Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Irwanto Diasa (Simbil): Tetap Terhubung Adalah Kekuatan Sejati Masyarakat Sipil

Irwanto Diasa (Simbil): Tetap Terhubung Adalah Kekuatan Sejati Masyarakat Sipil

  • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
  • visibility 832
  • comment 0 komentar

TATANDAK.ID – Di tengah dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks, Irwanto Diasa, atau yang akrab disapa Simbil, menegaskan bahwa kekuatan utama dalam menjaga peradaban bukanlah senjata, kekuasaan, ataupun institusi negara, melainkan keterhubungan antarmanusia atau people.

Menurut Simbil, people adalah fondasi mutlak sebuah negara. Tanpa people, negara tidak akan pernah ada. Sebaliknya, tanpa negara, people tetap akan hidup, berkembang, dan beradaptasi.

“Tanpa negara people tetap ada, tapi tanpa people tidak mungkin ada negara,” ujar Simbil, menegaskan relasi mendasar antara rakyat dan negara.

Ia menjelaskan bahwa negara sejatinya dibentuk untuk menjawab kebutuhan masyarakat yakni mulai dari keadilan, perlindungan hak, hingga rasa aman. Namun dalam praktiknya, tidak jarang negara atau institusi yang seharusnya melayani justru berbalik memaksakan kehendak, dengan dalih “atas nama rakyat” dan “demi kepentingan rakyat”.

Simbil mengingatkan tentang fenomena yang ia sebut sebagai “kulusnisasi”, yakni kondisi ketika kebijakan atau agenda tertentu dikemas seolah-olah berpihak pada rakyat, padahal sesungguhnya hanya melayani kepentingan sponsor atau kelompok tertentu.

“Dalih atas nama rakyat sering kali hanya kemasan. Terlihat manis, humanis, dan seolah benar, padahal isinya kosong. Dalam bahasa Seasea, itu disebut kulus (bohong),” tegasnya.

Ia menekankan bahwa tidak semua kebijakan negara bersifat demikian, namun masyarakat sipil dituntut cerdas dan teliti untuk membedakan mana yang tulus dan mana yang manipulatif.

Dalam konteks ini, Simbil menggarisbawahi pentingnya keterhubungan dan solidaritas masyarakat sipil. Ia mengutip pandangan Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., seorang praktisi hukum dan dosen, yang menyatakan bahwa keterhubungan adalah satu-satunya kekuatan rakyat ketika berhadapan dengan kekuasaan yang menyimpang dari hakekatnya.

Namun Simbil menekankan, secara historis, fakta tersebut sudah lama terbukti.

“Tanpa keterhubungan, nasib people seperti kadal di bawah tapak kaki gajah,” ujarnya.

Ia mencontohkan berbagai peristiwa sejarah dunia, seperti Penyerbuan Penjara Bastille di Prancis, gerakan reformasi Indonesia 1998-1999, hingga pergerakan masyarakat sipil di Nepal, sebagai bukti bahwa integrasi dan koneksi rakyat tertindas mampu mengguncang kekuasaan yang tampak tak tergoyahkan.

Menurut Simbil, era digital saat ini justru membuka peluang besar bagi masyarakat sipil untuk tetap terhubung, baik dalam menerima informasi, mengolah isu, hingga mengubahnya menjadi advokasi yang positif, produktif, dan beradab.

“Tetap terhubung hari ini bukan hal sulit. Yang penting bukan sekadar berbagi isu, tapi mengolahnya menjadi gerakan yang bermakna,” katanya.

Ia menutup refleksinya dengan pesan persaudaraan dan solidaritas antarwarga:

“Tetap saling terhubung, saudaraku. Jangan berjalan sendiri, dan jangan biarkan kawanmu berjalan sendiri. Basudara bakujaga.”

