“Guru, Pelita yang Tak Pernah Padam”
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 44
- comment 0 komentar

LUWUK, tatandak.id – “Guru adalah Pelita” judul dari storytelling yang dinarasikan oleh Kartika Dwi Jayarni, guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMPN 3 Luwuk yang akrab disapa Ibu Ikha. Di aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Kabupaten Banggai, sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam Festival Literasi Banggai. Kamis, 22 Oktober 2026
Judul sederhana itu merangkum keseharian seorang guru: pagi menjadi Pengajar dan Pendidik, siang menjadi Polisi, penengah bagi murid yang bermasalah dan berselisih, sore menjadi administrator tenggelam dalam tumpukan administrasi.
Guru juga terkadang menjadi desain interior yang andal saat menjadi wali kelas. Selain itu juga harus bisa menjadi Sekretaris bagi orang tua peserta didik yang ingin bertanya tentang masalah anak nya. “Terkadang orang tua peserta didik tidak mengenal waktu saat menghubungi, mereka lupa kalau kami juga adalah orang tua” imbuhnya.
Ikha juga menyampaikan bahwa makna Pelita yang ia maksudkan adalah menjadi penerang bukan hanya di kegiatan akademik tapi dalam kegiatan yang menyentuh sisi emosional peserta didik misalnya Guru menjadi tempat curhat bagi peserta didik.
“Guru tempat anak bercerita masalah-masalahnya” Jelasnya.
Terkadang juga guru menjadi pencari bakat amatir untuk memilih peserta didik dalam berbagai lomba. Itulah kesibukan dan keseharian seorang guru.
Dengan segala kerempongan itu apakah kesibukannya selesai? Tidak.
Sesampainya di rumah masih harus menjalankan tanggung jawab utama sebagai seorang Ibu dan Istri yang tentu juga sangat melelahkan. Tapi Ia tidak mengeluh. “Bukan mengeluh tapi biar orang lain tau begitu banyaknya tanggung jawab dan tugas guru” tutupnya.
- Penulis: Muh. Nial Setiawan
- Editor: Muh. Nial Setiawan

Saat ini belum ada komentar