Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI & BISNIS » Ironi di Negeri Laut: Program MBG di Banggai Kepulauan Lebih Banyak Sajikan Ayam daripada Ikan, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Bangkep Angkat Suara

Ironi di Negeri Laut: Program MBG di Banggai Kepulauan Lebih Banyak Sajikan Ayam daripada Ikan, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Bangkep Angkat Suara

  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 43
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi simbol keberpihakan pada potensi lokal justru memunculkan ironi di daerah kepulauan. Di wilayah yang dikenal sebagai salah satu lumbung ikan di Sulawesi Tengah, menu MBG justru lebih didominasi ayam potong, sementara ikan yang menjadi identitas dan kekuatan daerah, nyaris tak terlihat dalam sajian.

Sorotan keras datang dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Banggai Kepulauan. Ketua KNTI Bangkep, Doni Setiawan, menilai penyusunan menu MBG tidak mencerminkan realitas geografis daerah yang dikelilingi laut dan kaya akan hasil perikanan.

“Ironis. Kita ini daerah penghasil ikan, tapi justru ayam potong yang lebih dominan dalam program pemerintah. Ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah potensi lokal benar-benar diperhitungkan?” ujarnya.

Banggai Kepulauan merupakan wilayah kepulauan dengan sekitar 75 persen wilayahnya berupa laut. Ibu kota kabupaten, Salakan, bahkan dikenal luas sebagai kota ikan, sebuah identitas yang lahir dari sejarah panjang kehidupan masyarakat yang bergantung pada laut.

Namun dalam pelaksanaan MBG belakangan ini, realitas tersebut seolah terbalik. Menu ikan justru jarang muncul, sementara ayam potong menjadi menu yang lebih sering disajikan. Kondisi ini memunculkan kesan bahwa program nasional tersebut berjalan tanpa mempertimbangkan karakter dan kekuatan pangan lokal.

Sekretaris KNTI Bangkep, Kaharudin, yang akrab disapa Agung, menilai penggunaan ikan dalam program MBG bukan sekadar soal menu, tetapi soal keberpihakan pada identitas dan ekonomi daerah.

“Ikan bukan hanya makanan di sini, tapi bagian dari kehidupan masyarakat. Jika program pemerintah justru mengabaikan itu, maka ada jarak antara kebijakan dan realitas di lapangan,” ungkapnya.

Program MBG pada dasarnya dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Namun di daerah kepulauan seperti Banggai Kepulauan, masyarakat berharap program tersebut juga menjadi ruang pemberdayaan potensi lokal, bukan justru menghadirkan bahan pangan yang secara geografis bukan kekuatan utama daerah.

Dominasi ayam potong dalam menu MBG dinilai bukan hanya mengabaikan identitas daerah, tetapi juga melewatkan peluang untuk memperkuat ekonomi nelayan lokal yang selama ini menjadi tulang punggung wilayah kepulauan.

KNTI Bangkep mendesak adanya evaluasi serius terhadap penyusunan menu MBG agar lebih selaras dengan karakter wilayah kepulauan. Menurut mereka, memasukkan ikan sebagai menu utama bukan hanya relevan secara geografis, tetapi juga logis secara ekonomi dan sosial.

Program pemerintah, menurut KNTI, seharusnya tidak hadir sebagai konsep yang seragam di semua wilayah, melainkan mampu beradaptasi dengan potensi dan identitas daerah.

Di tengah laut yang melimpah ikan, masyarakat kini bertanya: mengapa justru ayam yang lebih sering hadir di piring anak-anak, sementara kekayaan laut sendiri seperti diabaikan?