Refleksi ini disampaikannya sebagai pesan akhir tahun, sekaligus harapan menyongsong Tahun Baru 2026, agar masyarakat sipil tetap menjadi penjaga nilai, nurani, dan peradaban.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengeroyokan Berujung Dugaan Penikaman di Pelabuhan Salakan Banggai Kepulauan, Sejumlah Orang Dilaporkan

    Pengeroyokan Berujung Dugaan Penikaman di Pelabuhan Salakan Banggai Kepulauan, Sejumlah Orang Dilaporkan

    • calendar_month 3 jam yang lalu
    • visibility 55
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Insiden dugaan penganiayaan yang berujung pada penikaman menggunakan senjata tajam terjadi di kawasan Pelabuhan Rakyat Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 05.30 WITA. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Moh. Irwan diduga menjadi korban pemukulan secara bersama-sama hingga mengalami penikaman di bagian lengan kanan. Kasus ini pun […]

  • Nata Riko Wijaya: Indeks Desa Jadi Kunci Akurasi Data dan Pembangunan Desa yang Tepat Sasaran

    Nata Riko Wijaya: Indeks Desa Jadi Kunci Akurasi Data dan Pembangunan Desa yang Tepat Sasaran

    • calendar_month Sab, 1 Agu 2026
    • visibility 272
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Pembangunan desa tidak lagi dapat dilakukan hanya berdasarkan asumsi, kebiasaan program tahunan, atau sekadar mengejar penyerapan anggaran. Di tengah semakin kompleksnya tantangan pembangunan, Indeks Desa hadir sebagai instrumen penting untuk memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Pegiat Desa sekaligus Pendamping Desa, Nata Riko Wijaya, yang menegaskan […]

  • Abdul Jalil Mangalia: Tambang Batu Gamping di Bangkep Jangan Sampai Mengorbankan Pemilik Lahan

    Abdul Jalil Mangalia: Tambang Batu Gamping di Bangkep Jangan Sampai Mengorbankan Pemilik Lahan

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • visibility 185
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Tokoh masyarakat Desa Kambani, Abdul Jalil Mangalia, menyampaikan pandangan dan sikapnya terkait rencana maupun wacana aktivitas tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi pertambangan. Abdul Jalil Mangalia yang juga merupakan mantan Kepala Desa Kambani, Kecamatan Buko Selatan, menegaskan bahwa prinsip utama yang harus dijaga dalam pengelolaan […]

  • Berawal dari Aduan Warga, Pabrik Tahu-Tempe di Desa Baka ditutup

    Berawal dari Aduan Warga, Pabrik Tahu-Tempe di Desa Baka ditutup

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2026
    • visibility 794
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, Tatandak.id – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banggai Kepulauan menutup pabrik tahu dan tempe di Desa Baka, Kecamatan Tinangkung, Kamis (3/9/2026). Penutupan tersebut merupakan hasil dari rangkaian penanganan yang telah berlangsung sejak adanya pengaduan masyarakat pada Oktober 2025. Persoalan bermula dari laporan masyarakat yang diteruskan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu […]

  • Laut Makin Jauh dari Nelayan Liang, Trip Bertambah tetapi Hasil Tangkapan Justru Menurun

    Laut Makin Jauh dari Nelayan Liang, Trip Bertambah tetapi Hasil Tangkapan Justru Menurun

    • calendar_month Kam, 8 Okt 2026
    • visibility 70
    • 0Komentar

    LIANG, BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Laut bagi masyarakat pesisir selatan Kecamatan Liang bukan sekadar hamparan air di depan kampung. Laut adalah tempat bekerja, sumber pendapatan, sumber pangan, sekaligus ruang hidup yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, hubungan itu perlahan berubah. Ikan yang sebelumnya relatif mudah diperoleh di sekitar wilayah pesisir kini dirasakan semakin sulit ditemukan. […]

  • Danramil 1308-12/Bulagi Jikira S. Karim Ikut Kawal Polemik Bantuan Sapi Meselesek hingga Tuntas

    Danramil 1308-12/Bulagi Jikira S. Karim Ikut Kawal Polemik Bantuan Sapi Meselesek hingga Tuntas

    • calendar_month Sab, 10 Okt 2026
    • visibility 228
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Penyelesaian polemik bantuan ternak sapi Kelompok Sinar Kasih di Desa Meselesek, Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan, tidak terlepas dari keterlibatan berbagai unsur terkait, termasuk Danramil 1308-12/Bulagi, Jikira S. Karim. Perwira TNI yang bertugas di wilayah Koramil 12/Bulagi, jajaran Kodim 1308/LB, tersebut turut hadir dalam proses mediasi yang dilaksanakan di Balai Desa Meselesek […]

error: Content is protected !!
expand_less