Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » UMUM » Muhammad Saleh Gasin: BUMDes sebagai Model Distribusi BBM Berbasis Desa, Jawaban atas Keterbatasan Akses di Bangkep

Muhammad Saleh Gasin: BUMDes sebagai Model Distribusi BBM Berbasis Desa, Jawaban atas Keterbatasan Akses di Bangkep

  • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
  • visibility 282
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali menjadi sorotan, terutama setelah muncul berbagai gejolak di masyarakat akibat sulitnya akses dan ketidakteraturan distribusi di lapangan.

Menanggapi kondisi tersebut, Advokat dan Akademisi, Muhammad Saleh Gasin, menawarkan pendekatan solusi yang dinilai realistis, terukur, dan sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan, yakni melalui penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai model distribusi berbasis desa.

Menurutnya, persoalan utama BBM di Banggai Kepulauan tidak dapat dilepaskan dari faktor geografis dan keterbatasan infrastruktur distribusi.

“Bangkep ini wilayah kepulauan, banyak desa jauh dari SPBU, sementara jumlah SPBU hanya tujuh titik. Ini realitas yang tidak bisa diabaikan dalam merumuskan kebijakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa selama ini distribusi BBM cenderung bertumpu pada mekanisme langsung dari SPBU ke masyarakat, yang dalam praktiknya tidak mampu menjangkau seluruh wilayah secara adil.

“Kalau sistemnya hanya mengandalkan masyarakat datang ke SPBU, maka desa-desa jauh akan selalu tertinggal. Di sinilah muncul ketimpangan akses,” katanya.

Menurut Saleh, kondisi tersebut kemudian memicu berbagai pola distribusi tidak resmi, seperti penggunaan jerigen dalam skala besar dan munculnya pengecer yang menguasai pasokan di tingkat lokal.

“Ketika sistem resmi tidak menjangkau, maka sistem tidak resmi akan tumbuh. Ini yang kemudian memicu harga tidak wajar dan distribusi tidak terkendali,” jelasnya.

Untuk itu, ia menilai bahwa solusi tidak cukup hanya dengan pengetatan, tetapi harus menghadirkan sistem alternatif yang tetap sah, terkontrol, dan mampu menjangkau masyarakat.

“Solusinya bukan sekadar melarang, tapi menyediakan jalur distribusi resmi yang bisa menjangkau desa,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, Saleh Gasin mendorong agar BUMDes dijadikan sebagai satu-satunya kanal distribusi BBM bersubsidi di tingkat desa, khususnya untuk wilayah yang jauh dari SPBU.

“BUMDes bisa menjadi perpanjangan tangan distribusi. Desa ambil secara resmi, lalu disalurkan ke masyarakat berdasarkan data kebutuhan riil,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendekatan ini bukan sekadar wacana, tetapi dapat langsung dijalankan tanpa membutuhkan anggaran besar maupun sistem yang kompleks.

“Tidak perlu sistem canggih. Cukup data desa, pengawasan, dan alur distribusi yang jelas,” katanya.

Menurutnya, dengan skema BUMDes, distribusi BBM akan menjadi lebih tertib karena hanya melalui satu pintu yang dapat dikontrol.

“Kalau satu desa satu pintu distribusi, maka pengawasan jauh lebih mudah. Tidak ada lagi distribusi liar yang tidak terdata,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menilai bahwa mekanisme ini akan memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga di tingkat masyarakat.

“BUMDes bisa menjaga harga tetap sesuai ketentuan, karena tidak ada lagi rantai distribusi panjang yang dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan berlebihan,” ujarnya.

Lebih jauh, Saleh Gasin menekankan bahwa model ini juga dapat menjawab dilema kebijakan yang selama ini terjadi, khususnya terkait sistem rekomendasi BBM.

“Rekomendasi tetap dari dinas, tapi data penerima harus dari desa. Karena desa yang paling tahu siapa yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa di Banggai Kepulauan, banyak masyarakat yang memiliki aktivitas ganda, seperti ASN yang juga bertani atau melaut, sehingga tidak seluruhnya dapat terakomodir dalam klasifikasi administratif formal.

“Ini realitas sosial yang tidak bisa diabaikan. Kebijakan harus adaptif, tanpa meninggalkan prinsip kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan,” tegasnya.

Dengan basis data desa yang terverifikasi, menurutnya distribusi BBM dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran tanpa membuka celah penyalahgunaan.

“Kalau data benar, maka distribusi pasti tepat. Ini kunci dari seluruh sistem,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa penguatan BUMDes tidak berarti menghilangkan pengawasan, tetapi justru mempermudah pengendalian oleh pemerintah dan Satgas.

“Lebih mudah mengawasi satu lembaga resmi daripada banyak jalur distribusi liar,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa langkah ini harus berjalan bersamaan dengan penguatan pengawasan di SPBU, transparansi stok, serta penindakan terhadap pelaku utama penyimpangan.

“Ini bukan solusi tunggal, tapi bagian dari sistem yang saling terhubung. Kalau semua dijalankan, masalah bisa selesai,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Saleh Gasin menegaskan bahwa persoalan BBM di Banggai Kepulauan tidak akan selesai jika pendekatan yang digunakan tidak menyesuaikan dengan kondisi riil wilayah.

