Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Dokter dari Luar Daerah Datang Mengabdi di Bangkep, Tapi Justru Dipaksa Bertahan Tanpa Gaji Berbulan-Bulan

Dokter dari Luar Daerah Datang Mengabdi di Bangkep, Tapi Justru Dipaksa Bertahan Tanpa Gaji Berbulan-Bulan

  • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
  • visibility 394
  • comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak – Di tengah keterbatasan tenaga medis di wilayah kepulauan, kehadiran dokter dari luar daerah seharusnya menjadi berkah bagi pelayanan kesehatan masyarakat. Namun ironisnya, di Kabupaten Banggai Kepulauan, seorang dokter yang datang untuk mengabdi justru harus menghadapi kenyataan pahit: bekerja berbulan-bulan tanpa menerima gaji.

Kasus ini mencuat setelah terungkap bahwa dokter yang bertugas di Puskesmas Totikum Selatan hingga kini belum menerima hak gaji selama beberapa bulan. Kondisi tersebut memicu keprihatinan sekaligus kemarahan publik, karena tenaga medis yang seharusnya didukung justru harus bertahan dalam ketidakpastian.

Lebih menyentuh lagi, dokter tersebut diketahui berasal dari luar daerah dan datang ke Banggai Kepulauan dengan semangat pengabdian untuk melayani masyarakat di wilayah yang kekurangan tenaga kesehatan.

Namun di balik pengabdian itu, realitas yang dihadapi justru sangat memprihatinkan. Tanpa kepastian gaji, kebutuhan dasar seperti biaya hidup sehari-hari hingga biaya transportasi untuk berangkat bekerja harus ditanggung sendiri.

Meski berada dalam kondisi sulit, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan. Pasien yang datang ke puskesmas tetap dilayani hingga selesai, bahkan tidak jarang melewati jam kerja resmi.

Situasi ini memunculkan pertanyaan moral di tengah masyarakat: bagaimana mungkin pemerintah daerah berani menempatkan tenaga medis untuk bekerja, tetapi tidak mampu memastikan hak dasar mereka dibayarkan tepat waktu?

Bagi banyak pihak, kondisi ini bukan sekadar persoalan administrasi atau birokrasi semata, melainkan menyangkut penghargaan terhadap pengabdian tenaga kesehatan yang telah bersedia datang dan bekerja di daerah yang membutuhkan.

Sejumlah masyarakat bahkan menilai situasi ini dapat berdampak buruk bagi masa depan pelayanan kesehatan di daerah kepulauan. Jika tenaga medis yang datang untuk mengabdi justru harus menghadapi ketidakpastian seperti ini, dikhawatirkan akan semakin sedikit dokter yang bersedia bertugas di wilayah-wilayah terpencil.

“Kalau dokter yang datang dari luar daerah saja diperlakukan seperti ini, siapa lagi yang mau datang mengabdi di Bangkep ke depan?” ujar salah seorang warga yang mengikuti perkembangan polemik tersebut.

Publik kini berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan ini. Sebab di balik pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat, ada tenaga medis yang juga berhak mendapatkan kepastian dan penghargaan atas kerja keras mereka.

Bagi banyak orang, pengabdian seorang dokter memang lahir dari panggilan kemanusiaan. Namun pengabdian itu tidak seharusnya dibalas dengan ketidakpastian hak yang justru membuat mereka harus bertahan hidup sendirian di daerah tempat mereka mengabdi.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masih Banyak Pemda Keliru, Muhammad Saleh Gasin Tegaskan Ormas Berbadan Hukum Tak Wajib SKT, Cukup Lapor.

    Masih Banyak Pemda Keliru, Muhammad Saleh Gasin Tegaskan Ormas Berbadan Hukum Tak Wajib SKT, Cukup Lapor.

