Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUKASI » Meiyer Damima: Bangkep Tidak Kekurangan Pejabat, Bangkep Kekurangan Politisi yang Berani Ribut Demi Rakyat

Meiyer Damima: Bangkep Tidak Kekurangan Pejabat, Bangkep Kekurangan Politisi yang Berani Ribut Demi Rakyat

  • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
  • visibility 421
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Di tengah banyaknya persoalan yang terus berulang di Banggai Kepulauan, mulai dari lemahnya pengawasan, pembiaran yang berkepanjangan, hingga lambannya respons terhadap berbagai keresahan publik, satu pernyataan tajam datang dari Ketua DPC PDI Perjuangan Banggai Kepulauan, Meiyer Damima. Menurutnya, persoalan daerah ini bukan semata karena kekurangan pejabat, melainkan karena terlalu sedikit politisi yang benar-benar berani bersuara, berani ribut, dan berani berdiri untuk kepentingan rakyat.

“Bangkep ini bukan kekurangan pejabat. Pejabat ada, jabatan ada, struktur ada. Tapi yang mulai langka adalah politisi yang berani ribut demi rakyat, yang tidak cepat diam saat melihat ada yang tidak beres, dan yang tidak takut kehilangan kenyamanan demi membela kepentingan masyarakat,” ujar Meiyer Damima.

Sebagai tokoh daerah yang dinilai masih peka dan peduli terhadap situasi Banggai Kepulauan, Meiyer melihat bahwa salah satu penyakit paling berbahaya yang sedang tumbuh di daerah ini adalah terbiasanya publik melihat banyak hal yang seharusnya tidak normal, lalu perlahan menganggapnya biasa. Dalam suasana seperti itu, menurutnya, kehadiran politisi seharusnya bukan sekadar menjadi pelengkap demokrasi lima tahunan, tetapi menjadi suara yang hidup, penyeimbang kekuasaan, sekaligus alarm ketika daerah mulai kehilangan arah.

Ia menilai, jabatan tanpa keberanian pada akhirnya hanya akan melahirkan ketenangan yang palsu. Di atas terlihat tertib, tetapi di bawah masyarakat tetap merasakan keresahan. Di atas kelihatan tenang, tetapi di bawah banyak persoalan justru dibiarkan tumbuh tanpa sentuhan yang sungguh-sungguh. Karena itu, bagi Meiyer, Bangkep tidak cukup hanya diisi oleh orang-orang yang pandai duduk di posisi, tetapi harus dihidupkan oleh figur-figur politik yang masih punya kepekaan, nurani, dan keberanian untuk membuat kegaduhan yang sehat demi membela rakyat.

“Politisi itu jangan hanya muncul saat minta dukungan. Jangan hanya kuat waktu kampanye. Ukuran politisi itu justru kelihatan setelah kekuasaan berjalan yakni dia masih peka atau tidak, masih berani bersuara atau tidak, masih punya keberpihakan atau tidak. Karena rakyat tidak butuh politisi yang hanya pandai tersenyum. Rakyat butuh politisi yang kalau melihat ada yang salah, dia gelisah, dia bergerak, dan dia tidak tenang sebelum persoalan itu disentuh,” lanjutnya.

Menurut Meiyer Damima, yang dibutuhkan Banggai Kepulauan hari ini bukan keributan yang kosong, bukan kegaduhan demi panggung, dan bukan kritik yang berhenti di sensasi. Yang dibutuhkan adalah keberanian politik yang jujur, yaitu keberanian untuk menyuarakan persoalan yang nyata, memperjuangkan hal-hal yang selama ini diabaikan, dan hadir sebagai pembela kepentingan publik di tengah banyaknya orang yang memilih aman.

Ia mengingatkan bahwa daerah tidak akan pernah benar-benar sehat jika semua orang yang punya posisi justru lebih sibuk menjaga kenyamanan dibanding menjaga kebenaran. Ketika politisi kehilangan keberanian untuk ribut demi rakyat, maka ruang publik akan diisi oleh pembiaran, kritik akan dianggap gangguan, dan masyarakat perlahan kehilangan tempat untuk berharap.

“Kadang daerah ini bukan kurang orang pintar. Bukan juga kurang orang yang tahu masalah. Tapi terlalu banyak yang tahu lalu memilih diam. Terlalu banyak yang paham, tapi lebih suka aman. Dan kalau itu terus dibiarkan, lama-lama yang hilang bukan cuma keberanian politik, tapi juga kepercayaan rakyat,” tegas Meiyer.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa politik seharusnya tidak kehilangan fungsi moralnya. Bahwa politisi tidak cukup hanya hadir dalam struktur, tetapi harus terasa dalam pembelaan. Dan bahwa daerah seperti Banggai Kepulauan, yang menghadapi banyak persoalan saling terkait, membutuhkan lebih dari sekadar pejabat yang bekerja secara administratif. Daerah ini membutuhkan figur-figur politik yang berani menjadi suara ketika banyak orang memilih diam.

