Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUKASI » Ketimpangan Hukum di Bangkep: Muhammad Saleh Gasin Desak Polres Usut Dalang di Balik Dokumen Palsu PPPK

Ketimpangan Hukum di Bangkep: Muhammad Saleh Gasin Desak Polres Usut Dalang di Balik Dokumen Palsu PPPK

  • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
  • visibility 893
  • comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak.id – Dosen sekaligus praktisi hukum Advokat, Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., menyoroti tajam ketimpangan penegakan hukum yang dilakukan oleh Polres Banggai Kepulauan dalam menangani kasus dugaan pemalsuan dokumen seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkep.


Ia menilai aparat kepolisian telah menjalankan penyidikan secara setengah hati karena hanya menjerat pengguna dokumen palsu, sementara pembuat, penyuruh, dan pihak yang memfasilitasi pemalsuan justru dibiarkan bebas tanpa proses hukum.

“Kasus ini memperlihatkan wajah penegakan hukum yang timpang. Polisi hanya menjerat pengguna, padahal jelas ada yang membuat dan mengatur dokumen itu. Ini bukan hanya kelalaian, tapi bentuk pembiaran terhadap kejahatan yang sebenarnya,” tegas Muhammad Saleh Gasin.

Menurut Saleh Gasin, konstruksi hukum dalam Pasal 263 KUHP sangat jelas yakni tindak pidana pemalsuan mencakup dua subjek hukum, yaitu pembuat dan pengguna. Kedua peran ini sama-sama memiliki tanggung jawab pidana. Karena itu, langkah Polres Bangkep yang hanya menjerat pengguna dinilainya tidak hanya keliru secara teknis, tetapi juga mencederai keadilan substantif.


“Delik pemalsuan tidak berdiri di ruang kosong. Selalu ada pihak yang membuat, memerintah, dan menyediakan dokumen palsu. Kalau penyidik berhenti pada pengguna, maka hukum sedang berhenti di tengah jalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Saleh menekankan bahwa dalam sistem hukum acara pidana, penyidik memiliki kewajiban konstitusional untuk menelusuri seluruh pihak yang terlibat dalam tindak pidana. Hal itu termaktub dalam Pasal 1 angka 2 KUHAP, yang menyebutkan bahwa penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mencari dan mengumpulkan bukti, serta menemukan tersangka. Menurutnya, istilah “menemukan tersangka” tidak boleh ditafsirkan sempit. Penyidik harus menemukan semua pihak yang berperan dalam kejahatan, bukan hanya yang terlihat di permukaan.


“Penyidik wajib mengurai seluruh rantai pelaku. Harus diusut siapa yang membuat, siapa yang menyuruh, dan siapa yang memfasilitasi. Kalau hanya satu sisi yang disentuh, maka proses hukum itu sudah kehilangan maknanya,” jelasnya.

Saleh Gasin juga menegaskan bahwa Pasal 7 ayat (1) huruf j KUHAP memberi mandat kepada penyidik untuk melakukan “tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab”. Ketentuan ini, menurutnya, memberi ruang hukum bagi penyidik untuk bertindak lebih luas dan progresif, bukan sekadar administratif. “Kewenangan itu bukan untuk disia-siakan. Polisi punya dasar hukum yang kuat untuk menelusuri semua pelaku, tetapi yang terjadi justru penyidikan yang stagnan dan selektif,” tegasnya.

Dalam pandangannya, Pasal 8 ayat (1) KUHAP juga menuntut akuntabilitas penyidik karena setiap tindakan penyidikan wajib dituangkan dalam berita acara. Bila tidak ada berita acara tentang penelusuran pembuat dokumen palsu, maka hal itu menunjukkan adanya kekosongan penyidikan yang bertentangan dengan asas transparansi dan profesionalitas. “Penyidik tidak boleh menutup bagian dari kebenaran hanya karena alasan praktis. Hukum pidana tidak boleh dipilih-pilih,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya penerapan Pasal 55 dan 56 KUHP sebagai dasar pertanggungjawaban pidana bersama (deelneming). Pasal tersebut menegaskan bahwa siapa pun yang melakukan, menyuruh melakukan, turut serta, atau membantu tindak pidana harus dipidana sebagai pelaku. “Pemalsuan dokumen itu pasti melibatkan lebih dari satu orang. Kalau polisi hanya memproses pengguna, berarti mereka menolak mengakui hukum itu sendiri,” ujar Saleh Gasin. Ia menegaskan, hukum pidana tidak memberi ruang bagi penyidik untuk bersikap selektif dalam menegakkan keadilan.

Selain itu, Saleh Gasin mengingatkan bahwa Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana mewajibkan penyidik melakukan gelar perkara secara menyeluruh untuk menentukan siapa saja yang terlibat dalam suatu kejahatan. Gelar perkara bukan sekadar formalitas, melainkan mekanisme kontrol agar penyidikan berjalan objektif dan tidak diskriminatif. “Kalau Polres Bangkep berhenti pada pengguna, berarti mereka tidak menjalankan ketentuan peraturan internal Polri sendiri. Itu pelanggaran etik sekaligus pelanggaran profesional,” tegasnya.

Muhammad Saleh Gasin juga menyoroti hak masyarakat untuk mengawasi aparat penegak hukum. Menurutnya, publik dapat melapor ke Divisi Propam Polri maupun Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) jika terdapat indikasi pembiaran atau keberpihakan dalam proses penyidikan. “Masyarakat punya hak konstitusional untuk mengawasi. Ketika hukum hanya tajam ke bawah, publik wajib bersuara,” ujarnya. Ia menegaskan, diamnya masyarakat hanya akan memperkuat ketimpangan hukum dan melemahkan integritas penegakan keadilan di daerah.

