Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KESEHATAN » Sasake Banggai Kepulauan Gegerkan Sulteng, Ibu Pasca Melahirkan Ditandu 10 Km Karena Ambulans Tak Bisa Masuk

Sasake Banggai Kepulauan Gegerkan Sulteng, Ibu Pasca Melahirkan Ditandu 10 Km Karena Ambulans Tak Bisa Masuk

  • calendar_month Jum, 12 Jun 2026
  • visibility 193
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu pasca melahirkan harus ditandu sejauh kurang lebih 10 kilometer melewati jalan setapak di wilayah Sasake, Desa Seano, Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, menggegerkan Sulawesi Tengah. Video tersebut viral di media sosial dan memantik perhatian luas dari masyarakat hingga pemerintah daerah.

Respons cepat pun datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Sehari setelah video itu ramai diperbincangkan, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah langsung turun ke lokasi pada 11 Juni 2026 untuk melakukan survei dan pengukuran akses jalan yang selama ini menjadi keluhan warga.

Pengunggah pertama video tersebut, Edi Yunggoli, warga Desa Seano yang juga menjabat Sekretaris Desa, mengungkapkan bahwa peristiwa dalam video sebenarnya terjadi sekitar satu tahun lalu.

Menurut Edi, saat itu seorang ibu melahirkan dengan bantuan secara tradisional di kawasan Sasake. Namun setelah proses persalinan, ari-arinya tidak keluar sehingga membutuhkan penanganan medis secepatnya di fasilitas kesehatan.

“Waktu itu seorang ibu melahirkan ditolong secara tradisional. Tetapi ari-arinya tidak keluar sehingga harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Karena ambulans tidak bisa masuk akibat akses jalan hanya berupa jalan setapak dan jalan rintisan, warga akhirnya bergotong royong memikul ibu tersebut menggunakan tandu,” ujar Edi kepada Simbil.

Perjalanan yang harus ditempuh tidaklah mudah. Warga bergantian memikul tandu melewati medan yang berat dan jalan yang sebagian besar telah rusak. Setelah menempuh jarak sekitar 10 kilometer, barulah mereka tiba di jalan poros yang dapat diakses kendaraan roda empat untuk selanjutnya membawa ibu tersebut menuju fasilitas kesehatan.

Edi mengaku baru menerima video tersebut beberapa waktu lalu dari seorang warga yang kebetulan merekam kejadian saat berpapasan di perjalanan. Selama ini, banyak peristiwa serupa yang tidak pernah terdokumentasi karena keterbatasan akses teknologi di wilayah pelosok.

“Video itu baru saya dapat belum lama ini. Padahal kejadian seperti itu bukan sekali saja terjadi. Banyak yang tidak terdokumentasi karena warga di Sasake sangat terbatas akses teknologinya,” katanya.

Sasake merupakan komunitas masyarakat yang terpisah dari pusat Desa Seano. Sekitar 100 jiwa tinggal di wilayah tersebut dengan akses utama berupa jalan setapak dan jalan rintisan yang kondisinya memprihatinkan. Untuk mencapai jalan poros terdekat, warga harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 kilometer.

Viralnya video tersebut akhirnya membuka mata banyak pihak mengenai kondisi akses transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat Sasake. Edi pun menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang langsung mengirim tim ke lokasi.

“Kami mengapresiasi reaksi cepat Pemprov Sulawesi Tengah melalui Dinas Bina Marga. Sehari setelah video viral, tepat pada 11 Juni, tim langsung turun melakukan pengecekan lapangan,” ujarnya.

Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Sasake, Edi juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, beserta jajaran pemerintah provinsi yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi warga di pelosok Banggai Kepulauan.

“Kami pemerintah desa mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Anwar Hafid dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang telah mengatensi suara hati masyarakat Sasake. Terima kasih juga kepada seluruh penggiat media yang telah membantu menyuarakan aspirasi warga. Kami berharap segera ada solusi permanen berupa pembangunan jalan yang layak,” tuturnya.

Kisah dari Sasake menjadi gambaran nyata bahwa infrastruktur bukan sekadar sarana penghubung antarwilayah. Bagi masyarakat pelosok, jalan yang layak dapat menjadi penentu cepat atau lambatnya pertolongan medis, bahkan menyangkut keselamatan jiwa.