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Bangkep Tegas Sikapi Polemik BBM Subsidi: Siap Tindak Penyelewengan

    Polres Bangkep Tegas Sikapi Polemik BBM Subsidi: Siap Tindak Penyelewengan

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • visibility 743
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Polemik penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) kian hangat diperbincangkan. Kelangkaan dan dugaan penyelewengan BBM yang ramai diberitakan belakangan ini akhirnya mendapat tanggapan tegas dari pihak Kepolisian Resor (Polres) Bangkep. Sebelumnya, Pemerintah Daerah pada Rabu (17/09/2025) telah menggelar rapat besar bersama berbagai pihak, mulai dari eksekutif, […]

  • Penjilat Kekuasaan Merajalela, Nalar Kritis Tergerus: Catatan Keras Irwanto Diasa (Simbil)

    Penjilat Kekuasaan Merajalela, Nalar Kritis Tergerus: Catatan Keras Irwanto Diasa (Simbil)

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • visibility 347
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Fenomena menjamurnya perilaku penjilat kekuasaan dinilai menjadi salah satu faktor utama melemahnya nalar kritis dalam birokrasi dan pemerintahan. Kondisi ini tidak hanya merusak kualitas kebijakan, tetapi juga mempercepat normalisasi penyimpangan secara sistemik. Pengamat sosial, Irwanto Diasa, yang akrab disapa Simbil, menilai bahwa loyalitas semu telah menggantikan keberanian moral dalam banyak ruang pengambilan keputusan. […]

  • Yayasan Klinik Bantuan Hukum Muhammad Saleh Gasin Gelar Kembali Program Konsultasi Hukum Keliling Gratis di Banggai Kepulauan

    Yayasan Klinik Bantuan Hukum Muhammad Saleh Gasin Gelar Kembali Program Konsultasi Hukum Keliling Gratis di Banggai Kepulauan

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • visibility 626
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Yayasan Klinik Bantuan Hukum Muhammad Saleh Gasin kembali melaksanakan kegiatan Konsultasi Hukum Keliling Gratis di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan. Program ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang selama ini dilakukan secara mandiri oleh Yayasan Klinik Bantuan Hukum dengan semangat pengabdian tanpa dukungan anggaran. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dikemas dengan konsep “versi […]

  • Sampah Menumpuk Hampir Sepekan, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap di Pinggir Jalan

    Sampah Menumpuk Hampir Sepekan, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap di Pinggir Jalan

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • visibility 115
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Tumpukan sampah terlihat masih belum diangkut oleh petugas kebersihan di salah satu ruas jalan utama di Kota Salakan. Kondisi ini telah berlangsung hampir satu minggu dan mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Berdasarkan pantauan di lapangan, sampah mulai menumpuk sejak tanggal 1 Januari 2026 dan hingga kini 9 Januari 2026 belum mendapat […]

  • Diduga Salurkan BBM Pakai Drum, SPBU Buko Tak Menjawab Saat Ditanya

    Diduga Salurkan BBM Pakai Drum, SPBU Buko Tak Menjawab Saat Ditanya

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • visibility 285
    • 0Komentar

    BUKO, tatandak.id – SPBU Buko di Desa Labasiano kembali jadi sorotan publik. Warga menuding penyaluran bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, tidak berjalan sebagaimana mestinya. Keluhan masyarakat menyebut distribusi BBM kerap langka, solar dibatasi hanya 20 liter per kendaraan, bahkan diduga tidak menggunakan nozzle, melainkan ditumpahkan ke drum. Sorotan semakin tajam karena dalam rapat Pemerintah […]

  • Diduga Hilangkan Sertifikat Jaminan Kredit, Bank Danamon Luwuk Disomasi Kuasa Hukum Husin Rajak dan Nurmin Rahman

    Diduga Hilangkan Sertifikat Jaminan Kredit, Bank Danamon Luwuk Disomasi Kuasa Hukum Husin Rajak dan Nurmin Rahman

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • visibility 485
    • 0Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Kantor Hukum Tomi Akase, S.H. & Rekan secara resmi melayangkan somasi pertama (Somasi I) kepada Bank Danamon Cabang Luwuk, Sulawesi Tengah, terkait dugaan hilangnya sertifikat hak milik (SHM) Nomor 1697 atas nama Husin Rajak, yang sebelumnya dijadikan jaminan kredit oleh Nurmin Rahman. Surat somasi tertanggal 10 Oktober 2025 itu ditandatangani langsung oleh […]

error: Content is protected !!
expand_less