldy.

Setelah proses operasi dilakukan, lanjut dr. Feldy, pasien sempat mengalami pendarahan hebat. Namun kondisi tersebut disebut dapat segera teratasi.

Selanjutnya, pasien dipindahkan ke ruang ICU guna menjalani perawatan dan pemulihan secara lebih intensif.

Namun pada malam harinya, sekitar pukul 20.00 Wita, pasien dinyatakan meninggal dunia akibat kegagalan semua fungsi organ atau Multiple Organ Dysfunction Syndrome (MODS) / Multiple Organ Failure (MOF).

Pihak rumah sakit juga menjelaskan bahwa pasca operasi atau hemorrhage post partum (HPP) dapat saja terjadi pada seorang pasien, tergantung pada bagian uterus yang mengalami robekan spontan.

Tanggapan atas tudingan malapraktik

Atas peristiwa tersebut, pihak rumah sakit kemudian dituding melakukan malapraktik terkait kematian pasien asal Desa Manggalai itu. Tudingan tersebut mencuat melalui pemberitaan di salah satu media lokal di Banggai Kepulauan.

Menanggapi hal itu, dr. Feldy menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan telah menjalankan tugas secara prosedural, profesional, dan penuh tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.

“Intinya, saya tidak ada maksud untuk membela diri atau membela teman-teman nakes. Mereka juga sudah berupaya maksimal melakukan penanganan terhadap keselamatan nyawa pasien. Tapi lagi-lagi, urusan ajal dan kematian itu adalah urusan Tuhan. Dan saya juga turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” ucapnya.

dr. Feldy juga mengaku sangat menyesalkan pemberitaan media tersebut. Menurutnya, pemberitaan itu tidak disertai keberimbangan dan tidak didahului upaya konfirmasi kepada petugas tenaga kesehatan maupun pihak rumah sakit.

“Karena yang diingat ini adalah dampak dari berita itu untuk masyarakat. Artinya, masyarakat nantinya bisa jadi takut pergi berobat ke fasilitas kesehatan sekarang, dan lebih memilih berdiam diri dengan mengandalkan pengobatan tradisional di desa-desa lewat biang,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika kondisi seperti itu terjadi, maka yang dikhawatirkan adalah risiko dan tingkat kematian ibu dan anak di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan justru akan semakin meningkat.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terumbu Karang Rusak, Warisan Nelayan Bubu Kian Terancam

    Terumbu Karang Rusak, Warisan Nelayan Bubu Kian Terancam

    • calendar_month Ming, 2 Agu 2026
    • visibility 126
    • 0Komentar

    BANGKEP (02/08/2026), tatandak.id – Kerusakan terumbu karang yang terus terjadi mengancam keberlangsungan nelayan tradisional pengguna bubu di wilayah pesisir. Menyusutnya habitat ikan akibat degradasi ekosistem laut menyebabkan hasil tangkapan nelayan terus menurun, sekaligus mengancam kelestarian pengetahuan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Bubu merupakan alat tangkap tradisional yang dibuat secara manual dan telah lama digunakan […]

  • Rusnia Rusnia Subanomo-Nurhayati J. Tokulo Nahkodai KPMI Bangkep Gorontalo, Arah Baru Kepemimpinan Perempuan Dimulai

    Rusnia Rusnia Subanomo-Nurhayati J. Tokulo Nahkodai KPMI Bangkep Gorontalo, Arah Baru Kepemimpinan Perempuan Dimulai

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • visibility 465
    • 0Komentar

    GORONTALO, tatandak.id – Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Banggai Kepulauan Provinsi Gorontalo (KPMI Bangkep Prov. Gorontalo) resmi memasuki babak baru dalam dinamika gerakan mahasiswa. Kepemimpinan organisasi kini diemban oleh Rusnia Rusnia Subanomo sebagai Ketua Umum Formatur dan Nurhayati J. Tokulo sebagai Sekretaris Formatur untuk Periode 2025-2026. Terpilihnya dua figur perempuan ini menandai hadirnya arah kepemimpinan baru yang […]

  • Masyarakat Totikum (Bangkep) Inisiatif Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya, Respons Positif Meningkat

    Masyarakat Totikum (Bangkep) Inisiatif Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya, Respons Positif Meningkat

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • visibility 948
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Kondisi jalan rusak dan berlubang yang menghubungkan Desa Sambiut ke Desa Luksagu serta Desa Sambiut ke Desa Palam, yang merupakan akses utama menuju Ibu Kota Kabupaten Banggai Kepulauan, menjadi perhatian serius masyarakat. Pada 11 Juli 2025, obrolan spontan di Grup WhatsApp “TOTIKUM,” yang beranggotakan lebih dari 300 orang dari berbagai kalangan, baik […]

  • POS POL AIR YANG DIJANJIKAN TAK KUNJUNG HADIR, AKSI BOM IKAN DI LAUT BANGKEP KEMBALI MENGGANAS

    POS POL AIR YANG DIJANJIKAN TAK KUNJUNG HADIR, AKSI BOM IKAN DI LAUT BANGKEP KEMBALI MENGGANAS

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • visibility 566
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Harapan masyarakat pesisir Banggai Kepulauan terhadap penegakan hukum di laut kembali diuji. Janji penempatan Pos Polisi Air (Pol Airud) apung yang sebelumnya disampaikan Polres Banggai Kepulauan hingga kini belum terealisasi. Akibatnya, praktik pengeboman ikan kembali marak dan kian mengancam ekosistem laut. Beberapa waktu lalu, rencana penempatan Pos Pol Airud apung di kawasan […]

  • Dinas Perikanan Bangkep Luruskan Isu Kuota Solar 11 Ribu Liter dan Kapal Pajeko

    Dinas Perikanan Bangkep Luruskan Isu Kuota Solar 11 Ribu Liter dan Kapal Pajeko

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 728
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Menyikapi pemberitaan sebelumnya di tatandak.id berjudul “Skandal Rekomendasi BBM Nelayan Bangkep, 2 Orang Bisa Kuasai 11 Ribu Liter Solar per Minggu” dan “Kapal Pajeko Fiktif Diduga Jadi Modus Mainkan Kuota Solar di Bangkep” (24/09/2025), Dinas Perikanan Kabupaten Banggai Kepulauan memberikan klarifikasi resmi agar publik tidak salah memahami informasi yang beredar. Klarifikasi […]

  • Satpol PP Banggai Kepulauan Konsisten Gelar Pengawasan Rutin, Pastikan Pelajar Tetap di Sekolah Saat Jam Belajar

    Satpol PP Banggai Kepulauan Konsisten Gelar Pengawasan Rutin, Pastikan Pelajar Tetap di Sekolah Saat Jam Belajar

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
    • visibility 256
    • 0Komentar

    S SALAKAN(6 Juni 2026), tatandak.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banggai Kepulauan kembali melaksanakan pengawasan terhadap aktivitas pelajar di sekitar SMK Negeri 1 Tinangkung dan SMA Negeri 1 Tinangkung. Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA tersebut merupakan bagian dari upaya preventif Satpol PP Banggai Kepulauan dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum, khususnya di […]

error: Content is protected !!
expand_less