“Bangkep ini tidak bisa disamakan dengan daerah daratan. Kalau sistemnya tidak disesuaikan, maka masalah akan terus berulang,” katanya.

Ia menutup dengan penegasan bahwa BUMDes merupakan solusi strategis yang mampu menjembatani antara kebijakan dan kebutuhan masyarakat.

“BUMDes bukan hanya pilihan, tapi kebutuhan. Ini cara paling realistis untuk memastikan BBM benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak,” pungkasnya.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musrenbangdes Tolisetubono Bahas RKPDes 2027 dan DU-RKPDes 2028, Aspirasi Masyarakat Jadi Prioritas

    Musrenbangdes Tolisetubono Bahas RKPDes 2027 dan DU-RKPDes 2028, Aspirasi Masyarakat Jadi Prioritas

    • calendar_month Rab, 9 Sep 2026
    • visibility 87
    • 0Komentar

    TOLISETUBONO, tatandak.id – Pemerintah Desa Tolisetubono menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 dan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (DU-RKPDes) Tahun Anggaran 2028. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (8/9/2026) di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Tolisetubono tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses […]

  • Hati-Hati! Muhammad Saleh Gasin Jelaskan Risiko Pidana Pengalihan Objek Fidusia

    Hati-Hati! Muhammad Saleh Gasin Jelaskan Risiko Pidana Pengalihan Objek Fidusia

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • visibility 1.285
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Fidusia merupakan salah satu bentuk perjanjian jaminan kebendaan yang lazim digunakan dalam berbagai transaksi pembiayaan, seperti kredit kendaraan bermotor maupun pembiayaan usaha. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa objek jaminan fidusia tidak boleh dialihkan, digadaikan, atau disewakan tanpa izin tertulis dari penerima fidusia. Menurut Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., Ketua Yayasan […]

  • Kesigapan Kepolisian Berbuah Hasil, Novita Ayuba Ditemukan dan Dipertemukan dengan Keluarga

    Kesigapan Kepolisian Berbuah Hasil, Novita Ayuba Ditemukan dan Dipertemukan dengan Keluarga

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • visibility 946
    • 0Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Upaya pencarian terhadap Novita Ayuba, mahasiswi Universitas Bina Mandiri Gorontalo yang sebelumnya dilaporkan hilang, akhirnya membuahkan hasil. Novita berhasil ditemukan dalam keadaan selamat hari ini 19/01/2026 berkat kesigapan dan koordinasi solid aparat Kepolisian lintas wilayah. Informasi penemuan tersebut disampaikan kepada media oleh Kasat Intelkam Polres Banggai, Iptu Muh. Ruhil Newton Sugiarto, S.H. […]

  • Satpol PP Bangkep Respons Cepat Aduan Warga, Investigasi Dugaan Hewan Ternak Berkeliaran di Desa Kautu

    Satpol PP Bangkep Respons Cepat Aduan Warga, Investigasi Dugaan Hewan Ternak Berkeliaran di Desa Kautu

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • visibility 202
    • 0Komentar

    TINANGKUNG, tatandak.id – Komitmen Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banggai Kepulauan dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum kembali ditunjukkan melalui respon cepat terhadap laporan masyarakat yang beredar di media sosial Facebook terkait dugaan hewan ternak yang berkeliaran di Kompleks Patingkang, Desa Kautu, Kecamatan Tinangkung. Menindaklanjuti informasi tersebut, atas arahan Kepala Satuan Polisi Pamong […]

  • Gelar Perkara Putuskan Penghentian Aktivitas, Kini Pabrik Tahu Desa Baka Diberi Waktu Tetap Beroperasi 3 Bulan Lewat Instruksi Bupati

    Gelar Perkara Putuskan Penghentian Aktivitas, Kini Pabrik Tahu Desa Baka Diberi Waktu Tetap Beroperasi 3 Bulan Lewat Instruksi Bupati

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • visibility 310
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Penanganan dugaan pelanggaran yang dilakukan salah satu usaha tahu di Desa Baka, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, memasuki babak baru setelah Bupati Banggai Kepulauan mengeluarkan instruksi tertulis yang memberikan kesempatan relokasi selama tiga bulan kepada pelaku usaha. Kebijakan tersebut menarik perhatian masyarakat karena sebelumnya proses penanganan telah berjalan melalui tahapan investigasi […]

  • Aksi IPBK Berbuah Sikap DPRD: Karst Banggai Kepulauan Tak Boleh Dikorbankan

    Aksi IPBK Berbuah Sikap DPRD: Karst Banggai Kepulauan Tak Boleh Dikorbankan

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • visibility 454
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Aksi demonstrasi Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu, Sulawesi Tengah, terhadap aktivitas pertambangan batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan mulai membuahkan hasil. Suara penolakan yang disampaikan mahasiswa dan pemuda Banggai Kepulauan di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah mendapat respons serius melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Sulteng pada 28 […]

error: Content is protected !!
expand_less