Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Irwanto Diasa (Simbil): Tetap Terhubung Adalah Kekuatan Sejati Masyarakat Sipil

Irwanto Diasa (Simbil): Tetap Terhubung Adalah Kekuatan Sejati Masyarakat Sipil

  • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
  • visibility 771
  • comment 0 komentar

TATANDAK.ID – Di tengah dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks, Irwanto Diasa, atau yang akrab disapa Simbil, menegaskan bahwa kekuatan utama dalam menjaga peradaban bukanlah senjata, kekuasaan, ataupun institusi negara, melainkan keterhubungan antarmanusia atau people.

Menurut Simbil, people adalah fondasi mutlak sebuah negara. Tanpa people, negara tidak akan pernah ada. Sebaliknya, tanpa negara, people tetap akan hidup, berkembang, dan beradaptasi.

“Tanpa negara people tetap ada, tapi tanpa people tidak mungkin ada negara,” ujar Simbil, menegaskan relasi mendasar antara rakyat dan negara.

Ia menjelaskan bahwa negara sejatinya dibentuk untuk menjawab kebutuhan masyarakat yakni mulai dari keadilan, perlindungan hak, hingga rasa aman. Namun dalam praktiknya, tidak jarang negara atau institusi yang seharusnya melayani justru berbalik memaksakan kehendak, dengan dalih “atas nama rakyat” dan “demi kepentingan rakyat”.

Simbil mengingatkan tentang fenomena yang ia sebut sebagai “kulusnisasi”, yakni kondisi ketika kebijakan atau agenda tertentu dikemas seolah-olah berpihak pada rakyat, padahal sesungguhnya hanya melayani kepentingan sponsor atau kelompok tertentu.

“Dalih atas nama rakyat sering kali hanya kemasan. Terlihat manis, humanis, dan seolah benar, padahal isinya kosong. Dalam bahasa Seasea, itu disebut kulus (bohong),” tegasnya.

Ia menekankan bahwa tidak semua kebijakan negara bersifat demikian, namun masyarakat sipil dituntut cerdas dan teliti untuk membedakan mana yang tulus dan mana yang manipulatif.

Dalam konteks ini, Simbil menggarisbawahi pentingnya keterhubungan dan solidaritas masyarakat sipil. Ia mengutip pandangan Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., seorang praktisi hukum dan dosen, yang menyatakan bahwa keterhubungan adalah satu-satunya kekuatan rakyat ketika berhadapan dengan kekuasaan yang menyimpang dari hakekatnya.

Namun Simbil menekankan, secara historis, fakta tersebut sudah lama terbukti.

“Tanpa keterhubungan, nasib people seperti kadal di bawah tapak kaki gajah,” ujarnya.

Ia mencontohkan berbagai peristiwa sejarah dunia, seperti Penyerbuan Penjara Bastille di Prancis, gerakan reformasi Indonesia 1998-1999, hingga pergerakan masyarakat sipil di Nepal, sebagai bukti bahwa integrasi dan koneksi rakyat tertindas mampu mengguncang kekuasaan yang tampak tak tergoyahkan.

Menurut Simbil, era digital saat ini justru membuka peluang besar bagi masyarakat sipil untuk tetap terhubung, baik dalam menerima informasi, mengolah isu, hingga mengubahnya menjadi advokasi yang positif, produktif, dan beradab.

“Tetap terhubung hari ini bukan hal sulit. Yang penting bukan sekadar berbagi isu, tapi mengolahnya menjadi gerakan yang bermakna,” katanya.

Ia menutup refleksinya dengan pesan persaudaraan dan solidaritas antarwarga:

“Tetap saling terhubung, saudaraku. Jangan berjalan sendiri, dan jangan biarkan kawanmu berjalan sendiri. Basudara bakujaga.”

Refleksi ini disampaikannya sebagai pesan akhir tahun, sekaligus harapan menyongsong Tahun Baru 2026, agar masyarakat sipil tetap menjadi penjaga nilai, nurani, dan peradaban.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BBM Subsidi Milik Rakyat, Bukan Segelintir Orang

    BBM Subsidi Milik Rakyat, Bukan Segelintir Orang

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • visibility 711
    • 0Komentar

    BBM subsidi seharusnya menjadi penopang hidup rakyat kecil. Nelayan, petani, sopir angkutan, hingga masyarakat berpenghasilan rendah menggantungkan napas ekonominya pada harga BBM murah. Subsidi itu diberikan negara bukan tanpa alasan, melainkan untuk menjaga keseimbangan hidup masyarakat bawah agar tetap bisa bekerja, berproduksi, dan menggerakkan roda ekonomi. Namun, kenyataannya sungguh pahit. Di lapangan, BBM subsidi justru […]

