Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » RSUD Trikora Salakan Buka Suara soal Dugaan Malapraktik Kematian Pasien Asal Manggalai

RSUD Trikora Salakan Buka Suara soal Dugaan Malapraktik Kematian Pasien Asal Manggalai

  • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
  • visibility 1.255
  • comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak.id – Pihak RSUD Trikora Salakan akhirnya memberikan klarifikasi terkait tudingan malapraktik atas meninggalnya seorang pasien perempuan berusia 27 tahun, asal Desa Manggalai, Kecamatan Tinangkung. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh pihak rumah sakit pada Rabu sore (15/4/2026).

Pasien tersebut sebelumnya diketahui menjalani proses persalinan normal anak kedua di RSUD Trikora Salakan pada Senin (13/4/2026). Namun, setelah proses persalinan berlangsung, pasien kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Kronologi singkat penanganan pasien

Usai menjalani persalinan normal di rumah sakit, pasien mengalami pendarahan hebat akibat ruptur uterus, yakni robekan pada rahim atau kandungan.

Menurut penjelasan pihak rumah sakit, robekan akibat ruptur uterus tersebut sulit terdeteksi dan hanya dapat diketahui melalui tanda-tanda pada alat vital pasien.

Karena kondisi itu, tindakan yang dapat dilakukan hanyalah melalui operasi. Tindakan operasi tersebut, menurut pihak rumah sakit, dilakukan atas dasar persetujuan bersama antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien.

Direktur RSUD Salakan, dr. Feldy, Sp.B, menjelaskan bahwa sebelum operasi dilakukan, dokter kandungan sempat memanggil pihak keluarga ke ruang operasi untuk menyaksikan adanya sobekan pada bagian pasien setelah persalinan normal pervaginam.

“Tindakan operasi dimaksud adalah operasi angkat kandungan,” kata dr. Feldy.

Setelah proses operasi dilakukan, lanjut dr. Feldy, pasien sempat mengalami pendarahan hebat. Namun kondisi tersebut disebut dapat segera teratasi.

Selanjutnya, pasien dipindahkan ke ruang ICU guna menjalani perawatan dan pemulihan secara lebih intensif.

Namun pada malam harinya, sekitar pukul 20.00 Wita, pasien dinyatakan meninggal dunia akibat kegagalan semua fungsi organ atau Multiple Organ Dysfunction Syndrome (MODS) / Multiple Organ Failure (MOF).

Pihak rumah sakit juga menjelaskan bahwa pasca operasi atau hemorrhage post partum (HPP) dapat saja terjadi pada seorang pasien, tergantung pada bagian uterus yang mengalami robekan spontan.

Tanggapan atas tudingan malapraktik

Atas peristiwa tersebut, pihak rumah sakit kemudian dituding melakukan malapraktik terkait kematian pasien asal Desa Manggalai itu. Tudingan tersebut mencuat melalui pemberitaan di salah satu media lokal di Banggai Kepulauan.

Menanggapi hal itu, dr. Feldy menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan telah menjalankan tugas secara prosedural, profesional, dan penuh tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.

“Intinya, saya tidak ada maksud untuk membela diri atau membela teman-teman nakes. Mereka juga sudah berupaya maksimal melakukan penanganan terhadap keselamatan nyawa pasien. Tapi lagi-lagi, urusan ajal dan kematian itu adalah urusan Tuhan. Dan saya juga turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” ucapnya.

dr. Feldy juga mengaku sangat menyesalkan pemberitaan media tersebut. Menurutnya, pemberitaan itu tidak disertai keberimbangan dan tidak didahului upaya konfirmasi kepada petugas tenaga kesehatan maupun pihak rumah sakit.

“Karena yang diingat ini adalah dampak dari berita itu untuk masyarakat. Artinya, masyarakat nantinya bisa jadi takut pergi berobat ke fasilitas kesehatan sekarang, dan lebih memilih berdiam diri dengan mengandalkan pengobatan tradisional di desa-desa lewat biang,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika kondisi seperti itu terjadi, maka yang dikhawatirkan adalah risiko dan tingkat kematian ibu dan anak di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan justru akan semakin meningkat.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Taufik Zumri Laumarang Soroti Sulitnya Akses Internet di Desa Palam: Potensi Besar, Tapi Masih Terkendala Jaringan

    Taufik Zumri Laumarang Soroti Sulitnya Akses Internet di Desa Palam: Potensi Besar, Tapi Masih Terkendala Jaringan

