Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUKASI » Meiyer Damima: Bangkep Tidak Kekurangan Pejabat, Bangkep Kekurangan Politisi yang Berani Ribut Demi Rakyat

Meiyer Damima: Bangkep Tidak Kekurangan Pejabat, Bangkep Kekurangan Politisi yang Berani Ribut Demi Rakyat

  • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
  • visibility 282
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.idDi tengah banyaknya persoalan yang terus berulang di Banggai Kepulauan, mulai dari lemahnya pengawasan, pembiaran yang berkepanjangan, hingga lambannya respons terhadap berbagai keresahan publik, satu pernyataan tajam datang dari Ketua DPC PDI Perjuangan Banggai Kepulauan, Meiyer Damima. Menurutnya, persoalan daerah ini bukan semata karena kekurangan pejabat, melainkan karena terlalu sedikit politisi yang benar-benar berani bersuara, berani ribut, dan berani berdiri untuk kepentingan rakyat.

“Bangkep ini bukan kekurangan pejabat. Pejabat ada, jabatan ada, struktur ada. Tapi yang mulai langka adalah politisi yang berani ribut demi rakyat, yang tidak cepat diam saat melihat ada yang tidak beres, dan yang tidak takut kehilangan kenyamanan demi membela kepentingan masyarakat,” ujar Meiyer Damima.

Sebagai tokoh daerah yang dinilai masih peka dan peduli terhadap situasi Banggai Kepulauan, Meiyer melihat bahwa salah satu penyakit paling berbahaya yang sedang tumbuh di daerah ini adalah terbiasanya publik melihat banyak hal yang seharusnya tidak normal, lalu perlahan menganggapnya biasa. Dalam suasana seperti itu, menurutnya, kehadiran politisi seharusnya bukan sekadar menjadi pelengkap demokrasi lima tahunan, tetapi menjadi suara yang hidup, penyeimbang kekuasaan, sekaligus alarm ketika daerah mulai kehilangan arah.

Ia menilai, jabatan tanpa keberanian pada akhirnya hanya akan melahirkan ketenangan yang palsu. Di atas terlihat tertib, tetapi di bawah masyarakat tetap merasakan keresahan. Di atas kelihatan tenang, tetapi di bawah banyak persoalan justru dibiarkan tumbuh tanpa sentuhan yang sungguh-sungguh. Karena itu, bagi Meiyer, Bangkep tidak cukup hanya diisi oleh orang-orang yang pandai duduk di posisi, tetapi harus dihidupkan oleh figur-figur politik yang masih punya kepekaan, nurani, dan keberanian untuk membuat kegaduhan yang sehat demi membela rakyat.

“Politisi itu jangan hanya muncul saat minta dukungan. Jangan hanya kuat waktu kampanye. Ukuran politisi itu justru kelihatan setelah kekuasaan berjalan yakni dia masih peka atau tidak, masih berani bersuara atau tidak, masih punya keberpihakan atau tidak. Karena rakyat tidak butuh politisi yang hanya pandai tersenyum. Rakyat butuh politisi yang kalau melihat ada yang salah, dia gelisah, dia bergerak, dan dia tidak tenang sebelum persoalan itu disentuh,” lanjutnya.

Menurut Meiyer Damima, yang dibutuhkan Banggai Kepulauan hari ini bukan keributan yang kosong, bukan kegaduhan demi panggung, dan bukan kritik yang berhenti di sensasi. Yang dibutuhkan adalah keberanian politik yang jujur, yaitu keberanian untuk menyuarakan persoalan yang nyata, memperjuangkan hal-hal yang selama ini diabaikan, dan hadir sebagai pembela kepentingan publik di tengah banyaknya orang yang memilih aman.

Ia mengingatkan bahwa daerah tidak akan pernah benar-benar sehat jika semua orang yang punya posisi justru lebih sibuk menjaga kenyamanan dibanding menjaga kebenaran. Ketika politisi kehilangan keberanian untuk ribut demi rakyat, maka ruang publik akan diisi oleh pembiaran, kritik akan dianggap gangguan, dan masyarakat perlahan kehilangan tempat untuk berharap.

“Kadang daerah ini bukan kurang orang pintar. Bukan juga kurang orang yang tahu masalah. Tapi terlalu banyak yang tahu lalu memilih diam. Terlalu banyak yang paham, tapi lebih suka aman. Dan kalau itu terus dibiarkan, lama-lama yang hilang bukan cuma keberanian politik, tapi juga kepercayaan rakyat,” tegas Meiyer.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa politik seharusnya tidak kehilangan fungsi moralnya. Bahwa politisi tidak cukup hanya hadir dalam struktur, tetapi harus terasa dalam pembelaan. Dan bahwa daerah seperti Banggai Kepulauan, yang menghadapi banyak persoalan saling terkait, membutuhkan lebih dari sekadar pejabat yang bekerja secara administratif. Daerah ini membutuhkan figur-figur politik yang berani menjadi suara ketika banyak orang memilih diam.

Bagi Meiyer Damima, politisi yang berani ribut demi rakyat bukanlah politisi yang mencari gaduh, tetapi politisi yang tidak rela melihat ketidakberesan dibiarkan terus hidup. Politisi yang tidak cepat menenangkan keadaan dengan kata-kata manis, tetapi memilih berdiri di tengah kenyataan dan mengatakan dengan jujur bahwa ada yang harus dibenahi.

