Dokter dari Luar Daerah Datang Mengabdi di Bangkep, Tapi Justru Dipaksa Bertahan Tanpa Gaji Berbulan-Bulan
- calendar_month Jum, 6 Mar 2026
- visibility 224
- comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak – Di tengah keterbatasan tenaga medis di wilayah kepulauan, kehadiran dokter dari luar daerah seharusnya menjadi berkah bagi pelayanan kesehatan masyarakat. Namun ironisnya, di Kabupaten Banggai Kepulauan, seorang dokter yang datang untuk mengabdi justru harus menghadapi kenyataan pahit: bekerja berbulan-bulan tanpa menerima gaji.
Kasus ini mencuat setelah terungkap bahwa dokter yang bertugas di Puskesmas Totikum Selatan hingga kini belum menerima hak gaji selama beberapa bulan. Kondisi tersebut memicu keprihatinan sekaligus kemarahan publik, karena tenaga medis yang seharusnya didukung justru harus bertahan dalam ketidakpastian.
Lebih menyentuh lagi, dokter tersebut diketahui berasal dari luar daerah dan datang ke Banggai Kepulauan dengan semangat pengabdian untuk melayani masyarakat di wilayah yang kekurangan tenaga kesehatan.
Namun di balik pengabdian itu, realitas yang dihadapi justru sangat memprihatinkan. Tanpa kepastian gaji, kebutuhan dasar seperti biaya hidup sehari-hari hingga biaya transportasi untuk berangkat bekerja harus ditanggung sendiri.
Meski berada dalam kondisi sulit, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan. Pasien yang datang ke puskesmas tetap dilayani hingga selesai, bahkan tidak jarang melewati jam kerja resmi.
Situasi ini memunculkan pertanyaan moral di tengah masyarakat: bagaimana mungkin pemerintah daerah berani menempatkan tenaga medis untuk bekerja, tetapi tidak mampu memastikan hak dasar mereka dibayarkan tepat waktu?
Bagi banyak pihak, kondisi ini bukan sekadar persoalan administrasi atau birokrasi semata, melainkan menyangkut penghargaan terhadap pengabdian tenaga kesehatan yang telah bersedia datang dan bekerja di daerah yang membutuhkan.
Sejumlah masyarakat bahkan menilai situasi ini dapat berdampak buruk bagi masa depan pelayanan kesehatan di daerah kepulauan. Jika tenaga medis yang datang untuk mengabdi justru harus menghadapi ketidakpastian seperti ini, dikhawatirkan akan semakin sedikit dokter yang bersedia bertugas di wilayah-wilayah terpencil.
“Kalau dokter yang datang dari luar daerah saja diperlakukan seperti ini, siapa lagi yang mau datang mengabdi di Bangkep ke depan?” ujar salah seorang warga yang mengikuti perkembangan polemik tersebut.
Publik kini berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan ini. Sebab di balik pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat, ada tenaga medis yang juga berhak mendapatkan kepastian dan penghargaan atas kerja keras mereka.
Bagi banyak orang, pengabdian seorang dokter memang lahir dari panggilan kemanusiaan. Namun pengabdian itu tidak seharusnya dibalas dengan ketidakpastian hak yang justru membuat mereka harus bertahan hidup sendirian di daerah tempat mereka mengabdi.
- Penulis: Tatandak.id
- Editor: Tatandak.id

Saat ini belum ada komentar