Dua Jam Menunggu Tanpa Dokter: Anak Demam Terpaksa Pulang dari Puskesmas Totikum Selatan
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 276
- comment 0 komentar
BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id –Pelayanan kesehatan di Puskesmas Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, dikeluhkan seorang warga yang mengaku harus menunggu lebih dari dua jam tanpa kepastian pemeriksaan dokter. Akibatnya, anak yang tengah demam dan batuk terpaksa dibawa pulang tanpa sempat mendapatkan pelayanan medis.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Sardin Selong, S.Pd.I., warga Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan. Peristiwa itu terjadi pada 3 Maret 2026 sekitar pukul 08.00 WITA.
Menurut Sardin, saat ia tiba di puskesmas, ruang tunggu pasien masih dalam kondisi sepi. Ia memperkirakan pelayanan akan berlangsung cepat karena jumlah pasien belum banyak. Namun hingga sekitar pukul 10.00 WITA, dokter yang bertugas belum juga melakukan pemeriksaan di poli.
“Saya datang sekitar jam delapan lewat, ruang tunggu masih kosong. Saya kira cepat karena kurang pasien. Tapi sudah dua jam lebih menunggu, dokter belum juga ada,” ujarnya.
Seiring waktu, jumlah pasien terus bertambah. Sementara itu, anaknya yang mengalami batuk dan demam terlihat semakin gelisah, dengan mata memerah akibat panas. Karena khawatir dengan kondisi sang anak, ia akhirnya memilih pulang sebelum sempat diperiksa.
“Anak sudah gelisah, mata sudah merah karena batuk dan panas. Terpaksa saya bawa pulang karena sudah dua jam lebih duduk menunggu,” tambahnya.
Sardin menegaskan bahwa penyampaiannya bukan bermaksud menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk harapan agar pelayanan ke depan bisa lebih baik. Ia juga menyebut kondisi serupa bukan kali pertama terjadi.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala UPTS Kesehatan Puskesmas Totikum Selatan, Brusli I. Sabuntak, A.Md.Kep., menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pelayanan yang terjadi.
“Kami minta maaf atas keterlambatan pelayanan. Memang kondisi di PKM Totikum Selatan saat ini hanya memiliki satu orang dokter. Sejak kemarin dokter yang bersangkutan dalam keadaan sakit,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pada hari kejadian, dokter sebenarnya telah datang lebih awal, namun harus melakukan visite pasien rawat inap serta menangani tindakan medis di ruang kebidanan terkait pasien keguguran.
“Dokter sudah datang lebih awal, hanya ada visite di perawatan dan tindakan pasien keguguran di kebidanan, sehingga pelayanan poli terlambat,” ujarnya.
Pihak puskesmas berharap masyarakat dapat memahami keterbatasan tenaga medis yang ada. Meski demikian, manajemen berkomitmen melakukan evaluasi agar pelayanan tetap berjalan optimal dan tidak mengganggu hak masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan tepat waktu.
Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama di wilayah kecamatan, Puskesmas Totikum Selatan menjadi tumpuan utama masyarakat. Harapan warga sederhana: pelayanan yang tepat waktu, komunikasi yang jelas, dan kepastian penanganan, terutama bagi pasien anak-anak yang membutuhkan perhatian segera.
- Penulis: Tatandak.id
- Editor: Tatandak.id


Saat ini belum ada komentar