Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KESEHATAN » Gaji Nakes Bangkep Tak Kunjung Cair, Pernyataan Kadinkes Berubah-ubah – Publik: “Yang Benar Yang Mana?”

Gaji Nakes Bangkep Tak Kunjung Cair, Pernyataan Kadinkes Berubah-ubah – Publik: “Yang Benar Yang Mana?”

  • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
  • visibility 723
  • comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak – Polemik keterlambatan gaji tenaga kesehatan di Kabupaten Banggai Kepulauan semakin memancing kemarahan publik. Setelah sebelumnya terungkap dokter di Puskesmas Totikum Selatan bekerja hingga tiga bulan tanpa menerima gaji, kini masyarakat justru dibuat bingung oleh pernyataan yang saling bertentangan dari pihak Dinas Kesehatan.

Pada pernyataan pertama kepada media, Kepala Dinas Kesehatan Bangkep, dr. James H.D. Pinontoan, menyebut keterlambatan gaji terjadi karena pelaporan dan penginputan keuangan yang lambat dari puskesmas hingga dinas, sehingga proses administrasi baru bisa dirampungkan pada awal Maret.

Ia bahkan memastikan bahwa setelah laporan selesai dimasukkan ke BPKAD, gaji para tenaga kesehatan kemungkinan dapat dicairkan dalam waktu 2 – 3 hari.

Namun pernyataan tersebut kemudian berubah dalam penjelasan lain. Kadinkes justru menyebut persoalan gaji dokter kontrak terjadi karena status dokter kontrak yang tidak lagi diakomodasi dalam regulasi ASN, sehingga pemerintah daerah harus menunggu Peraturan Bupati (Perbup) untuk menjadi dasar pembayaran insentif dokter kontrak.

Dua penjelasan berbeda ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat.

Jika benar masalahnya hanya keterlambatan pelaporan keuangan, mengapa kemudian muncul alasan baru terkait ketiadaan regulasi pengangkatan dokter kontrak?

Sebaliknya, jika persoalan utama memang belum adanya Perbup, bagaimana mungkin sebelumnya disebut bahwa gaji bisa segera cair setelah laporan keuangan selesai?

Publik menilai kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksiapan manajemen birokrasi dalam mengelola sektor kesehatan, yang justru berdampak langsung pada tenaga medis di lapangan.

Ironisnya, di tengah tarik-menarik alasan administratif tersebut, para dokter dan tenaga kesehatan tetap dituntut memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, bahkan sering bekerja melampaui jam kerja resmi.

“Kalau alasannya berubah-ubah seperti ini, wajar kalau publik mulai bertanya: sebenarnya yang bermasalah sistemnya atau pengelolanya?” ujar salah satu tokoh masyarakat yang mengikuti polemik ini.

Kekecewaan publik semakin besar karena tenaga kesehatan adalah garda terdepan pelayanan masyarakat, terutama di daerah kepulauan yang memiliki keterbatasan tenaga medis.

Tidak sedikit warga menilai situasi ini sebagai bentuk ketidakseriusan pemerintah daerah dalam menghargai pengabdian tenaga kesehatan, terlebih ketika dokter yang bertugas justru harus bertahan hidup di daerah dengan biaya pribadi sementara haknya tertahan di meja birokrasi.

Publik kini menunggu sikap tegas dari pimpinan daerah untuk menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat apakah keterlambatan ini murni persoalan administrasi, atau justru akibat kebijakan yang tidak dipersiapkan sejak awal tahun anggaran.

Jika polemik ini terus berlarut tanpa kejelasan, masyarakat khawatir kepercayaan terhadap manajemen pelayanan kesehatan daerah akan semakin merosot.