  • Polda Sulteng Ambil Alih Kasus Kematian Riyan Nugraha, Kuasa Hukum Tegaskan Akan Perjuangkan Keadilan Tanpa Kompromi

    Polda Sulteng Ambil Alih Kasus Kematian Riyan Nugraha, Kuasa Hukum Tegaskan Akan Perjuangkan Keadilan Tanpa Kompromi

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • visibility 1.848
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Kasus kematian Riyan Nugraha alias Bekam yang meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan semakin mendapat perhatian serius. Polda Sulteng akhirnya mengambil alih penanganan kasus ini untuk memastikan proses hukum berjalan dengan transparansi dan profesionalitas. Langkah ini diambil setelah adanya desakan kuat dari keluarga korban dan kuasa hukumnya, yang merasa khawatir adanya potensi konflik […]

  • Irwanto Diasa: “Bangkep Bukan Krisis Lapangan Kerja, Tapi Krisis Hilirisasi dan Peluang Usaha”

    Irwanto Diasa: “Bangkep Bukan Krisis Lapangan Kerja, Tapi Krisis Hilirisasi dan Peluang Usaha”

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • visibility 216
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Isu mengenai krisis lapangan pekerjaan di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) belakangan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Namun, berdasarkan analisis data ketenagakerjaan terbaru, kondisi riil di daerah kepulauan tersebut justru menunjukkan fakta yang berbeda. Tokoh masyarakat sekaligus narasumber dalam podcast sosial ekonomi daerah, Irwanto Diasa, menilai bahwa Bangkep sebenarnya tidak sedang […]

  • Klarifikasi Kepala Puskesmas Tinangkung Utara Terkait Isu Pelayanan Bidan Desa Lalong yang Dituding Lalai

    Klarifikasi Kepala Puskesmas Tinangkung Utara Terkait Isu Pelayanan Bidan Desa Lalong yang Dituding Lalai

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • visibility 1.094
    • 0Komentar

    TINANGKUNG UTARA, tatandak.id — Menanggapi pemberitaan sebelumnya mengenai keluhan warga Desa Lalong terkait pelayanan bidan desa yang dianggap berbelit dan lalai, Kepala Puskesmas Tinangkung Utara, Adrianus S.Kep, memberikan klarifikasi resmi, Sabtu (21/06/2025) kepada tatandak.id Dalam pernyataannya, Kapus menyebut bahwa petugas kesehatan yang dihubungi oleh keluarga pasien bukanlah Bidan Desa Lalong yang bersangkutan. “Petugas kesehatan yang […]

  • Masyarakat Keluhkan Tidak Ada Kapal Pengganti Saat Feri Saiyong-Luwuk Docking, Aktivitas Ekonomi Bangkep Terganggu

    Masyarakat Keluhkan Tidak Ada Kapal Pengganti Saat Feri Saiyong-Luwuk Docking, Aktivitas Ekonomi Bangkep Terganggu

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2026
    • visibility 147
    • 0Komentar

    BANGKEP (30/05/2026), tatandak.id – Masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) mengeluhkan tidak adanya kapal pengganti selama kapal feri yang melayani lintasan Pelabuhan Saiyong-Luwuk menjalani docking. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung sekitar satu bulan dan berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat. Sejumlah warga menilai ketiadaan kapal pengganti membuat distribusi hasil bumi keluar daerah mengalami hambatan. […]

  • Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulteng Kritik Keras Kebijakan Pemeriksaan Kesehatan Untad yang Dinilai Memberatkan Mahasiswa Kepulauan

    Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulteng Kritik Keras Kebijakan Pemeriksaan Kesehatan Untad yang Dinilai Memberatkan Mahasiswa Kepulauan

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • visibility 464
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu, Sulawesi Tengah, melontarkan kritik tegas terhadap kebijakan pemeriksaan kesehatan yang diwajibkan dilakukan langsung di kampus Universitas Tadulako (Untad). Melalui Ketua Umum IPBK Palu, Nasrun, kebijakan tersebut dinilai belum berpihak kepada calon mahasiswa yang berasal dari wilayah kepulauan, khususnya Banggai Kepulauan. Pasalnya, mereka harus menanggung biaya perjalanan yang […]

error: Content is protected !!
expand_less