Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Sahrial Mori: “Haruskah Ribuan Warga Bangkep Jadi Korban Demi PAD? Gunung yang Hilang, Kehidupan yang Terancam”

Sahrial Mori: “Haruskah Ribuan Warga Bangkep Jadi Korban Demi PAD? Gunung yang Hilang, Kehidupan yang Terancam”

  • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
  • visibility 165
  • comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak.idRencana aktivitas tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) kembali menuai penolakan dari berbagai kalangan masyarakat. Kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan ancaman terhadap sumber kehidupan warga menjadi alasan utama munculnya gelombang penolakan tersebut.

Tokoh masyarakat Bangkep, Sahrial Mori, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan lingkungan hidup dan keselamatan masyarakat. Menurutnya, Bangkep bukanlah wilayah kosong yang bisa dieksploitasi tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi warga yang telah turun-temurun hidup berdampingan dengan alam.

“Haruskah ribuan warga Bangkep dijadikan korban atas nama Pendapatan Asli Daerah (PAD)? Bangkep bukan tanah kosong untuk dieksploitasi, melainkan rumah bagi ribuan masyarakat yang hidup dari alam, laut, dan sumber airnya,” tegas Sahrial Mori.

Ia menilai keberadaan kawasan karst di Bangkep memiliki fungsi ekologis yang sangat penting karena menjadi penyangga sumber air dan keseimbangan lingkungan. Jika kawasan tersebut rusak akibat aktivitas pertambangan, dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga akan diwariskan kepada generasi mendatang.

Menurut Sahrial, masyarakat memiliki alasan kuat untuk khawatir. Kerusakan kawasan karst berpotensi mengancam mata air yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga, merusak ekosistem, serta mengganggu aktivitas pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

“Kami menolak keras tambang batu gamping yang mengancam kawasan karst, merusak mata air, menghancurkan lingkungan, dan mengorbankan masa depan generasi hanya demi keuntungan segelintir pihak. Pembangunan tidak boleh dibayar dengan kehancuran alam,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa nilai sebuah gunung tidak bisa hanya diukur dari jumlah batu yang dapat diambil atau besarnya pemasukan yang diperoleh daerah. Di balik bentang alam tersebut terdapat sumber kehidupan, ruang hidup masyarakat, serta warisan alam yang harus dijaga bersama.

“Jika gunung-gunung Bangkep dihancurkan, maka yang hilang bukan hanya batu, tetapi kehidupan. Yang terancam bukan hanya alam, tetapi juga masa depan anak cucu kita,” kata Sahrial dengan nada prihatin.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat yang berharap pemerintah dapat mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan sebelum mengambil keputusan terkait aktivitas pertambangan di wilayah Bangkep.

Bagi banyak warga, persoalan ini bukan semata tentang investasi atau PAD, melainkan tentang hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan sumber kehidupan yang tetap terjaga. Mereka berharap pembangunan di Bangkep dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat.

“Kemajuan daerah harus menjadi berkah bagi rakyat, bukan bencana bagi lingkungan dan generasi yang akan datang.” Demikian pesan yang disampaikan Sahrial Mori dalam seruannya untuk menjaga Bangkep tetap lestari.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BERANI MEMPEKERJAKAN DOKTER, TAPI TAK MAMPU MEMBAYAR GAJI? WAJAH PEMDA BANGKEP DIPERTANYAKAN

    BERANI MEMPEKERJAKAN DOKTER, TAPI TAK MAMPU MEMBAYAR GAJI? WAJAH PEMDA BANGKEP DIPERTANYAKAN

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • visibility 536
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak – Polemik keterlambatan gaji tenaga kesehatan di Kabupaten Banggai Kepulauan kini berubah menjadi sorotan tajam publik. Bukan hanya karena dokter di Puskesmas Totikum Selatan harus bekerja berbulan-bulan tanpa menerima gaji, tetapi juga karena alasan yang disampaikan pemerintah daerah dinilai berubah-ubah dan semakin membingungkan. Pada penjelasan awal, Kepala Dinas Kesehatan Bangkep menyampaikan bahwa keterlambatan pembayaran […]