Sebab satu hal yang tidak bisa ditunda adalah kesehatan masyarakat dan di balik pelayanan itu ada tenaga medis yang juga memiliki hak untuk diperlakukan secara adil.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penjilat Kekuasaan Merajalela, Nalar Kritis Tergerus: Catatan Keras Irwanto Diasa (Simbil)

    Penjilat Kekuasaan Merajalela, Nalar Kritis Tergerus: Catatan Keras Irwanto Diasa (Simbil)

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • visibility 517
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Fenomena menjamurnya perilaku penjilat kekuasaan dinilai menjadi salah satu faktor utama melemahnya nalar kritis dalam birokrasi dan pemerintahan. Kondisi ini tidak hanya merusak kualitas kebijakan, tetapi juga mempercepat normalisasi penyimpangan secara sistemik. Pengamat sosial, Irwanto Diasa, yang akrab disapa Simbil, menilai bahwa loyalitas semu telah menggantikan keberanian moral dalam banyak ruang pengambilan keputusan. […]

  • Tinjau Jembatan Binuntuli, Sekda Bangkep Sambangi Empat Posko KKN dan Beri Semangat Mahasiswa

    Tinjau Jembatan Binuntuli, Sekda Bangkep Sambangi Empat Posko KKN dan Beri Semangat Mahasiswa

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • visibility 145
    • 0Komentar

    BANGKEP (26/7/2026), tatandak.id – Di sela agenda peninjauan kondisi Jembatan Binuntuli di Kecamatan Liang, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muhamad Aris Susanto, SE., ME, menyempatkan diri mengunjungi empat posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa yang berada di wilayah tersebut. Peninjauan jembatan dilakukan untuk memastikan kondisi infrastruktur tetap mendukung kelancaran akses transportasi masyarakat sekaligus mendorong percepatan […]

  • Muhammad Saleh Gasin Bongkar Arah Baru Hukum Pidana: Dari Menghukum ke Memulihkan

    Muhammad Saleh Gasin Bongkar Arah Baru Hukum Pidana: Dari Menghukum ke Memulihkan

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • visibility 795
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Paradigma penegakan hukum pidana di Indonesia resmi memasuki babak baru. Setelah puluhan tahun berorientasi pada pembalasan (retributive justice), negara kini menggeser arah menuju pendekatan pemulihan melalui mekanisme restorative justice sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) 2025 yang mulai berlaku seiring diberlakukannya KUHP Nasional pada 2 Januari 2026. Advokat sekaligus dosen, […]

  • BBM Subsidi Milik Rakyat, Bukan Segelintir Orang

    BBM Subsidi Milik Rakyat, Bukan Segelintir Orang

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • visibility 778
    • 0Komentar

    BBM subsidi seharusnya menjadi penopang hidup rakyat kecil. Nelayan, petani, sopir angkutan, hingga masyarakat berpenghasilan rendah menggantungkan napas ekonominya pada harga BBM murah. Subsidi itu diberikan negara bukan tanpa alasan, melainkan untuk menjaga keseimbangan hidup masyarakat bawah agar tetap bisa bekerja, berproduksi, dan menggerakkan roda ekonomi. Namun, kenyataannya sungguh pahit. Di lapangan, BBM subsidi justru […]

  • Senin, 6 April 2026, Pemda Bangkep Gelar Rapat Penataan BBM Bersubsidi, Publik Menunggu Hasil Nyata, Bukan Lagi Seremoni

    Senin, 6 April 2026, Pemda Bangkep Gelar Rapat Penataan BBM Bersubsidi, Publik Menunggu Hasil Nyata, Bukan Lagi Seremoni

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • visibility 1.017
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Sekretariat Daerah dijadwalkan menggelar rapat pada Senin, 6 April 2026, pukul 13.30 WITA sampai selesai, bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Kabupaten Banggai Kepulauan, dalam rangka mengoptimalkan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Banggai Kepulauan. Berdasarkan undangan resmi yang diterbitkan Sekretariat Daerah, rapat tersebut akan membahas dua […]

  • Banggai Kepulauan Tidak Bisa Terus Diam, Muhammad Saleh Gasin Ajak Warga Lebih Sadar dan Berani

    Banggai Kepulauan Tidak Bisa Terus Diam, Muhammad Saleh Gasin Ajak Warga Lebih Sadar dan Berani

    • calendar_month Sel, 24 Mar 2026
    • visibility 998
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Banggai Kepulauan tidak bisa terus berada dalam kondisi diam di tengah berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Kesadaran dan keberanian warga dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan yang lebih baik di daerah. Hal tersebut disampaikan oleh praktisi hukum atau advokat, Muhammad Saleh Gasin, yang selama ini aktif melakukan edukasi hukum serta […]

error: Content is protected !!
expand_less