Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Andi Pianto: Tambang Batu Gamping Bukan Jalan Kesejahteraan, Pariwisata Masa Depan Banggai Kepulauan

Andi Pianto: Tambang Batu Gamping Bukan Jalan Kesejahteraan, Pariwisata Masa Depan Banggai Kepulauan

  • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
  • visibility 158
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Wacana pengembangan tambang batu gamping di wilayah Banggai Kepulauan kembali menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai sektor pertambangan bukan solusi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat, melainkan ancaman serius bagi kelestarian lingkungan dan masa depan ekonomi daerah yang selama ini bertumpu pada kekayaan alam dan laut.

Salah satu suara penolakan datang dari Andi Pianto, putra asli Banggai Kepulauan yang kini menahkodai Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Banggai Laut. Ia menegaskan bahwa masa depan Banggai Kepulauan seharusnya dibangun melalui pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan, bukan eksploitasi tambang batu gamping.

“Banggai Kepulauan memiliki kekayaan alam luar biasa yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Laut yang indah, pantai berpasir putih, terumbu karang, budaya masyarakat, semuanya adalah aset besar untuk masa depan. Kalau lingkungan rusak karena tambang, maka yang hilang bukan hanya alam, tetapi juga sumber kehidupan masyarakat,” ujar Andi Pianto.

Menurutnya, aktivitas tambang batu gamping berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang besar dan sulit dipulihkan. Mulai dari pembukaan lahan, pengerukan kawasan karst, hingga sedimentasi yang dapat merusak ekosistem laut di sekitar wilayah pesisir.

Ia menjelaskan, sebagian besar masyarakat Banggai Kepulauan menggantungkan hidup pada hasil laut dan sumber daya alam yang sehat. Karena itu, keberadaan tambang dinilai justru dapat mengancam mata pencaharian masyarakat nelayan dan pelaku usaha kecil di sektor pariwisata.

“Lumpur dan limbah tambang bisa mencemari laut, merusak terumbu karang, dan mematikan habitat ikan. Kalau ekosistem laut rusak, masyarakat pesisir yang pertama kali merasakan dampaknya,” katanya.

Andi Pianto juga menilai manfaat ekonomi dari tambang batu gamping bersifat sementara. Ia menyebut lapangan kerja yang tercipta tidak sebanding dengan risiko kerusakan lingkungan dan hilangnya potensi ekonomi jangka panjang.

“Tambang hanya berlangsung selama cadangan masih ada. Setelah habis, yang tersisa hanyalah lahan rusak dan kerugian lingkungan. Sementara pariwisata bisa menjadi sumber ekonomi yang terus hidup jika dikelola dengan baik,” tegasnya.

Ia menilai Banggai Kepulauan memiliki peluang besar menjadi destinasi wisata unggulan di Sulawesi bahkan Indonesia Timur. Keindahan bawah laut, pulau-pulau eksotis, serta kekayaan budaya lokal dinilai mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain itu, pengembangan pariwisata diyakini mampu menciptakan lapangan kerja lebih luas bagi masyarakat. Mulai dari sektor transportasi, penginapan, kuliner, jasa wisata, hingga produk kerajinan lokal.

“Pariwisata memberikan manfaat yang lebih merata. Nelayan bisa menjadi pemandu wisata, anak muda bisa membuka usaha kreatif, masyarakat bisa terlibat langsung menjaga dan menikmati hasil dari alam mereka sendiri,” ujarnya.

Andi Pianto berharap pemerintah daerah lebih bijak dalam menentukan arah pembangunan Banggai Kepulauan. Ia meminta potensi pariwisata dan kelestarian lingkungan dijadikan prioritas utama demi keberlanjutan ekonomi masyarakat.

“Kesejahteraan sejati bukan soal seberapa cepat kita menghabiskan sumber daya alam, tetapi bagaimana kita menjaga dan mengelolanya untuk generasi mendatang. Masa depan Banggai Kepulauan ada pada lautnya yang indah, bukan pada lubang tambang,” pungkasnya.