Video yang viral itu mungkin hanya berdurasi beberapa menit, namun di baliknya tersimpan perjuangan panjang masyarakat Sasake yang selama bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan akses. Kini, mereka berharap perhatian yang datang tidak berhenti pada survei, tetapi berlanjut menjadi solusi nyata bagi masa depan wilayah mereka.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Totikum Selatan: Empat Pertanyaan yang Kini Menunggu Jawaban Polres Bangkep

    Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Totikum Selatan: Empat Pertanyaan yang Kini Menunggu Jawaban Polres Bangkep

    • calendar_month Jum, 2 Okt 2026
    • visibility 48
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Penanganan perkara dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, masih menjadi perhatian publik. Perkara yang sebelumnya mencuat setelah beredarnya video bermuatan asusila yang diduga melibatkan seorang anak berusia 16 tahun tersebut kini tidak hanya menjadi perhatian masyarakat, tetapi juga memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai proses penanganan perkara […]

  • KLARIFIKASI DANA PIP SD INPRES SAMBIUT: PLT. KEPSEK AKUI TARIK DANA 10 SISWA, SETOR KE REKENING PRIBADI, DAN AKUI POTONGAN Rp50 RIBU PER SISWA

    KLARIFIKASI DANA PIP SD INPRES SAMBIUT: PLT. KEPSEK AKUI TARIK DANA 10 SISWA, SETOR KE REKENING PRIBADI, DAN AKUI POTONGAN Rp50 RIBU PER SISWA

    • calendar_month 2 jam yang lalu
    • visibility 200
    • 0Komentar

    BANGKEP (29/10/2026), tatandak.id – Perkembangan terbaru polemik penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SD Inpres Sambiut, Desa Sambiut, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, memasuki babak baru. Setelah melakukan pendalaman dan meminta klarifikasi lanjutan, tim Tatandak.id berhasil memperoleh penjelasan langsung dari Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SD Inpres Sambiut, Samsu Sepa, S.Pd., terkait penarikan dana PIP […]

  • Idhar Hasan Somasi Polres Banggai: Penanganan Kasus Kekerasan Anak Dinilai Lalai dan Tidak Profesional

    Idhar Hasan Somasi Polres Banggai: Penanganan Kasus Kekerasan Anak Dinilai Lalai dan Tidak Profesional

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • visibility 1.688
    • 1Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Polres Banggai resmi disomasi oleh pihak pelapor dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur. Somasi ini dilayangkan karena penanganan perkara dinilai tidak profesional, lamban, serta abai terhadap kewajiban hukum dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Kasus yang disorot merupakan perkara tindak pidana kejahatan perlindungan anak dengan korban berinisial MA, warga Kelurahan […]

  • Solar Misterius di SPBU Totikum: Ada Barang, Tapi Rakyat Tak Bisa Beli

    Solar Misterius di SPBU Totikum: Ada Barang, Tapi Rakyat Tak Bisa Beli

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • visibility 309
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Keluhan masyarakat terhadap pelayanan SPBU Totikum di Kabupaten Banggai Kepulauan kian memuncak. Bukan sekadar soal kelangkaan, warga kini mempertanyakan kejelasan distribusi solar subsidi yang dinilai penuh kejanggalan dan menyisakan kemarahan publik. Beragam pertanyaan dan keluhan dilontarkan warga, khususnya mereka yang menggunakan solar untuk pelayanan publik, seperti antar-jemput anak sekolah, dll. Ironisnya, solar […]

  • Klaim BBM “Aman” Dipertanyakan, Warga Tuduh Polres Banggai Kepulauan Abaikan Fakta Lapangan

    Klaim BBM “Aman” Dipertanyakan, Warga Tuduh Polres Banggai Kepulauan Abaikan Fakta Lapangan

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • visibility 637
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Pernyataan Polres Banggai Kepulauan yang memastikan stok BBM aman dan distribusi di SPBU sesuai aturan justru memantik kemarahan publik. Warga menilai klaim tersebut bertolak belakang dengan kenyataan pahit yang mereka alami setiap hari di Banggai Kepulauan. Di tengah pernyataan resmi yang terkesan menenangkan, masyarakat justru menghadapi realitas sebaliknya: BBM cepat habis, sulit […]

  • HUT ke-27 Bangkep, Panitia Minta Sumbangan ASN hingga Rp200 Ribu, Berpotensi Jadi Polemik

    HUT ke-27 Bangkep, Panitia Minta Sumbangan ASN hingga Rp200 Ribu, Berpotensi Jadi Polemik

    • calendar_month Jum, 23 Okt 2026
    • visibility 364
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Menjelang peringatan HUT ke-27 Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, muncul sorotan terhadap surat panitia pelaksana yang meminta bantuan dana kepada aparatur sipil negara (ASN) dengan nominal yang telah ditentukan. Surat bernomor 24/Panpel.HUT-Bangkep/2026 tertanggal 13 Oktober 2026 itu mencantumkan besaran sumbangan berdasarkan jabatan dan golongan, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp200 ribu. […]

error: Content is protected !!
expand_less