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • visibility 1.667
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Kesalahpahaman dari pemerintah daerah (Pemda) saat menjalankan fungsi administratif mengenai organisasi kemasyarakatan (ormas) masih umum terjadi. Salah satu hal yang paling sering ditemui di lapangan adalah kewajiban Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang masih diberlakukan kepada ormas yang berbadan hukum, meskipun ketentuan ini tidak berdasar dan mengada-ada jika diselaraskan dengan aturan yang ada. Hal […]

  • Muhammad Nazaruddin, Pecatur Asal Banggai Kepulauan Raih Juara 3 di Open Turnamen Catur Kapolres Cup III Morowali

    Muhammad Nazaruddin, Pecatur Asal Banggai Kepulauan Raih Juara 3 di Open Turnamen Catur Kapolres Cup III Morowali

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • visibility 777
    • 0Komentar

    MOROWALI, tatandak.id – Muhammad Nazaruddin, seorang pecatur asal Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Banggai Kepulauan, berhasil meraih juara 3 dalam Open Turnamen Catur Kapolres Cup III yang digelar pada 28 hingga 29 Juni 2025 di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Morowali. Prestasi ini semakin membanggakan karena Nazaruddin berhasil bersaing dengan para pecatur berpengalaman, termasuk beberapa master nasional […]

  • SMKN Peling Tengah Salurkan Bantuan Seragam dari Disdikbud Sulteng kepada Siswa

    SMKN Peling Tengah Salurkan Bantuan Seragam dari Disdikbud Sulteng kepada Siswa

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • visibility 233
    • 0Komentar

      PELENG TENGAH, tatandak.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Peling Tengah menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa-siswi, Senin (15/12/2025). Bantuan tersebut merupakan program dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan semangat belajar peserta didik. Penyaluran bantuan seragam dilakukan langsung di lingkungan SMKN Peling Tengah dan diwakili oleh salah […]

  • Kasat Binmas Polres Bangkep AKP Darpin Turun Langsung Dukung Aksi Swadaya Warga Totikum

    Kasat Binmas Polres Bangkep AKP Darpin Turun Langsung Dukung Aksi Swadaya Warga Totikum

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • visibility 305
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id — Di tengah keterbatasan infrastruktur dan keluhan masyarakat soal jalan rusak, Kasat Binmas Polres Banggai Kepulauan, AKP Darpin, menunjukkan komitmen kuat terhadap pelayanan dan kepedulian sosial. Ia turun langsung ke lokasi kegiatan perbaikan jalan secara swadaya di Kecamatan Totikum, Sabtu (26/07/2025), menyatu bersama warga dan memberi dukungan moral maupun kehadiran nyata di lapangan. […]

  • Malam Berdarah di Totikum (Bangkep), Seorang Perempuan Diduga Dibacok Suaminya Sendiri

    Malam Berdarah di Totikum (Bangkep), Seorang Perempuan Diduga Dibacok Suaminya Sendiri

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • visibility 6.889
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Peristiwa kekerasan yang diduga terjadi dalam rumah tangga menggegerkan warga Desa Kombutokan, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, pada Senin malam, 6 April 2026, sekitar pukul 23.00 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tatandak.id, seorang perempuan berinisial R diduga menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh suaminya sendiri, pria berinisial D. Saat dilarikan ke […]

  • Muhammad Saleh Gasin Soroti BBM di Bangkep: “Kalau Aturan Ada, Aparat Ada, Kenapa Masalah Ini Seperti Dibiarkan?”

    Muhammad Saleh Gasin Soroti BBM di Bangkep: “Kalau Aturan Ada, Aparat Ada, Kenapa Masalah Ini Seperti Dibiarkan?”

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
    • visibility 575
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Persoalan BBM di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali menjadi sorotan. Di tengah keluhan masyarakat yang terus berulang, muncul satu pertanyaan besar yang mulai hidup di ruang publik yakni “mengapa masalah ini seperti tidak pernah benar-benar disentuh sampai ke akarnya?” Advokat dan pegiat sosial yang fokus pada gerakan akses keadilan dan kontrol sosial […]

error: Content is protected !!
expand_less