  • Tinjau Jembatan Binuntuli, Sekda Bangkep Sambangi Empat Posko KKN dan Beri Semangat Mahasiswa

    Tinjau Jembatan Binuntuli, Sekda Bangkep Sambangi Empat Posko KKN dan Beri Semangat Mahasiswa

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • visibility 94
    • 0Komentar

    BANGKEP (26/7/2026), tatandak.id – Di sela agenda peninjauan kondisi Jembatan Binuntuli di Kecamatan Liang, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muhamad Aris Susanto, SE., ME, menyempatkan diri mengunjungi empat posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa yang berada di wilayah tersebut. Peninjauan jembatan dilakukan untuk memastikan kondisi infrastruktur tetap mendukung kelancaran akses transportasi masyarakat sekaligus mendorong percepatan […]

  • Geger Kampus Negeri! Data Akademik Mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) Diduga Dibajak, Nama Ayu Amanda Hilang Diganti Orang Lain di PDDikti

    Geger Kampus Negeri! Data Akademik Mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) Diduga Dibajak, Nama Ayu Amanda Hilang Diganti Orang Lain di PDDikti

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    KENDARI, 29 Desember 2025 – Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara diguncang dugaan skandal manipulasi data akademik di Universitas Halu Oleo (UHO). Seorang mahasiswi aktif, Ayu Amanda Putri, melayangkan protes keras setelah mendapati identitas akademiknya hilang dan diganti nama orang lain di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Kasus ini mencuat ke publik usai video pengaduan […]

  • BBM Subsidi: Yang Kecil Ditangkap, Yang Berton-ton Dibiarkan

    BBM Subsidi: Yang Kecil Ditangkap, Yang Berton-ton Dibiarkan

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • visibility 228
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Di negeri ini, hukum tampaknya masih sangat teliti, asal yang diawasi adalah rakyat kecil. Satu jerigen, satu motor tua, satu nelayan, satu sopir angkot, cukup untuk menggerakkan aparat secara serius, lengkap dengan garis polisi dan konferensi pers. Publik pun diminta bertepuk tangan. Namun ada keanehan yang terus berulang dan makin sulit dijelaskan dengan […]

  • Muhammad Saleh Gasin Mengingatkan: Reklamasi Tanpa Izin Bisa Berujung Pidana dan Denda

    Muhammad Saleh Gasin Mengingatkan: Reklamasi Tanpa Izin Bisa Berujung Pidana dan Denda

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • visibility 2.318
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Reklamasi pantai menjadi salah satu strategi pembangunan wilayah pesisir yang cukup populer di Indonesia, terutama untuk menambah lahan bagi kegiatan ekonomi dan pemukiman. Namun, pelaksanaan reklamasi tanpa izin resmi bukan hanya melanggar ketentuan administratif, melainkan juga bisa menimbulkan konsekuensi hukum serius, termasuk sanksi pidana. Muhammad Saleh Gasin, Ketua Yayasan Klinik Bantuan Hukum dan […]

  • Nelayan Kecil Bangkep Resah, Pajeko Diduga Langgar Zona Tangkap

    Nelayan Kecil Bangkep Resah, Pajeko Diduga Langgar Zona Tangkap

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • visibility 766
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id — Masyarakat pesisir Kecamatan Liang, Bangkep, Sulawesi Tengah, kembali mengeluhkan aktivitas kapal penangkapan ikan modern atau “Pajeko” yang beroperasi di zona tangkap nelayan kecil tradisional. Keluhan masyarakat nelayan ini diteruskan melalui grup diskusi publik BSH oleh Advokat Muhammad Saleh Gasin “Ini salah satu kebocoran sumber daya perikanan Bangkep. Ratusan dan mungkin ribuan box […]

error: Content is protected !!
expand_less