Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Penjilat Kekuasaan Merajalela, Nalar Kritis Tergerus: Catatan Keras Irwanto Diasa (Simbil)

Penjilat Kekuasaan Merajalela, Nalar Kritis Tergerus: Catatan Keras Irwanto Diasa (Simbil)

  • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
  • visibility 525
  • comment 0 komentar

TATANDAK.ID – Fenomena menjamurnya perilaku penjilat kekuasaan dinilai menjadi salah satu faktor utama melemahnya nalar kritis dalam birokrasi dan pemerintahan. Kondisi ini tidak hanya merusak kualitas kebijakan, tetapi juga mempercepat normalisasi penyimpangan secara sistemik.

Pengamat sosial, Irwanto Diasa, yang akrab disapa Simbil, menilai bahwa loyalitas semu telah menggantikan keberanian moral dalam banyak ruang pengambilan keputusan. Kritik dianggap ancaman, sementara pujian berlebihan dijadikan mata uang untuk bertahan dan naik posisi.

“Yang tumbuh hari ini bukan budaya koreksi, melainkan budaya menyenangkan kekuasaan. Setiap kebijakan, seburuk apa pun dampaknya, selalu dicarikan pembenaran. Di situlah nalar kritis perlahan mati,” tegas Simbil.

Menurutnya, perilaku menjilat sering disamarkan dalam narasi stabilitas dan loyalitas. Padahal, yang dijaga bukan kepentingan publik atau sistem, melainkan posisi dan kedekatan dengan pusat kekuasaan. Akibatnya, pemimpin hanya mendengar apa yang ingin didengar, bukan apa yang perlu didengar.

Simbil mengingatkan, ketika kritik tidak lagi diterima sebagai umpan balik, organisasi kehilangan daya refleksi. Keputusan diambil tanpa assess yang jujur, mengabaikan risiko jangka panjang, serta menutup mata terhadap dampak sosial yang ditimbulkan.

“Data dipoles, masalah disederhanakan, kegagalan ditutupi dengan narasi manis. Ini menciptakan ilusi keberhasilan yang berbahaya. Dari luar terlihat rapi, tapi di dalam rapuh,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menilai budaya menjilat merusak pranata meritokrasi. Kapasitas dan integritas kalah oleh kedekatan personal. Mereka yang kritis perlahan disingkirkan, sementara yang pandai memuji justru dipromosikan. Dalam jangka panjang, pembiaran ini membentuk karakter institusi yang permisif terhadap penyimpangan.

“Jika pembiaran dibiarkan terus, ia akan menjadi budaya. Dan ketika sudah menjadi budaya, penyimpangan tidak lagi dianggap salah, melainkan biasa,” kata Simbil.

Dampak akhirnya, lanjut dia, dirasakan langsung oleh masyarakat. Kebijakan menjadi tidak sensitif, pelayanan publik kehilangan empati, dan kepercayaan publik runtuh secara perlahan. Negara hadir secara formal, tetapi absen secara substansial.

Meski demikian, Simbil menegaskan bahwa kritik ini bukan seruan untuk memusuhi kekuasaan. Ia justru mengingatkan bahwa kekuasaan membutuhkan kejujuran agar tetap sehat.

“Kekuasaan tanpa kejujuran hanya akan melahirkan ilusi. Yang dibutuhkan bukan penjilat yang pandai memuji, tetapi orang-orang yang berani berkata jujur meski tidak nyaman,” pungkasnya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Saleh Gasin: Diskresi Pejabat Bukan Tiket Bebas Melanggar Hukum

    Muhammad Saleh Gasin: Diskresi Pejabat Bukan Tiket Bebas Melanggar Hukum

    • calendar_month Jum, 21 Agu 2026
    • visibility 333
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Pemahaman mengenai kewenangan diskresi pejabat pemerintahan perlu terus diberikan kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam melihat ruang kewenangan yang dimiliki oleh pejabat publik. Diskresi bukanlah bentuk kebebasan mutlak bagi pejabat untuk bertindak sesuka hati, melainkan instrumen hukum yang memiliki batas, tujuan, serta mekanisme pertanggungjawaban. Hal tersebut disampaikan Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., […]