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • visibility 740
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Persoalan akses internet di wilayah pedesaan Kabupaten Banggai Kepulauan kembali mendapat sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada Desa Palam, Kecamatan Tinangkung Utara, yang dinilai memiliki potensi ekonomi dan pariwisata cukup besar, namun masih terkendala oleh sulitnya jaringan internet dan telepon seluler. Sorotan tersebut disampaikan oleh Taufik Zumri Laumarang seorang Jurnalis, yang […]

  • Kasus Anak di Totikum Selatan Jadi Sorotan, Polres Bangkep Tegaskan: Masih Diproses hingga Penuntutan

    Kasus Anak di Totikum Selatan Jadi Sorotan, Polres Bangkep Tegaskan: Masih Diproses hingga Penuntutan

    • calendar_month Rab, 7 Okt 2026
    • visibility 120
    • 0Komentar

    BANGKEP (07/10/2026), tatandak.id – Kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur dan penyebaran konten asusila di Kecamatan Totikum Selatan belum berakhir. Di tengah sorotan publik terhadap penanganannya, Polres Banggai Kepulauan memastikan perkara tersebut masih berjalan dan tidak pernah dihentikan. Perkara yang menyita perhatian masyarakat itu kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan […]

  • Senin, 6 April 2026, Pemda Bangkep Gelar Rapat Penataan BBM Bersubsidi, Publik Menunggu Hasil Nyata, Bukan Lagi Seremoni

    Senin, 6 April 2026, Pemda Bangkep Gelar Rapat Penataan BBM Bersubsidi, Publik Menunggu Hasil Nyata, Bukan Lagi Seremoni

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Sekretariat Daerah dijadwalkan menggelar rapat pada Senin, 6 April 2026, pukul 13.30 WITA sampai selesai, bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Kabupaten Banggai Kepulauan, dalam rangka mengoptimalkan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Banggai Kepulauan. Berdasarkan undangan resmi yang diterbitkan Sekretariat Daerah, rapat tersebut akan membahas dua […]

  • Kapal Pajeko Fiktif Diduga Jadi Modus Mainkan Kuota Solar di Bangkep

    Kapal Pajeko Fiktif Diduga Jadi Modus Mainkan Kuota Solar di Bangkep

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 635
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Rapat resmi Pemda Banggai Kepulauan menguak dugaan praktik manipulasi dalam distribusi BBM bersubsidi sektor perikanan (17/09/2025). Fakta yang dipaparkan perwakilan Dinas Perikanan menunjukkan adanya klaim penggunaan kapal berkapasitas 30 gros ton atau sejenis kapal pajeko sebagai dasar pengajuan rekomendasi solar. Masalahnya, berdasarkan data resmi, tidak pernah tercatat keberadaan kapal pajeko di […]

  • Gotong Royong Tanpa Batas Status: Warga Totikum Bersatu Bangun Jalan Demi Kenyamanan Bersama

    Gotong Royong Tanpa Batas Status: Warga Totikum Bersatu Bangun Jalan Demi Kenyamanan Bersama

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • visibility 780
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Dalam semangat kebersamaan yang luar biasa, warga Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, telah menunjukkan bahwa perbedaan status sosial tidak menjadi halangan untuk berkontribusi pada kebaikan bersama. Mulai dari pegawai kantoran, PNS, pengacara, pengusaha, hingga penegak hukum, semua turun tangan tanpa memandang profesi atau jabatan. Semua satu tujuan yakni memperbaiki jalan yang rusak […]

  • Muh. Gatot Subroto: “Jangan Wariskan Lubang Tambang kepada Anak Cucu, Alam Banggai Kepulauan Bukan untuk Dihancurkan”

    Muh. Gatot Subroto: “Jangan Wariskan Lubang Tambang kepada Anak Cucu, Alam Banggai Kepulauan Bukan untuk Dihancurkan”

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2026
    • visibility 165
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Di tengah menguatnya wacana eksploitasi batu gamping di Banggai Kepulauan, suara penolakan dari masyarakat terus bergema. Salah satu yang paling lantang datang dari tokoh muda Banggai Kepulauan yakni Muh. Gatot Subroto, yang mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh dibayar dengan kerusakan lingkungan dan hilangnya masa depan generasi mendatang. Menurut Muh. Gatot Subroto, […]

error: Content is protected !!
expand_less