Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI & BISNIS » Ironi di Negeri Laut: Program MBG di Banggai Kepulauan Lebih Banyak Sajikan Ayam daripada Ikan, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Bangkep Angkat Suara

Ironi di Negeri Laut: Program MBG di Banggai Kepulauan Lebih Banyak Sajikan Ayam daripada Ikan, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Bangkep Angkat Suara

  • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
  • visibility 173
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi simbol keberpihakan pada potensi lokal justru memunculkan ironi di daerah kepulauan. Di wilayah yang dikenal sebagai salah satu lumbung ikan di Sulawesi Tengah, menu MBG justru lebih didominasi ayam potong, sementara ikan yang menjadi identitas dan kekuatan daerah, nyaris tak terlihat dalam sajian.

Sorotan keras datang dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Banggai Kepulauan. Ketua KNTI Bangkep, Doni Setiawan, menilai penyusunan menu MBG tidak mencerminkan realitas geografis daerah yang dikelilingi laut dan kaya akan hasil perikanan.

“Ironis. Kita ini daerah penghasil ikan, tapi justru ayam potong yang lebih dominan dalam program pemerintah. Ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah potensi lokal benar-benar diperhitungkan?” ujarnya.

Banggai Kepulauan merupakan wilayah kepulauan dengan sekitar 75 persen wilayahnya berupa laut. Ibu kota kabupaten, Salakan, bahkan dikenal luas sebagai kota ikan, sebuah identitas yang lahir dari sejarah panjang kehidupan masyarakat yang bergantung pada laut.

Namun dalam pelaksanaan MBG belakangan ini, realitas tersebut seolah terbalik. Menu ikan justru jarang muncul, sementara ayam potong menjadi menu yang lebih sering disajikan. Kondisi ini memunculkan kesan bahwa program nasional tersebut berjalan tanpa mempertimbangkan karakter dan kekuatan pangan lokal.

Sekretaris KNTI Bangkep, Kaharudin, yang akrab disapa Agung, menilai penggunaan ikan dalam program MBG bukan sekadar soal menu, tetapi soal keberpihakan pada identitas dan ekonomi daerah.

“Ikan bukan hanya makanan di sini, tapi bagian dari kehidupan masyarakat. Jika program pemerintah justru mengabaikan itu, maka ada jarak antara kebijakan dan realitas di lapangan,” ungkapnya.

Program MBG pada dasarnya dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Namun di daerah kepulauan seperti Banggai Kepulauan, masyarakat berharap program tersebut juga menjadi ruang pemberdayaan potensi lokal, bukan justru menghadirkan bahan pangan yang secara geografis bukan kekuatan utama daerah.

Dominasi ayam potong dalam menu MBG dinilai bukan hanya mengabaikan identitas daerah, tetapi juga melewatkan peluang untuk memperkuat ekonomi nelayan lokal yang selama ini menjadi tulang punggung wilayah kepulauan.

KNTI Bangkep mendesak adanya evaluasi serius terhadap penyusunan menu MBG agar lebih selaras dengan karakter wilayah kepulauan. Menurut mereka, memasukkan ikan sebagai menu utama bukan hanya relevan secara geografis, tetapi juga logis secara ekonomi dan sosial.

Program pemerintah, menurut KNTI, seharusnya tidak hadir sebagai konsep yang seragam di semua wilayah, melainkan mampu beradaptasi dengan potensi dan identitas daerah.

Di tengah laut yang melimpah ikan, masyarakat kini bertanya: mengapa justru ayam yang lebih sering hadir di piring anak-anak, sementara kekayaan laut sendiri seperti diabaikan?

