Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Andi Pianto: Tambang Batu Gamping Bukan Jalan Kesejahteraan, Pariwisata Masa Depan Banggai Kepulauan

Andi Pianto: Tambang Batu Gamping Bukan Jalan Kesejahteraan, Pariwisata Masa Depan Banggai Kepulauan

  • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
  • visibility 117
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id Wacana pengembangan tambang batu gamping di wilayah Banggai Kepulauan kembali menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai sektor pertambangan bukan solusi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat, melainkan ancaman serius bagi kelestarian lingkungan dan masa depan ekonomi daerah yang selama ini bertumpu pada kekayaan alam dan laut.

Salah satu suara penolakan datang dari Andi Pianto, putra asli Banggai Kepulauan yang kini menahkodai Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Banggai Laut. Ia menegaskan bahwa masa depan Banggai Kepulauan seharusnya dibangun melalui pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan, bukan eksploitasi tambang batu gamping.

“Banggai Kepulauan memiliki kekayaan alam luar biasa yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Laut yang indah, pantai berpasir putih, terumbu karang, budaya masyarakat, semuanya adalah aset besar untuk masa depan. Kalau lingkungan rusak karena tambang, maka yang hilang bukan hanya alam, tetapi juga sumber kehidupan masyarakat,” ujar Andi Pianto.

Menurutnya, aktivitas tambang batu gamping berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang besar dan sulit dipulihkan. Mulai dari pembukaan lahan, pengerukan kawasan karst, hingga sedimentasi yang dapat merusak ekosistem laut di sekitar wilayah pesisir.

Ia menjelaskan, sebagian besar masyarakat Banggai Kepulauan menggantungkan hidup pada hasil laut dan sumber daya alam yang sehat. Karena itu, keberadaan tambang dinilai justru dapat mengancam mata pencaharian masyarakat nelayan dan pelaku usaha kecil di sektor pariwisata.

“Lumpur dan limbah tambang bisa mencemari laut, merusak terumbu karang, dan mematikan habitat ikan. Kalau ekosistem laut rusak, masyarakat pesisir yang pertama kali merasakan dampaknya,” katanya.

Andi Pianto juga menilai manfaat ekonomi dari tambang batu gamping bersifat sementara. Ia menyebut lapangan kerja yang tercipta tidak sebanding dengan risiko kerusakan lingkungan dan hilangnya potensi ekonomi jangka panjang.

“Tambang hanya berlangsung selama cadangan masih ada. Setelah habis, yang tersisa hanyalah lahan rusak dan kerugian lingkungan. Sementara pariwisata bisa menjadi sumber ekonomi yang terus hidup jika dikelola dengan baik,” tegasnya.

Ia menilai Banggai Kepulauan memiliki peluang besar menjadi destinasi wisata unggulan di Sulawesi bahkan Indonesia Timur. Keindahan bawah laut, pulau-pulau eksotis, serta kekayaan budaya lokal dinilai mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain itu, pengembangan pariwisata diyakini mampu menciptakan lapangan kerja lebih luas bagi masyarakat. Mulai dari sektor transportasi, penginapan, kuliner, jasa wisata, hingga produk kerajinan lokal.

“Pariwisata memberikan manfaat yang lebih merata. Nelayan bisa menjadi pemandu wisata, anak muda bisa membuka usaha kreatif, masyarakat bisa terlibat langsung menjaga dan menikmati hasil dari alam mereka sendiri,” ujarnya.

Andi Pianto berharap pemerintah daerah lebih bijak dalam menentukan arah pembangunan Banggai Kepulauan. Ia meminta potensi pariwisata dan kelestarian lingkungan dijadikan prioritas utama demi keberlanjutan ekonomi masyarakat.

“Kesejahteraan sejati bukan soal seberapa cepat kita menghabiskan sumber daya alam, tetapi bagaimana kita menjaga dan mengelolanya untuk generasi mendatang. Masa depan Banggai Kepulauan ada pada lautnya yang indah, bukan pada lubang tambang,” pungkasnya.

