Festival Literasi Banggai Digelar, Dorong Budaya Baca dan Benahi Tata Kelola Arsip Daerah
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar

LUWUK, tatandak.id – Literasi sesungguhnya adalah kompetensi utama yang harus dimiliki oleh setiap orang, apalagi yang pernah mengenyam pendidikan. Karena dengan berliterasi bukan hanya bisa baca dan menulis tetapi orang mampu memaknai setiap peristiwa yang dialaminya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Kabupaten Banggai menggelar kegiatan Festival Literasi yang dirangkaikan dengan Penilaian Pengawasaan Pengelolaan Arsip Internal Perangkat Daerah Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Literasi Tanpa Batas, Perpustakaan Untuk Semua Wujudkan Gerakan Banggai Cerdas”.
Kepala Dispusaka Kabupaten Banggai, Benyamin Pongdatu, menjelaskan kegiatan ini adalah kegiatan pertama yang akan dilakukan setiap tahun “kegiatan ini insyaAllah akan dilakukan setiap tahun” tuturnya.
Benyamin juga menyampaikan kurang lebih ada enam perlombaan yang dilaksanakan untuk meramaikan festival ini.
Selain itu ada juga talkshow setiap malam yang dilaksanakan selama tiga malam kedepan, untuk membuka ruang diskusi antara pemerintah daerah, akademisi bersama masyarakat Kabupaten Banggai, tentang literasi.
“Setiap malam ba’da isya ada talkshow” tutupnya.
Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah Turut Hadir
Pembukaan Festival Literasi Kabupaten Banggai turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Siti Rachmi Amir Singi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap anak hingga orang dewasa sama-sama memiliki akses kepada ilmu pengetahuan dan informasi yang berkualitas.
“Akses ilmu pengetahuan terbuka untuk anak-anak kita, tidak ada anak-anak kita yang boleh untuk berhenti belajar” tutur Siti.
Siti juga menyoroti tentang pengelolaan arsip daerah oleh Kepala-kepala Perangkat Daerah Kabupaten Banggai, karena menurutnya baru satu perangkat daerah yang mendapatkan penilaian baik yaitu Dispusaka Banggai sendiri, sisanya mendapatkan nilai kurang.
“Ini perlu menjadi perhatian bersama karena informasinya baru ada satu Perangkat Daerah yang memiliki nilai baik, artinya ini perlu peningkatan” ujarnya.
Siti juga menambahkan jangan sampai apa yang dialami oleh Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso juga dialami Kabupaten Banggai, arsipnya tercecer di mana-mana.
Berkaitan dengan pengelolaan arsip Siti juga menjelaskan, digitalisasi hari ini telah mempermudah kerja kearsipan melalui aplikasi Srikandi, “Sehingga Perangkat Daerah tidak lagi direpotkan dengan tumpukan-tumpukan berkas di bawah meja”.
- Penulis: Muh. Nial Setiawan
- Editor: Tatandak.id

Saat ini belum ada komentar