Muhammad Saleh Gasin: Maksimalkan Media Sosial Guna Memperkuat Suara-Suara yang Biasanya Jarang Terdengar
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 53
- comment 0 komentar

Tatandak.id – Pemerhati hukum, tata kelola, dan kepentingan publik, Muhammad Saleh Gasin, menilai bahwa media sosial harus dimaksimalkan sebagai ruang untuk memperkuat suara-suara masyarakat yang selama ini sering terdengar pelan, terpinggirkan, atau bahkan sama sekali tidak mendapat tempat dalam ruang-ruang resmi. Menurutnya, di daerah seperti Kabupaten Banggai Kepulauan, media sosial bukan lagi sekadar sarana komunikasi biasa, melainkan telah berkembang menjadi ruang penting tempat warga menyampaikan kenyataan hidup mereka, kegelisahan mereka, dan persoalan-persoalan yang kerap luput dari perhatian mereka yang memegang kewenangan.
“Media sosial harus dimaksimalkan guna memperkuat suara-suara yang biasanya jarang terdengar. Karena di banyak keadaan, justru suara yang paling penting sering datang dari mereka yang paling jauh dari pusat perhatian,” ujar Muhammad Saleh Gasin.
Menurut Muhammad Saleh Gasin, kondisi Banggai Kepulauan sebagai wilayah kepulauan membuat banyak persoalan publik tidak selalu cepat naik ke permukaan. Ada keluhan warga di desa-desa, ada keresahan nelayan, petani, sopir, pelaku usaha kecil, dan masyarakat biasa yang sering hanya hidup sebagai percakapan kecil di kampung, di pelabuhan, di kebun, atau di pinggir jalan. Persoalan itu nyata, dirasakan setiap hari, tetapi sering tidak mempunyai daya jangkau yang cukup untuk menembus perhatian publik yang lebih luas. Dalam keadaan seperti itulah media sosial, kata dia, menjadi sangat penting.
“Di daerah seperti Banggai Kepulauan, media sosial bisa menjadi jembatan antara kenyataan lapangan dan perhatian publik. Sesuatu yang dulu hanya menjadi keluhan kecil di sudut kampung, sekarang bisa berubah menjadi suara bersama yang tidak mudah lagi diabaikan,” kata Muhammad Saleh Gasin.
Ia menegaskan bahwa media sosial memberi kekuatan baru kepada masyarakat biasa. Orang yang sebelumnya tidak punya jabatan, tidak punya akses ke ruang kebijakan, dan tidak punya kekuatan untuk bicara di forum-forum resmi, kini bisa menyampaikan langsung apa yang mereka alami. Dan ketika banyak suara kecil itu berkumpul, dampaknya menjadi jauh lebih besar daripada sekadar satu keluhan yang berdiri sendiri.
Bagi Muhammad Saleh Gasin, inilah sisi paling penting dari media sosial yakni bukan sekadar membuat sesuatu ramai, tetapi memberi keberanian kepada mereka yang biasanya diam untuk mulai bicara.
“Yang paling penting dari media sosial bukan semata-mata karena sesuatu bisa viral, tetapi karena ia memberi keberanian kepada orang-orang yang biasanya tidak punya ruang untuk bicara. Ketika suara-suara kecil itu mulai terdengar bersama-sama, maka yang lahir bukan sekadar keluhan, tetapi kesadaran publik,” tegas Muhammad Saleh Gasin.
Ia menilai bahwa dalam banyak persoalan publik, perubahan sering kali baru mulai bergerak ketika masyarakat berhasil membuat persoalan itu tidak lagi tersembunyi. Karena itu, media sosial seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan. Sebaliknya, media sosial harus dibaca sebagai tanda bahwa masyarakat masih peduli, masih punya harapan, dan masih mau mengingatkan ketika sesuatu berjalan tidak semestinya.
“Jangan anggap suara masyarakat di media sosial sebagai gangguan. Kadang itu justru tanda bahwa masyarakat masih peduli pada daerahnya. Yang berbahaya adalah kalau masyarakat sudah berhenti bicara, karena itu bisa berarti mereka sudah terlalu lelah untuk berharap,” ujar Muhammad Saleh Gasin.
Dalam pandangannya, daerah yang sehat bukan daerah yang sunyi dari kritik, tetapi daerah yang masih memiliki warga yang mau berbicara, mau mengingatkan, dan mau mengambil bagian dalam menjaga arah kehidupan publik. Karena itu, ia mendorong agar masyarakat Banggai Kepulauan tidak menyia-nyiakan kekuatan media sosial hanya untuk hal-hal yang dangkal, tetapi memanfaatkannya sebagai ruang untuk memperkuat kesadaran, membangun kepedulian, dan menyuarakan persoalan-persoalan nyata yang menyentuh kehidupan rakyat.
Bagi Muhammad Saleh Gasin, di tengah keterbatasan akses, jauhnya sebagian wilayah dari pusat perhatian, dan masih banyaknya persoalan yang sering tersendat di ruang-ruang formal, media sosial justru menjadi salah satu alat paling penting untuk memastikan bahwa suara masyarakat kecil tidak lagi tenggelam begitu saja.
“Media sosial hari ini bukan sekadar alat komunikasi. Ia juga telah menjadi ruang hidup bagi suara-suara yang biasanya dipandang kecil. Dan ketika suara kecil itu diperkuat, maka masyarakat tidak lagi mudah didiamkan,” tutup Muhammad Saleh Gasin.
- Penulis: Tatandak.id
- Editor: Tatandak.id

Saat ini belum ada komentar