Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » RSUD Trikora Salakan Buka Suara soal Dugaan Malapraktik Kematian Pasien Asal Manggalai

RSUD Trikora Salakan Buka Suara soal Dugaan Malapraktik Kematian Pasien Asal Manggalai

  • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
  • visibility 1.043
  • comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak.idPihak RSUD Trikora Salakan akhirnya memberikan klarifikasi terkait tudingan malapraktik atas meninggalnya seorang pasien perempuan berusia 27 tahun, asal Desa Manggalai, Kecamatan Tinangkung. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh pihak rumah sakit pada Rabu sore (15/4/2026).

Pasien tersebut sebelumnya diketahui menjalani proses persalinan normal anak kedua di RSUD Trikora Salakan pada Senin (13/4/2026). Namun, setelah proses persalinan berlangsung, pasien kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Kronologi singkat penanganan pasien

Usai menjalani persalinan normal di rumah sakit, pasien mengalami pendarahan hebat akibat ruptur uterus, yakni robekan pada rahim atau kandungan.

Menurut penjelasan pihak rumah sakit, robekan akibat ruptur uterus tersebut sulit terdeteksi dan hanya dapat diketahui melalui tanda-tanda pada alat vital pasien.

Karena kondisi itu, tindakan yang dapat dilakukan hanyalah melalui operasi. Tindakan operasi tersebut, menurut pihak rumah sakit, dilakukan atas dasar persetujuan bersama antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien.

Direktur RSUD Salakan, dr. Feldy, Sp.B, menjelaskan bahwa sebelum operasi dilakukan, dokter kandungan sempat memanggil pihak keluarga ke ruang operasi untuk menyaksikan adanya sobekan pada bagian pasien setelah persalinan normal pervaginam.

“Tindakan operasi dimaksud adalah operasi angkat kandungan,” kata dr. Feldy.

Setelah proses operasi dilakukan, lanjut dr. Feldy, pasien sempat mengalami pendarahan hebat. Namun kondisi tersebut disebut dapat segera teratasi.

Selanjutnya, pasien dipindahkan ke ruang ICU guna menjalani perawatan dan pemulihan secara lebih intensif.

Namun pada malam harinya, sekitar pukul 20.00 Wita, pasien dinyatakan meninggal dunia akibat kegagalan semua fungsi organ atau Multiple Organ Dysfunction Syndrome (MODS) / Multiple Organ Failure (MOF).

Pihak rumah sakit juga menjelaskan bahwa pasca operasi atau hemorrhage post partum (HPP) dapat saja terjadi pada seorang pasien, tergantung pada bagian uterus yang mengalami robekan spontan.

Tanggapan atas tudingan malapraktik

Atas peristiwa tersebut, pihak rumah sakit kemudian dituding melakukan malapraktik terkait kematian pasien asal Desa Manggalai itu. Tudingan tersebut mencuat melalui pemberitaan di salah satu media lokal di Banggai Kepulauan.

Menanggapi hal itu, dr. Feldy menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan telah menjalankan tugas secara prosedural, profesional, dan penuh tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.

“Intinya, saya tidak ada maksud untuk membela diri atau membela teman-teman nakes. Mereka juga sudah berupaya maksimal melakukan penanganan terhadap keselamatan nyawa pasien. Tapi lagi-lagi, urusan ajal dan kematian itu adalah urusan Tuhan. Dan saya juga turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” ucapnya.

dr. Feldy juga mengaku sangat menyesalkan pemberitaan media tersebut. Menurutnya, pemberitaan itu tidak disertai keberimbangan dan tidak didahului upaya konfirmasi kepada petugas tenaga kesehatan maupun pihak rumah sakit.

“Karena yang diingat ini adalah dampak dari berita itu untuk masyarakat. Artinya, masyarakat nantinya bisa jadi takut pergi berobat ke fasilitas kesehatan sekarang, dan lebih memilih berdiam diri dengan mengandalkan pengobatan tradisional di desa-desa lewat biang,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika kondisi seperti itu terjadi, maka yang dikhawatirkan adalah risiko dan tingkat kematian ibu dan anak di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan justru akan semakin meningkat.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indra Banguno: Tambang Batu Gamping di Bangkep Bisa Ancam Sumber Air, Laut, dan Masa Depan Pulau-Pulau Kecil

    Indra Banguno: Tambang Batu Gamping di Bangkep Bisa Ancam Sumber Air, Laut, dan Masa Depan Pulau-Pulau Kecil

