Muhammad Saleh Gasin: Putuskan Rantai Kepentingan yang Merusak Tatanan BBM di Bangkep
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 49
- comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak.id – Advokat dan Pemerhati Daerah serta Kepentingan Publik, Muhammad Saleh Gasin menegaskan bahwa persoalan BBM subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan tidak akan pernah benar-benar tertib selama rantai kepentingan dan simpul kepentingan yang selama ini saling menjaga masih dibiarkan hidup. Menurutnya, di situlah letak akar kerusakan yang paling menentukan. Selama simpul-simpul itu tetap dipelihara, penanganan persoalan BBM hanya akan tampak ramai di permukaan, tetapi tidak pernah tuntas karena tidak menyentuh titik yang paling menentukan.
“Kalau benar-benar mau tertib, putuskan dulu rantai kepentingan dan simpul kepentingan yang selama ini saling menjaga. Di situlah akar kerusakannya. Selama simpul itu tetap dipelihara, penanganan hanya akan terlihat ramai di permukaan, tetapi tidak pernah tuntas karena tidak menyentuh titik yang paling menentukan,” kata Muhammad Saleh Gasin.
Ia menilai publik tidak boleh terus-menerus dibuat berada dalam ruang gelap dan dibiarkan menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi di balik kusutnya distribusi BBM subsidi di daerah itu. Menurut Muhammad Saleh Gasin, jangan sampai masyarakat justru dipaksa membongkar sendiri rantai kepentingan yang selama ini diduga merusak tatanan distribusi dan pengawasan.
“Jangan biarkan publik terus dibuat penasaran, dan jangan paksa publik membongkar sendiri rantai kepentingan yang selama ini merusak tatanan,” tegasnya.
Lebih jauh, Muhammad Saleh Gasin menyebut bahwa rantai dan simpul kepentingan seperti itulah yang pada akhirnya menutup mata dan menyumbat telinga banyak pihak, sehingga persoalan yang seharusnya bisa ditertibkan justru terus berulang tanpa penyelesaian yang benar-benar menyentuh akar.
“Sebab justru rantai dan simpul kepentingan itulah yang menutup mata, menyumbat telinga, dan membuat semuanya seolah tidak melihat, tidak mendengar, dan tidak mau bertindak. Kalau itu terus dibiarkan, maka yang rusak bukan cuma distribusi BBM, tetapi juga martabat daerah, keadilan bagi rakyat kecil, dan kepercayaan publik kepada semua yang punya kewenangan,” ujar Muhammad Saleh Gasin.
Ia juga menyampaikan seruan moral kepada semua pihak yang merasa bagian dari Banggai Kepulauan agar benar-benar menempatkan kepentingan daerah dan rakyat di atas kepentingan lain yang merusak tata kelola.
“Kalau kalian benar-benar Pau Lipu, sayangi daerah ini dan hentikan simpul itu. Kalau kalian orang luar yang datang ke Bangkep, jangan bawa tabiat nakal ke sini. Jangan jadikan daerah ini ladang permainan,” lanjut Muhammad Saleh Gasin.
Bagi Muhammad Saleh Gasin, persoalan BBM subsidi tidak boleh lagi diperlakukan sebagai masalah kecil yang cukup dijawab dengan rapat, alasan teknis, atau janji penertiban sesaat. Sebab selama simpul kepentingan tidak diputus, yang lahir hanyalah pengulangan masalah, pembiaran, dan kerusakan tatanan yang makin dalam dari waktu ke waktu.
Karena itu, ia menegaskan bahwa keberanian untuk memutus rantai kepentingan adalah syarat paling awal bila semua pihak benar-benar ingin membenahi persoalan BBM di Banggai Kepulauan secara nyata dan bermartabat.
- Penulis: Tatandak.id
- Editor: Tatandak.id

Saat ini belum ada komentar