Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUKASI » Meiyer Damima: Bangkep Tidak Kekurangan Pejabat, Bangkep Kekurangan Politisi yang Berani Ribut Demi Rakyat

Meiyer Damima: Bangkep Tidak Kekurangan Pejabat, Bangkep Kekurangan Politisi yang Berani Ribut Demi Rakyat

  • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
  • visibility 368
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.idDi tengah banyaknya persoalan yang terus berulang di Banggai Kepulauan, mulai dari lemahnya pengawasan, pembiaran yang berkepanjangan, hingga lambannya respons terhadap berbagai keresahan publik, satu pernyataan tajam datang dari Ketua DPC PDI Perjuangan Banggai Kepulauan, Meiyer Damima. Menurutnya, persoalan daerah ini bukan semata karena kekurangan pejabat, melainkan karena terlalu sedikit politisi yang benar-benar berani bersuara, berani ribut, dan berani berdiri untuk kepentingan rakyat.

“Bangkep ini bukan kekurangan pejabat. Pejabat ada, jabatan ada, struktur ada. Tapi yang mulai langka adalah politisi yang berani ribut demi rakyat, yang tidak cepat diam saat melihat ada yang tidak beres, dan yang tidak takut kehilangan kenyamanan demi membela kepentingan masyarakat,” ujar Meiyer Damima.

Sebagai tokoh daerah yang dinilai masih peka dan peduli terhadap situasi Banggai Kepulauan, Meiyer melihat bahwa salah satu penyakit paling berbahaya yang sedang tumbuh di daerah ini adalah terbiasanya publik melihat banyak hal yang seharusnya tidak normal, lalu perlahan menganggapnya biasa. Dalam suasana seperti itu, menurutnya, kehadiran politisi seharusnya bukan sekadar menjadi pelengkap demokrasi lima tahunan, tetapi menjadi suara yang hidup, penyeimbang kekuasaan, sekaligus alarm ketika daerah mulai kehilangan arah.

Ia menilai, jabatan tanpa keberanian pada akhirnya hanya akan melahirkan ketenangan yang palsu. Di atas terlihat tertib, tetapi di bawah masyarakat tetap merasakan keresahan. Di atas kelihatan tenang, tetapi di bawah banyak persoalan justru dibiarkan tumbuh tanpa sentuhan yang sungguh-sungguh. Karena itu, bagi Meiyer, Bangkep tidak cukup hanya diisi oleh orang-orang yang pandai duduk di posisi, tetapi harus dihidupkan oleh figur-figur politik yang masih punya kepekaan, nurani, dan keberanian untuk membuat kegaduhan yang sehat demi membela rakyat.

“Politisi itu jangan hanya muncul saat minta dukungan. Jangan hanya kuat waktu kampanye. Ukuran politisi itu justru kelihatan setelah kekuasaan berjalan yakni dia masih peka atau tidak, masih berani bersuara atau tidak, masih punya keberpihakan atau tidak. Karena rakyat tidak butuh politisi yang hanya pandai tersenyum. Rakyat butuh politisi yang kalau melihat ada yang salah, dia gelisah, dia bergerak, dan dia tidak tenang sebelum persoalan itu disentuh,” lanjutnya.

Menurut Meiyer Damima, yang dibutuhkan Banggai Kepulauan hari ini bukan keributan yang kosong, bukan kegaduhan demi panggung, dan bukan kritik yang berhenti di sensasi. Yang dibutuhkan adalah keberanian politik yang jujur, yaitu keberanian untuk menyuarakan persoalan yang nyata, memperjuangkan hal-hal yang selama ini diabaikan, dan hadir sebagai pembela kepentingan publik di tengah banyaknya orang yang memilih aman.

Ia mengingatkan bahwa daerah tidak akan pernah benar-benar sehat jika semua orang yang punya posisi justru lebih sibuk menjaga kenyamanan dibanding menjaga kebenaran. Ketika politisi kehilangan keberanian untuk ribut demi rakyat, maka ruang publik akan diisi oleh pembiaran, kritik akan dianggap gangguan, dan masyarakat perlahan kehilangan tempat untuk berharap.

“Kadang daerah ini bukan kurang orang pintar. Bukan juga kurang orang yang tahu masalah. Tapi terlalu banyak yang tahu lalu memilih diam. Terlalu banyak yang paham, tapi lebih suka aman. Dan kalau itu terus dibiarkan, lama-lama yang hilang bukan cuma keberanian politik, tapi juga kepercayaan rakyat,” tegas Meiyer.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa politik seharusnya tidak kehilangan fungsi moralnya. Bahwa politisi tidak cukup hanya hadir dalam struktur, tetapi harus terasa dalam pembelaan. Dan bahwa daerah seperti Banggai Kepulauan, yang menghadapi banyak persoalan saling terkait, membutuhkan lebih dari sekadar pejabat yang bekerja secara administratif. Daerah ini membutuhkan figur-figur politik yang berani menjadi suara ketika banyak orang memilih diam.