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Misteri Kematian Adik Naya, Polres Bangkep Lakukan Autopsi Forensik Usai Ekshumasi

    Misteri Kematian Adik Naya, Polres Bangkep Lakukan Autopsi Forensik Usai Ekshumasi

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • visibility 1.148
    • 0Komentar

    BANGGAI LAUT, tatandai.id — Upaya pengungkapan kasus kematian Hijrah Adriani alias Naya (5), anak perempuan asal Banggai Kepulauan yang ditemukan meninggal secara misterius pada awal Februari 2025, kembali dilanjutkan oleh pihak kepolisian. Jumat (13/6/2025), Polres Banggai Kepulauan melakukan proses ekshumasi atau pembongkaran makam untuk melaksanakan autopsi forensik pertama terhadap jenazah Naya, guna mengungkap penyebab pasti […]

  • Polres Bangkep Pastikan Stok BBM Aman dan Distribusi di SPBU Sesuai Aturan

    Polres Bangkep Pastikan Stok BBM Aman dan Distribusi di SPBU Sesuai Aturan

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • visibility 251
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial dan media online terkait dugaan antrean jerigen bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, jajaran Sat Reskrim Polres Banggai Kepulauan (Bangkep) bergerak cepat melakukan patroli dan pengecekan langsung ke sejumlah SPBU di wilayah hukum Polres Bangkep pada Senin (16/2/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran distribusi […]

  • Sorotan!!! Bom Ikan Mengguncang Buko Selatan, Masyarakat Tantang Kapolres Bangkep Buktikan Komitmen

    Sorotan!!! Bom Ikan Mengguncang Buko Selatan, Masyarakat Tantang Kapolres Bangkep Buktikan Komitmen

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • visibility 283
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Aksi biadab merusak laut kembali mencoreng wajah konservasi di Banggai Kepulauan. Jumat (19/9/2025) pagi, warga dikejutkan dengan praktik pemboman ikan di sekitar perairan Pulau Sombuangan, Kecamatan Buko Selatan, kawasan konservasi laut yang semestinya dijaga ketat untuk wisata bahari dan keberlanjutan ekosistem. Ironisnya, praktik ilegal ini dilakukan terang-terangan di siang bolong, seolah menantang […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Bangkep Tidak Kekurangan Orang yang Tahu Masalah, Tapi Kekurangan Orang yang Mau Ambil Peran

    Muhammad Saleh Gasin: Bangkep Tidak Kekurangan Orang yang Tahu Masalah, Tapi Kekurangan Orang yang Mau Ambil Peran

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • visibility 724
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Advokat dan pegiat sosial Banggai Kepulauan, Muhammad Saleh Gasin, menilai bahwa salah satu persoalan paling mendasar di Banggai Kepulauan hari ini bukan semata-mata karena masyarakat tidak tahu keadaan, melainkan karena terlalu banyak orang yang paham ada yang tidak beres, tetapi terlalu sedikit yang sungguh-sungguh mau mengambil peran untuk memperbaikinya. Menurut Saleh […]

  • Diduga Dibacok Suami Saat Mabuk, Seorang Perempuan Menjalani Perawatan di Puskesmas Totikum

    Diduga Dibacok Suami Saat Mabuk, Seorang Perempuan Menjalani Perawatan di Puskesmas Totikum

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • visibility 2.146
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Seorang perempuan di Desa Kombutokan, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, diduga menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh suaminya sendiri pada Senin malam, 6 April 2026, sekitar pukul 23.00 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tatandak.id, korban yang diketahui berinisial R sempat dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 00.00 Wita dalam […]

  • Swadaya Warga Totikum Berlanjut: Tiga Desa Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air untuk Persiapan Perbaikan Jalan

    Swadaya Warga Totikum Berlanjut: Tiga Desa Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air untuk Persiapan Perbaikan Jalan

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • visibility 827
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Upaya perbaikan infrastruktur jalan secara swadaya oleh masyarakat Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, terus menunjukkan progres yang membanggakan. Pada Jumat pagi, 18 Juli 2025, warga dari tiga desa yakni Salangano, Batang Babasal, dan Sampaka, bersama aparat kepolisian, pemerintah desa, dan pihak sekolah, turun langsung membersihkan saluran air (riol) sebagai bagian dari persiapan […]

error: Content is protected !!
expand_less