Bagi Meiyer Damima, politisi yang berani ribut demi rakyat bukanlah politisi yang mencari gaduh, tetapi politisi yang tidak rela melihat ketidakberesan dibiarkan terus hidup. Politisi yang tidak cepat menenangkan keadaan dengan kata-kata manis, tetapi memilih berdiri di tengah kenyataan dan mengatakan dengan jujur bahwa ada yang harus dibenahi.

Di tengah situasi Bangkep hari ini, pesan itu terasa kuat dan menohok bahwa jabatan bisa banyak, pejabat bisa lengkap, tetapi jika keberanian politik semakin sedikit, maka rakyat akan terus hidup dalam kekurangan suara.

Dan mungkin, dari sanalah Banggai Kepulauan perlu mulai bercermin bahwa yang dibutuhkan rakyat hari ini bukan sekadar orang yang duduk di posisi, tetapi orang yang berani ribut ketika rakyat sedang tidak baik-baik saja.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMKN Peling Tengah Salurkan Bantuan Seragam dari Disdikbud Sulteng kepada Siswa

    SMKN Peling Tengah Salurkan Bantuan Seragam dari Disdikbud Sulteng kepada Siswa

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • visibility 317
    • 0Komentar

      PELENG TENGAH, tatandak.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Peling Tengah menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa-siswi, Senin (15/12/2025). Bantuan tersebut merupakan program dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan semangat belajar peserta didik. Penyaluran bantuan seragam dilakukan langsung di lingkungan SMKN Peling Tengah dan diwakili oleh salah […]

  • SIPP PN Palu “Mati Suri”, Muhammad Saleh Gasin, Transparansi Hanya Slogan, Ada Apa dengan Keadilan di Sulteng?

    SIPP PN Palu “Mati Suri”, Muhammad Saleh Gasin, Transparansi Hanya Slogan, Ada Apa dengan Keadilan di Sulteng?

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • visibility 1.807
    • 0Komentar

    ​ PALU, tatandak.id – Wajah peradilan di Sulawesi Tengah kembali tercoreng oleh buruknya layanan teknologi informasi. Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Palu dilaporkan terus mengalami “kelumpuhan” sistemik. Alih-alih menjadi jendela transparansi, aplikasi ini justru dianggap menjadi tembok penghalang bagi publik yang haus akan informasi hukum. ​Ironisnya, SIPP yang merupakan instrumen wajib dari […]

  • Mengenal Profesi Advokat: Pilar Penegakan Hukum dan Keadilan di Indonesia

    Mengenal Profesi Advokat: Pilar Penegakan Hukum dan Keadilan di Indonesia

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • visibility 1.945
    • 0Komentar

    Oleh: MUHAMMAD SALEH GASIN, S.H., M.H. Profesi advokat sering kali dipandang sebagai salah satu pilar utama dalam sistem penegakan hukum di Indonesia. Namun, di balik citra profesi yang terhormat ini, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara mendalam apa itu advokat, peran mereka dalam keadilan, proses panjang untuk menjadi advokat, serta tantangan dan keunikan yang […]

  • Abdul Hadi Tolak Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: Ancam Mata Air, Laut Konservasi, dan Mata Pencaharian Warga

    Abdul Hadi Tolak Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: Ancam Mata Air, Laut Konservasi, dan Mata Pencaharian Warga

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • visibility 322
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Rencana aktivitas tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan mendapat penolakan dari warga Desa Matamaling, Kecamatan Buko Selatan. Penolakan tersebut disampaikan oleh Abdul Hadi, Ketua Perlawanan Desa Matamaling, yang menilai kehadiran tambang berpotensi mengancam sumber mata air bersih, mata pencaharian masyarakat, serta wilayah laut konservasi di Desa Lelang Matamaling. Abdul Hadi menegaskan, […]

  • Kesigapan Kepolisian Berbuah Hasil, Novita Ayuba Ditemukan dan Dipertemukan dengan Keluarga

    Kesigapan Kepolisian Berbuah Hasil, Novita Ayuba Ditemukan dan Dipertemukan dengan Keluarga

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • visibility 958
    • 0Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Upaya pencarian terhadap Novita Ayuba, mahasiswi Universitas Bina Mandiri Gorontalo yang sebelumnya dilaporkan hilang, akhirnya membuahkan hasil. Novita berhasil ditemukan dalam keadaan selamat hari ini 19/01/2026 berkat kesigapan dan koordinasi solid aparat Kepolisian lintas wilayah. Informasi penemuan tersebut disampaikan kepada media oleh Kasat Intelkam Polres Banggai, Iptu Muh. Ruhil Newton Sugiarto, S.H. […]

  • Sampah Menumpuk Hampir Sepekan, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap di Pinggir Jalan

    Sampah Menumpuk Hampir Sepekan, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap di Pinggir Jalan

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • visibility 238
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Tumpukan sampah terlihat masih belum diangkut oleh petugas kebersihan di salah satu ruas jalan utama di Kota Salakan. Kondisi ini telah berlangsung hampir satu minggu dan mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Berdasarkan pantauan di lapangan, sampah mulai menumpuk sejak tanggal 1 Januari 2026 dan hingga kini 9 Januari 2026 belum mendapat […]

error: Content is protected !!
expand_less