 

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nakhodai DPC KSBSI Banggai, Hermanius Burunaung Siap Jaga Independensi Pers dan Perjuangkan Hak Buruh

    Nakhodai DPC KSBSI Banggai, Hermanius Burunaung Siap Jaga Independensi Pers dan Perjuangkan Hak Buruh

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • visibility 94
    • 0Komentar

    ​BANGGAI, tatandak.id (17/05/2026) – Peta gerakan buruh dan dinamika pers di Kabupaten Banggai memasuki babak baru. Hermanius Burunaung, yang dikenal luas sebagai Pimpinan Redaksi media investigasi Berantastipikornews, kini resmi mengemban amanah baru sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kabupaten Banggai. ​Langkah rangkap jabatan ini memantik perhatian publik, mengingat posisi […]

  • Hati-Hati! Muhammad Saleh Gasin Jelaskan Risiko Pidana Pengalihan Objek Fidusia

    Hati-Hati! Muhammad Saleh Gasin Jelaskan Risiko Pidana Pengalihan Objek Fidusia

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • visibility 1.293
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Fidusia merupakan salah satu bentuk perjanjian jaminan kebendaan yang lazim digunakan dalam berbagai transaksi pembiayaan, seperti kredit kendaraan bermotor maupun pembiayaan usaha. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa objek jaminan fidusia tidak boleh dialihkan, digadaikan, atau disewakan tanpa izin tertulis dari penerima fidusia. Menurut Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., Ketua Yayasan […]

  • SKANDAL BBM SUBSIDI 11,5 TON DI BANGGAI LAUT MELEDAK! NAMA ANGGOTA POLRI TERSERET, PUBLIK TAGIH BUKTI TINDAK TEGAS KAPOLRES!

    SKANDAL BBM SUBSIDI 11,5 TON DI BANGGAI LAUT MELEDAK! NAMA ANGGOTA POLRI TERSERET, PUBLIK TAGIH BUKTI TINDAK TEGAS KAPOLRES!

    • calendar_month Jum, 16 Okt 2026
    • visibility 157
    • 0Komentar

    BANGGAI LAUT, tatandak.id – Pengamanan 500-an jeriken bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, membuka sejumlah pertanyaan serius yang kini menanti jawaban aparat penegak hukum. Sebanyak 10.240 liter Pertalite dan 1.260 liter solar dilaporkan diamankan oleh tim gabungan Satpol PP, Kesbangpol, dan personel TNI dari Koramil 1308-08/Banggai pada Kamis malam (15/10/2026). […]

  • KaMIMo Banggai Rayakan Milad ke-23, Teguhkan Komitmen Pemuda untuk Daerah dan Bangsa

    KaMIMo Banggai Rayakan Milad ke-23, Teguhkan Komitmen Pemuda untuk Daerah dan Bangsa

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • visibility 213
    • 0Komentar

    BANGGAI, tatandak.id – Kerukunan Mahasiswa Indonesia Montolutusan Banggai atau KaMIMo Banggai memperingati Milad ke-23 dengan penuh khidmat, hangat, dan semangat kebersamaan. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang organisasi, sekaligus mempertegas komitmen KaMIMo dalam mengambil peran nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa. Mengusung tema “Menguatkan Solidaritas, Membangun Peradaban”, perayaan milad tersebut dihadiri oleh […]

  • Minimnya Kontrol Sosial Di Banggai Kepulauan Dinilai Membuka Ruang Penyimpangan, Muhammad Saleh Gasin Ingatkan Pentingnya Pengawasan Bersama

    Minimnya Kontrol Sosial Di Banggai Kepulauan Dinilai Membuka Ruang Penyimpangan, Muhammad Saleh Gasin Ingatkan Pentingnya Pengawasan Bersama

    • calendar_month Sel, 24 Mar 2026
    • visibility 794
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Minimnya kontrol sosial di Kabupaten Banggai Kepulauan dinilai menjadi salah satu faktor yang membuka ruang terjadinya berbagai penyimpangan di tengah masyarakat. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh praktisi hukum dan advokat, Muhammad Saleh Gasin, yang selama ini aktif […]

  • Pernah Diberhentikan dari Jabatan, Mantan Kades Masih Bisa Maju di Pilkades? Ini Penjelasan Muhammad Saleh Gasin

    Pernah Diberhentikan dari Jabatan, Mantan Kades Masih Bisa Maju di Pilkades? Ini Penjelasan Muhammad Saleh Gasin

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
    • visibility 285
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Apakah Kepala Desa yang pernah diberhentikan dari jabatannya masih dapat mencalonkan diri kembali dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) berikutnya? Pertanyaan ini tidak bisa dijawab hanya dengan “boleh” atau “tidak boleh”. Sebab, alasan seseorang diberhentikan dari jabatan Kepala Desa sangat menentukan bagaimana statusnya ketika hendak kembali mencalonkan diri. Muhammad Saleh Gasin, S.H., […]

error: Content is protected !!
expand_less