    • calendar_month 18 jam yang lalu
    • visibility 55
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Aktivis lingkungan dan pemerhati daerah, Indra Banguno, menyuarakan kekhawatirannya terhadap rencana aktivitas pertambangan batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah. Menurutnya, karakter geografis Bangkep yang didominasi pulau-pulau kecil menjadikan kawasan tersebut sangat rentan terhadap dampak kerusakan lingkungan akibat eksploitasi karst. Indra menegaskan bahwa Bangkep bukan wilayah daratan luas yang […]

  • Irfan Kahar: Jangan Jadikan Banggai Kepulauan Korban Ekonomi Ekstraktif

    Irfan Kahar: Jangan Jadikan Banggai Kepulauan Korban Ekonomi Ekstraktif

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • visibility 93
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Gelombang penolakan masyarakat terhadap rencana aktivitas pertambangan batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) bukanlah bentuk sikap anti investasi. Penolakan ini lahir dari kesadaran kolektif masyarakat yang mulai memahami bahwa eksploitasi sumber daya alam tanpa arah pembangunan yang jelas hanya akan melahirkan ketimpangan, kerusakan ekologis, dan penderitaan sosial dalam jangka panjang. Menurut […]

  • Keluarga Laporkan Dugaan Kejanggalan Penanganan Persalinan di RS Trikora Salakan, Seorang Guru Meninggal Dunia

    Keluarga Laporkan Dugaan Kejanggalan Penanganan Persalinan di RS Trikora Salakan, Seorang Guru Meninggal Dunia

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • visibility 1.462
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id –  Keluarga almarhumah Farida, seorang guru asal Manggalai, melaporkan dugaan kejanggalan dalam penanganan persalinan di RS Trikora Salakan kepada pihak kepolisian. Pengaduan tersebut ditujukan kepada Kapolres Banggai Kepulauan dan tertanggal 13 April 2026. Dalam surat pengaduan, pihak keluarga meminta agar peristiwa yang berujung pada meninggalnya almarhumah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. […]

  • Misteri Kematian Adik Naya, Polres Bangkep Lakukan Autopsi Forensik Usai Ekshumasi

    Misteri Kematian Adik Naya, Polres Bangkep Lakukan Autopsi Forensik Usai Ekshumasi

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • visibility 1.156
    • 0Komentar

    BANGGAI LAUT, tatandai.id — Upaya pengungkapan kasus kematian Hijrah Adriani alias Naya (5), anak perempuan asal Banggai Kepulauan yang ditemukan meninggal secara misterius pada awal Februari 2025, kembali dilanjutkan oleh pihak kepolisian. Jumat (13/6/2025), Polres Banggai Kepulauan melakukan proses ekshumasi atau pembongkaran makam untuk melaksanakan autopsi forensik pertama terhadap jenazah Naya, guna mengungkap penyebab pasti […]

  • PEMUNGUTAN SUARA ULANG: Solusi atau Masalah?

    PEMUNGUTAN SUARA ULANG: Solusi atau Masalah?

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • visibility 1.320
    • 0Komentar

    Oleh: SUPRIATMO LUMUAN Ketua KPU Kab. Banggai Kepulauan periode 2023-2028 Beberap waktu lalu, Mahakamah Konstitusi memerintahakan dilaksanakan PSU di 24 daerah. Kalau kita membaca 24 putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan dilaksanakan PSU, Maka kita bisa mengklaster tiga tahapan penting dalam pilkada yang menjadi penyebab objek sengketa. Partama, Tahapan pencalonan. Masalah di Tahapan ini, adalah soal […]

  • Akta Kelahiran Anak Angkat Disamakan Anak Kandung, Muhammad Saleh Gasin: Ini Keliru dan Berisiko Hukum, Segera Perbaiki

    Akta Kelahiran Anak Angkat Disamakan Anak Kandung, Muhammad Saleh Gasin: Ini Keliru dan Berisiko Hukum, Segera Perbaiki

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • visibility 1.327
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Praktik pengangkatan anak yang tidak sesuai prosedur hukum masih sering terjadi di tengah masyarakat, dan yang paling sering ditemui adalah pencantuman nama orang tua angkat sebagai orang tua kandung dalam akta kelahiran, sehingga seolah-olah anak tersebut merupakan anak biologis (anak kandung). Praktik seperti ini keliru dan berisiko hukum. Hal tersebut ditegaskan oleh Muhammad […]

error: Content is protected !!
expand_less