Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SOSIAL BUDAYA » Di Balik Tanjakan Batu Togong Patukuki yang Berbahaya, Ada Raslan yang Diam-Diam Menyelamatkan Pengendara

Di Balik Tanjakan Batu Togong Patukuki yang Berbahaya, Ada Raslan yang Diam-Diam Menyelamatkan Pengendara

  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 103
  • comment 0 komentar

BANGKEP (Patukuki), tatandak.id – Tidak semua pahlawan mengenakan seragam atau memiliki jabatan penting. Sebagian hadir dalam kesederhanaan, bekerja dalam diam, dan mengabdikan dirinya demi keselamatan orang lain. Sosok itu adalah Raslan, warga Desa Patukuki yang dengan tulus menjaga keselamatan para pengguna jalan di kawasan Tanjakan Batu Togong Patukuki.

Tanjakan Batu Togong dikenal sebagai salah satu ruas jalan yang cukup berisiko bagi pengendara. Kondisi jalan yang menanjak dan berkelok sering kali diperparah oleh kerikil yang berserakan di badan jalan, terutama setelah hujan atau akibat material yang terbawa kendaraan. Bagi pengendara sepeda motor, kondisi tersebut dapat menjadi ancaman serius yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Berangkat dari kepedulian terhadap keselamatan sesama, Raslan memilih untuk tidak tinggal diam. Hampir setiap hari, ia terlihat membersihkan kerikil yang berserakan di sepanjang tanjakan tersebut. Dengan peralatan sederhana dan tenaga sendiri, ia menyapu serta memindahkan material yang berpotensi membahayakan pengendara ke pinggir jalan.

Apa yang dilakukan Raslan mungkin terlihat sederhana. Namun di balik kesederhanaan itu tersimpan nilai kemanusiaan yang luar biasa. Setiap kerikil yang disingkirkannya bukan hanya membersihkan jalan, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan yang dapat merenggut nyawa pengguna jalan.

“Beliau tidak pernah meminta imbalan atau penghargaan. Yang ada di pikirannya hanya bagaimana pengendara bisa melintas dengan aman,” ungkap salah seorang warga yang sering menyaksikan aktivitas tersebut.

Bagi masyarakat setempat, aksi Raslan menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan bersama tidak harus menunggu instruksi atau bantuan dari pihak lain. Ketika banyak orang melewati jalan itu tanpa memperhatikan ancaman yang ada, Raslan justru hadir sebagai solusi melalui tindakan nyata.

Dedikasi yang ditunjukkan pria sederhana ini perlahan mengundang rasa hormat dan simpati masyarakat. Banyak warga menilai apa yang dilakukannya merupakan bentuk pengabdian yang tulus kepada sesama. Bahkan tidak sedikit yang menyebutnya sebagai “pahlawan keselamatan” bagi para pengguna jalan yang melintasi Tanjakan Batu Togong.

Di tengah kehidupan yang semakin individualistis, aksi Raslan menjadi pengingat bahwa kepedulian masih hidup di tengah masyarakat. Ia tidak mencari popularitas, tidak pula mengharapkan pujian. Namun melalui kerja sunyinya, ia telah memberikan kontribusi besar bagi keselamatan banyak orang.

Di balik Tanjakan Batu Togong Patukuki yang berbahaya, ada seorang warga yang setiap hari berjuang dalam diam. Namanya mungkin tidak banyak dikenal, tetapi ketulusannya telah menjadi pelindung bagi banyak pengendara yang melintas. Sebab terkadang, menyelamatkan nyawa tidak harus dilakukan dengan tindakan besar. Cukup dengan kepedulian, keberanian untuk bertindak, dan hati yang tulus seperti yang ditunjukkan oleh Raslan.