Di tengah situasi Bangkep hari ini, pesan itu terasa kuat dan menohok bahwa jabatan bisa banyak, pejabat bisa lengkap, tetapi jika keberanian politik semakin sedikit, maka rakyat akan terus hidup dalam kekurangan suara.

Dan mungkin, dari sanalah Banggai Kepulauan perlu mulai bercermin bahwa yang dibutuhkan rakyat hari ini bukan sekadar orang yang duduk di posisi, tetapi orang yang berani ribut ketika rakyat sedang tidak baik-baik saja.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Idhar Hasan Somasi Polres Banggai: Penanganan Kasus Kekerasan Anak Dinilai Lalai dan Tidak Profesional

    Idhar Hasan Somasi Polres Banggai: Penanganan Kasus Kekerasan Anak Dinilai Lalai dan Tidak Profesional

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • visibility 1.469
    • 1Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Polres Banggai resmi disomasi oleh pihak pelapor dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur. Somasi ini dilayangkan karena penanganan perkara dinilai tidak profesional, lamban, serta abai terhadap kewajiban hukum dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Kasus yang disorot merupakan perkara tindak pidana kejahatan perlindungan anak dengan korban berinisial MA, warga Kelurahan […]

  • Solar Misterius di SPBU Totikum: Ada Barang, Tapi Rakyat Tak Bisa Beli

    Solar Misterius di SPBU Totikum: Ada Barang, Tapi Rakyat Tak Bisa Beli

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • visibility 241
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Keluhan masyarakat terhadap pelayanan SPBU Totikum di Kabupaten Banggai Kepulauan kian memuncak. Bukan sekadar soal kelangkaan, warga kini mempertanyakan kejelasan distribusi solar subsidi yang dinilai penuh kejanggalan dan menyisakan kemarahan publik. Beragam pertanyaan dan keluhan dilontarkan warga, khususnya mereka yang menggunakan solar untuk pelayanan publik, seperti antar-jemput anak sekolah, dll. Ironisnya, solar […]

  • RSUD Trikora Salakan Buka Suara soal Dugaan Malapraktik Kematian Pasien Asal Manggalai

    RSUD Trikora Salakan Buka Suara soal Dugaan Malapraktik Kematian Pasien Asal Manggalai

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • visibility 1.034
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Pihak RSUD Trikora Salakan akhirnya memberikan klarifikasi terkait tudingan malapraktik atas meninggalnya seorang pasien perempuan berusia 27 tahun, asal Desa Manggalai, Kecamatan Tinangkung. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh pihak rumah sakit pada Rabu sore (15/4/2026). Pasien tersebut sebelumnya diketahui menjalani proses persalinan normal anak kedua di RSUD Trikora Salakan pada Senin (13/4/2026). […]

  • Rakyat Tidak Boleh Takut, Muhammad Saleh Gasin Dorong Warga Banggai Kepulauan Berani Bersuara

    Rakyat Tidak Boleh Takut, Muhammad Saleh Gasin Dorong Warga Banggai Kepulauan Berani Bersuara

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • visibility 322
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Masalah di daerah bukan karena tidak ada yang tahu, tapi karena terlalu banyak yang memilih diam. Muhammad Saleh Gasin menilai, sikap takut dan masa bodoh justru menjadi pintu utama suburnya berbagai penyimpangan dan pelanggaran di Banggai Kepulauan. “Masalah terbesar kita bukan pelanggarannya, tapi diamnya masyarakat. Semua tahu, tapi tidak ada yang mau […]

  • Polda Sulteng Respons Aduan Muhammad Saleh Gasin Soal Mandeknya Kasus Pemalsuan Dokumen PPPK di Polres Bangkep

    Polda Sulteng Respons Aduan Muhammad Saleh Gasin Soal Mandeknya Kasus Pemalsuan Dokumen PPPK di Polres Bangkep

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • visibility 1.254
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id — Polda Sulawesi Tengah akhirnya merespons aduan yang disampaikan oleh Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., terkait terhambatnya penyidikan kasus pemalsuan dokumen yang tengah ditangani Polres Banggai Kepulauan (Bangkep). Aduan yang diajukan pada 22 Mei 2025 melalui SP4N Lapor tersebut kini sedang ditindaklanjuti oleh Polda Sulteng. Dalam surat bernomor B/886/VI/WAS.2.4./2025/Itwasda yang diterima Muhammad Saleh […]

  • Skandal Rekomendasi BBM Nelayan Bangkep, 2 Orang Bisa Kuasai 11 Ribu Liter Solar per Minggu

    Skandal Rekomendasi BBM Nelayan Bangkep, 2 Orang Bisa Kuasai 11 Ribu Liter Solar per Minggu

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 698
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Dugaan penyalahgunaan rekomendasi BBM bersubsidi di Banggai Kepulauan kian terang-benderang. Fakta mengejutkan terungkap dalam rapat resmi Pemda Bangkep bahwa dua nelayan asal Kombutokan (Totikum) bisa menguasai 11.000 liter solar hanya dalam sepekan. (17/09/2025) Data yang dipaparkan perwakilan Dinas Perikanan menyebut, masing-masing nelayan mendapat jatah 2 kiloliter solar per minggu, dengan pola penyaluran […]

error: Content is protected !!
expand_less