  • Sasake Banggai Kepulauan Gegerkan Sulteng, Ibu Pasca Melahirkan Ditandu 10 Km Karena Ambulans Tak Bisa Masuk

    Sasake Banggai Kepulauan Gegerkan Sulteng, Ibu Pasca Melahirkan Ditandu 10 Km Karena Ambulans Tak Bisa Masuk

    • calendar_month Jum, 12 Jun 2026
    • visibility 200
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu pasca melahirkan harus ditandu sejauh kurang lebih 10 kilometer melewati jalan setapak di wilayah Sasake, Desa Seano, Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, menggegerkan Sulawesi Tengah. Video tersebut viral di media sosial dan memantik perhatian luas dari masyarakat hingga pemerintah daerah. Respons cepat pun datang […]

  • APBDes Perubahan 2026 Desa Tolisetubono Fokus Atasi Kekeringan dan Krisis Air Bersih

    APBDes Perubahan 2026 Desa Tolisetubono Fokus Atasi Kekeringan dan Krisis Air Bersih

    • calendar_month Sel, 29 Sep 2026
    • visibility 95
    • 0Komentar

    TOLISETUBONO (23 September 2026), tatandak.id – Menghadapi kondisi kekeringan yang berdampak pada menurunnya ketersediaan air bersih, Pemerintah Desa Tolisetubono, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut, menetapkan APBDes Perubahan Tahun Anggaran 2026 dengan memberikan perhatian khusus terhadap penanganan keadaan darurat akibat krisis air. Penetapan APBDes Perubahan tersebut menjadi langkah Pemerintah Desa Tolisetubono untuk menyesuaikan program dan […]

  • PDI Perjuangan Bangkep Himbau Warga Waspada Cuaca Ekstrim dan Perkuat Gotong Royong

    PDI Perjuangan Bangkep Himbau Warga Waspada Cuaca Ekstrim dan Perkuat Gotong Royong

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • visibility 432
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banggai Kepulauan menghimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrim yang melanda wilayah Banggai Kepulauan dalam beberapa hari terakhir. Sejak semalam hingga saat ini, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terus mengguyur sejumlah wilayah di Banggai Kepulauan dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kondisi tersebut dikhawatirkan […]

  • H. Sulaeman Husen: Karst Banggai Kepulauan antara perlindungan dan ekploitasi

    H. Sulaeman Husen: Karst Banggai Kepulauan antara perlindungan dan ekploitasi

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Ditulis Oleh: H. SULAEMAN HUSEN Di bulan April 2026 salah issu yang sangat masif beredar di masyarakat Banggai Kepulauan adalah issu PENOLAKAN masuk nya Tambang Batu Gamping. Bahkan Mahasiswa Banggai Kepulauan yang tergabung dalam Organisasi IPBK Palu mengajak seluruh Pemuda Banggai Kepulauan yang berada di Kota Palu untuk melakukan Aksi demo dengan tema TOLAK TAMBANG […]

  • Konsisten Tradisi Medali, INKANAS Banggai Kepulauan Kembali Berprestasi di Kapolres Banggai Cup Karate Open Tournament Se-Sulteng 2026

    Konsisten Tradisi Medali, INKANAS Banggai Kepulauan Kembali Berprestasi di Kapolres Banggai Cup Karate Open Tournament Se-Sulteng 2026

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • visibility 146
    • 0Komentar

    BANGGAI, Tatandak.id – institut Karate-Do Nasional (INKANAS) Banggai Kepulauan kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang INKANAS Banggai Karate Tournament Se-Sulawesi Tengah Kapolres Banggai Cup 2026 yang berlangsung pada 18–21 Juni 2026 di GOR Kilongan, Luwuk, Kabupaten Banggai. Dalam kejuaraan yang diikuti 15 kontingen dari berbagai daerah/kontingen di Sulawesi Tengah tersebut, INKANAS Banggai Kepulauan berhasil menempati […]

error: Content is protected !!
expand_less