 

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kematian Ibu Guru Farida Usai Persalinan di RSUD Trikora Salakan Sisakan Banyak Pertanyaan

    Kematian Ibu Guru Farida Usai Persalinan di RSUD Trikora Salakan Sisakan Banyak Pertanyaan

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • visibility 803
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Kematian Ibu Guru Farida, perempuan 27 tahun asal Desa Manggalai, Kecamatan Tinangkung, usai menjalani persalinan di RSUD Trikora Salakan, menyisakan banyak pertanyaan serius yang hingga kini belum terjawab terang. Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa itu ke Polres Banggai Kepulauan. Di sisi lain, manajemen RSUD Trikora Salakan telah mengeluarkan rilis klarifikasi resmi yang menegaskan […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Bangkep Tidak Kekurangan Orang yang Tahu Masalah, Tapi Kekurangan Orang yang Mau Ambil Peran

    Muhammad Saleh Gasin: Bangkep Tidak Kekurangan Orang yang Tahu Masalah, Tapi Kekurangan Orang yang Mau Ambil Peran

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • visibility 731
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Advokat dan pegiat sosial Banggai Kepulauan, Muhammad Saleh Gasin, menilai bahwa salah satu persoalan paling mendasar di Banggai Kepulauan hari ini bukan semata-mata karena masyarakat tidak tahu keadaan, melainkan karena terlalu banyak orang yang paham ada yang tidak beres, tetapi terlalu sedikit yang sungguh-sungguh mau mengambil peran untuk memperbaikinya. Menurut Saleh […]

  • Pengurus Inkanas Banggai Kepulauan Audiensi dengan Bupati Rusli Moidady Bahas Persiapan Kejuaraan dan Pengembangan Karate

    Pengurus Inkanas Banggai Kepulauan Audiensi dengan Bupati Rusli Moidady Bahas Persiapan Kejuaraan dan Pengembangan Karate

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • visibility 1.054
    • 1Komentar

    SALAKAN, tatandak.id — Pengurus Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Kabupaten Banggai Kepulauan beraudiensi dengan Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, di ruang kerja Bupati, Selasa (03/06/2025). Audiensi ini membahas tiga topik utama terkait pembinaan dan persiapan atlet karate serta pengembangan cabang olahraga karate di daerah tersebut. Ketua Harian Inkanas Banggai Kepulauan, Moh Adnan Datu Adam, memaparkan laporan […]

  • Aksi IPBK Berbuah Sikap DPRD: Karst Banggai Kepulauan Tak Boleh Dikorbankan

    Aksi IPBK Berbuah Sikap DPRD: Karst Banggai Kepulauan Tak Boleh Dikorbankan

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • visibility 344
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Aksi demonstrasi Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu, Sulawesi Tengah, terhadap aktivitas pertambangan batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan mulai membuahkan hasil. Suara penolakan yang disampaikan mahasiswa dan pemuda Banggai Kepulauan di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah mendapat respons serius melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Sulteng pada 28 […]

  • DUKUNGAN PENUH (IKMBM) TERHADAP RENCANA “MATA WARGA” – WARGA DAN MAHASISWA JADI JURNALIS DESA

    DUKUNGAN PENUH (IKMBM) TERHADAP RENCANA “MATA WARGA” – WARGA DAN MAHASISWA JADI JURNALIS DESA

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • visibility 391
    • 0Komentar

    MAKASSAR, tatandak.id – Pembina Organisasi IKMBM, Aprianto Siduan bersama pengurus memberikan dukungan penuh terhadap rencana “Mata Warga”, inisiatif di mana warga desa dan organisasi mahasiswa berperan sebagai jurnalis mandiri. Selain menyampaikan informasi akurat dan membangun kepercayaan publik, program ini juga menguatkan peran masyarakat sebagai jembatan yang menghubungkan potensi desa dan komunitas mahasiswa ke dunia luar, […]

  • Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia, Luka Sosial yang Belum Sembuh

    Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia, Luka Sosial yang Belum Sembuh

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Oleh: NOVA YALUNA Kekerasan terhadap perempuan di Indonesia masih menjadi fenomena sosial yang meresahkan. Setiap tahun, Komnas Perempuan merilis data yang menunjukkan angka kekerasan yang tinggi, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual, hingga kekerasan berbasis gender online (KBGO). Salah satu kasus yang mencuat adalah kekerasan seksual yang dialami anak di bawah umur, […]

error: Content is protected !!
expand_less