Bagi Meiyer Damima, politisi yang berani ribut demi rakyat bukanlah politisi yang mencari gaduh, tetapi politisi yang tidak rela melihat ketidakberesan dibiarkan terus hidup. Politisi yang tidak cepat menenangkan keadaan dengan kata-kata manis, tetapi memilih berdiri di tengah kenyataan dan mengatakan dengan jujur bahwa ada yang harus dibenahi.

Di tengah situasi Bangkep hari ini, pesan itu terasa kuat dan menohok bahwa jabatan bisa banyak, pejabat bisa lengkap, tetapi jika keberanian politik semakin sedikit, maka rakyat akan terus hidup dalam kekurangan suara.

Dan mungkin, dari sanalah Banggai Kepulauan perlu mulai bercermin bahwa yang dibutuhkan rakyat hari ini bukan sekadar orang yang duduk di posisi, tetapi orang yang berani ribut ketika rakyat sedang tidak baik-baik saja.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Totikum (Bangkep) Inisiatif Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya, Respons Positif Meningkat

    Masyarakat Totikum (Bangkep) Inisiatif Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya, Respons Positif Meningkat

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • visibility 946
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Kondisi jalan rusak dan berlubang yang menghubungkan Desa Sambiut ke Desa Luksagu serta Desa Sambiut ke Desa Palam, yang merupakan akses utama menuju Ibu Kota Kabupaten Banggai Kepulauan, menjadi perhatian serius masyarakat. Pada 11 Juli 2025, obrolan spontan di Grup WhatsApp “TOTIKUM,” yang beranggotakan lebih dari 300 orang dari berbagai kalangan, baik […]

  • Tak Banyak yang Tahu, Rizkawati Gasin Jelaskan Perjanjian Perkawinan Bisa Dibuat Setelah Menikah

    Tak Banyak yang Tahu, Rizkawati Gasin Jelaskan Perjanjian Perkawinan Bisa Dibuat Setelah Menikah

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • visibility 886
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Masih banyak pasangan suami istri yang beranggapan bahwa perjanjian perkawinan hanya bisa dibuat sebelum menikah. Padahal, pemahaman tersebut sudah tidak sepenuhnya benar secara hukum. Hal itu dijelaskan oleh Rizkawati Gasin, S.H., Advokat Magang sekaligus Mahasiswa Magister Hukum di Universitas Negeri Gorontalo, saat memberikan edukasi hukum kepada masyarakat terkait perkembangan aturan perjanjian perkawinan di […]

  • Laut Banggai Kepulauan Dibom Setiap Hari, Irwanto Diasa: Hukum Sedang Dipermalukan

    Laut Banggai Kepulauan Dibom Setiap Hari, Irwanto Diasa: Hukum Sedang Dipermalukan

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • visibility 394
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Dentuman bom ikan kini bukan lagi peristiwa sesekali di perairan Banggai Kepulauan. Di kawasan konservasi laut yang seharusnya steril dari aktivitas destruktif, ledakan justru terjadi berulang dan nyaris setiap hari. Fenomena ini menandai kondisi darurat kejahatan lingkungan yang tidak lagi bisa disembunyikan di balik alasan keterbatasan pengawasan. Data rekaman teknologi pemantau bawah […]

  • Silaturahmi dan Perpisahan RA AL-MUNAWARAH Bone Bolango Tahun Pelajaran 2024/2025, Inisiasi Murni Orang Tua yang Penuh Makna

    Silaturahmi dan Perpisahan RA AL-MUNAWARAH Bone Bolango Tahun Pelajaran 2024/2025, Inisiasi Murni Orang Tua yang Penuh Makna

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

    BONE BOLANGO, tatandak.id — Kegiatan silaturahmi dan perpisahan siswa RA AL-MUNAWARAH Bone Bolango, Provinsi Gorontalo tahun pelajaran 2024/2025 berlangsung khidmat dan menyentuh hati. Acara yang digagas sepenuhnya oleh orang tua siswa ini menjadi momentum bersejarah dan penuh makna, mempererat ikatan antara guru, siswa, dan orang tua. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten […]

  • Marak Kasus Cabul Anak di Bangkep, PDI Perjuangan Minta Pengawasan Sekolah Diperketat

    Marak Kasus Cabul Anak di Bangkep, PDI Perjuangan Minta Pengawasan Sekolah Diperketat

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • visibility 247
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Terungkapnya kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, memicu keprihatinan mendalam dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Banggai Kepulauan. Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkep, Meiyer Damima, SE., mengecam keras tindakan bejat tersebut dan meminta seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, memperketat pengawasan di […]

  • Aksi IPBK Berbuah Sikap DPRD: Karst Banggai Kepulauan Tak Boleh Dikorbankan

    Aksi IPBK Berbuah Sikap DPRD: Karst Banggai Kepulauan Tak Boleh Dikorbankan

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • visibility 408
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Aksi demonstrasi Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu, Sulawesi Tengah, terhadap aktivitas pertambangan batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan mulai membuahkan hasil. Suara penolakan yang disampaikan mahasiswa dan pemuda Banggai Kepulauan di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah mendapat respons serius melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Sulteng pada 28 […]

error: Content is protected !!
expand_less