 

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Putusan PTUN Menggantung: Keadilan Terhenti di Labirin Birokrasi

    Putusan PTUN Menggantung: Keadilan Terhenti di Labirin Birokrasi

    • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
    • visibility 1.512
    • 1Komentar

    Oleh: MUHAMMAD SALEH GASIN, S.H., M.H. Seorang praktisi hukum (Advokat) dan akademisi (Dosen) Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) dibentuk untuk menegakkan keadilan dalam sengketa antara warga negara atau badan hukum dengan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sebagaimana diubah oleh UU No. 9 Tahun […]

  • Gambar Ilustrasi

    Dua Perkara Surat Palsu PPPK Bangkep Sudah Diputus, Satu Masih Sidang, Pelaku Utama Masih Bebas

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • visibility 1.007
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Dua perkara pemalsuan surat dalam proses Seleksi PPPK Kabupaten Banggai Kepulauan akhirnya diputus oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Luwuk. Namun satu perkara lainnya masih berjalan, sementara pihak yang diduga sebagai pelaku utama pembuat dokumen palsu hingga kini belum tersentuh proses hukum. Dua perkara yang telah diputus yakni nomor 152/Pid.B/2025/PN Lwk atas nama […]

  • Program “Si Ade Kembali ke Sekolah” inovasi Dinas Pendidikan untuk menekan angka putus sekolah di Kababupaten Banggai.

    Program “Si Ade Kembali ke Sekolah” inovasi Dinas Pendidikan untuk menekan angka putus sekolah di Kababupaten Banggai.

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • visibility 634
    • 0Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Samsul Bahri Lanta kepada pewarta tatandak.id Sabtu (12/07/2025) menjelasakan melalui program Dinas Pendidikan ingin mengurangi angka putus sekolah. “ADE adalah kepanjangan dari Anak Putus Sekolah (A), Dewasa Tidak Sekolah (D), dan huruf (E) dari kata Sekolah “, kata Samsul sapaan akrabnya. […]

  • BBM Subsidi Milik Rakyat, Bukan Segelintir Orang

    BBM Subsidi Milik Rakyat, Bukan Segelintir Orang

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • visibility 720
    • 0Komentar

    BBM subsidi seharusnya menjadi penopang hidup rakyat kecil. Nelayan, petani, sopir angkutan, hingga masyarakat berpenghasilan rendah menggantungkan napas ekonominya pada harga BBM murah. Subsidi itu diberikan negara bukan tanpa alasan, melainkan untuk menjaga keseimbangan hidup masyarakat bawah agar tetap bisa bekerja, berproduksi, dan menggerakkan roda ekonomi. Namun, kenyataannya sungguh pahit. Di lapangan, BBM subsidi justru […]

  • Klaim BBM “Aman” Dipertanyakan, Warga Tuduh Polres Banggai Kepulauan Abaikan Fakta Lapangan

    Klaim BBM “Aman” Dipertanyakan, Warga Tuduh Polres Banggai Kepulauan Abaikan Fakta Lapangan

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • visibility 587
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Pernyataan Polres Banggai Kepulauan yang memastikan stok BBM aman dan distribusi di SPBU sesuai aturan justru memantik kemarahan publik. Warga menilai klaim tersebut bertolak belakang dengan kenyataan pahit yang mereka alami setiap hari di Banggai Kepulauan. Di tengah pernyataan resmi yang terkesan menenangkan, masyarakat justru menghadapi realitas sebaliknya: BBM cepat habis, sulit […]

  • PLN Pastikan Listrik Tetap Andal, PLTD Salakan Aman Pasca Insiden Kebakaran

    PLN Pastikan Listrik Tetap Andal, PLTD Salakan Aman Pasca Insiden Kebakaran

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • visibility 341
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – PT PLN (Persero) memastikan tidak akan terjadi pemadaman listrik di wilayah Banggai Kepulauan pasca insiden terbakarnya salah satu mesin di PLTD Salakan pada Minggu, 4 Januari 2026. Kepastian tersebut disampaikan setelah Manager PLN UP3 Luwuk bersama Manager PLN ULP Salakan melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi mesin PLTD Salakan pada Senin, 5 Januari […]

error: Content is protected !!
expand_less