Menurut Saleh Gasin, kasus pemalsuan dokumen PPPK di BPBD Bangkep ini tidak boleh dianggap sebagai perkara kecil. Kejahatan pemalsuan dokumen adalah serangan terhadap integritas administrasi negara dan mencederai kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen aparatur pemerintah. “Negara tidak boleh kalah dari manipulasi. Pemalsuan dokumen adalah bentuk pengkhianatan terhadap sistem seleksi publik dan kejujuran birokrasi,” ujarnya dengan nada tegas.

Sebagai penutup, ia menyerukan agar Polres Bangkep segera memperbaiki arah penyidikannya dan memproses semua pihak yang terlibat tanpa pandang bulu. “Kalau yang membuat dokumen palsu dibiarkan, sementara pengguna dijadikan tumbal hukum, maka hukum di Bangkep sedang pincang. Itu bukan penegakan hukum, tapi penghianatan terhadap hukum itu sendiri,” pungkas Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolsek Bulagi AKP Arifin T. Utina Ikut Kawal Penyelesaian Polemik Sapi Meselesek, Mediasi Berujung Kesepakatan

    Kapolsek Bulagi AKP Arifin T. Utina Ikut Kawal Penyelesaian Polemik Sapi Meselesek, Mediasi Berujung Kesepakatan

    • calendar_month Ming, 11 Okt 2026
    • visibility 226
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Penyelesaian polemik penyaluran bantuan ternak sapi Kelompok Sinar Kasih di Desa Meselesek, Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan, menjadi salah satu contoh pentingnya koordinasi berbagai pihak dalam menangani persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Dalam proses tersebut, Kapolsek Bulagi, AKP Arifin T. Utina, turut hadir dan terlibat dalam pertemuan mediasi yang berlangsung di […]

  • Kasus Anak di Totikum Selatan Jadi Sorotan, Polres Bangkep Tegaskan: Masih Diproses hingga Penuntutan

    Kasus Anak di Totikum Selatan Jadi Sorotan, Polres Bangkep Tegaskan: Masih Diproses hingga Penuntutan

    • calendar_month Rab, 7 Okt 2026
    • visibility 166
    • 0Komentar

    BANGKEP (07/10/2026), tatandak.id – Kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur dan penyebaran konten asusila di Kecamatan Totikum Selatan belum berakhir. Di tengah sorotan publik terhadap penanganannya, Polres Banggai Kepulauan memastikan perkara tersebut masih berjalan dan tidak pernah dihentikan. Perkara yang menyita perhatian masyarakat itu kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan […]

  • PDIP Bangkep Tegas Tolak Tambang: Pembangunan Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Eksploitasi

    PDIP Bangkep Tegas Tolak Tambang: Pembangunan Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Eksploitasi

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • visibility 388
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – PDI Perjuangan Kabupaten Banggai Kepulauan menyatakan sikap tegas menolak rencana aktivitas pertambangan di wilayahnya. Sikap ini bukan sikap emosional atau reaktif, bukan pula sekadar respons politik, melainkan garis politik yang tegas, ideologis, dan sejalan dengan arah kebijakan DPP PDI Perjuangan terkait politik ekologi yang konsisten berpihak pada keselamatan lingkungan, keberlanjutan ekonomi rakyat, […]

  • SELAMAT ULANG TAHUN, IRWANTO DIASA (SIMBIL)!

    SELAMAT ULANG TAHUN, IRWANTO DIASA (SIMBIL)!

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2026
    • visibility 119
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID (22/10/2026) – Merawat Gagasan, Menjaga Nurani, Menghidupkan Harapan. Ada orang yang hadir sekadar menjadi bagian dari perjalanan waktu. Ada pula yang memilih menjadikan perjalanan hidupnya sebagai ruang untuk menyampaikan gagasan, merawat kepedulian, dan memperjuangkan hal-hal yang diyakininya penting bagi masyarakat. Irwanto Diasa, yang akrab disapa Simbil, adalah salah satu figur yang mewarnai ruang publik […]

  • KLARIFIKASI DANA PIP SD INPRES SAMBIUT: PLT. KEPSEK AKUI TARIK DANA 10 SISWA, SETOR KE REKENING PRIBADI, DAN AKUI POTONGAN Rp50 RIBU PER SISWA

    KLARIFIKASI DANA PIP SD INPRES SAMBIUT: PLT. KEPSEK AKUI TARIK DANA 10 SISWA, SETOR KE REKENING PRIBADI, DAN AKUI POTONGAN Rp50 RIBU PER SISWA

    • calendar_month Kam, 29 Okt 2026
    • visibility 519
    • 0Komentar

    BANGKEP (29/10/2026), tatandak.id – Perkembangan terbaru polemik penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SD Inpres Sambiut, Desa Sambiut, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, memasuki babak baru. Setelah melakukan pendalaman dan meminta klarifikasi lanjutan, tim Tatandak.id berhasil memperoleh penjelasan langsung dari Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SD Inpres Sambiut, Samsu Sepa, S.Pd., terkait penarikan dana PIP […]

  • Masyarakat Totikum Beraksi: Swadaya dan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Sambil Menunggu Perhatian Pemerintah

    Masyarakat Totikum Beraksi: Swadaya dan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Sambil Menunggu Perhatian Pemerintah

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • visibility 446
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Masyarakat Kecamatan Totikum membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap daerahnya tidak pernah padam. Pada Sabtu (26/07/2025), mereka mulai melakukan perbaikan jalan rusak secara swadaya dan gotong royong, dimulai dari Desa Batang Babasal hingga Desa Sambiut. Ini adalah bentuk nyata dari inisiatif masyarakat untuk memperbaiki infrastruktur yang sangat dibutuhkan, meski belum ada […]

error: Content is protected !!
expand_less