Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Solar Menghilang, Masyarakat Dipermainkan: SPBU Totikum Disorot, BBM Subsidi Dinilai Tak Berpihak

Solar Menghilang, Masyarakat Dipermainkan: SPBU Totikum Disorot, BBM Subsidi Dinilai Tak Berpihak

  • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
  • visibility 407
  • comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak – Keluhan masyarakat terhadap pelayanan SPBU Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa 10/02/2026 kian memuncak . Solar bersubsidi yang seharusnya menjadi penopang aktivitas pelayanan publik justru sulit diakses, tidak jelas jadwal distribusinya, dan memunculkan kecurigaan adanya persoalan serius dalam tata kelola penyaluran BBM.

Beragam pertanyaan dan keluhan terus bermunculan dari warga. Solar disebut sering dinyatakan “belum ada”, tanpa kepastian kapan tersedia. Ironisnya, saat masyarakat membutuhkan solar untuk antar-jemput anak sekolah, justru yang terjadi adalah ketidakpastian dan saling lempar alasan.

“Solar katanya belum ada, padahal kami butuh untuk antar jemput anak sekolah. Sudah ditanya berkali-kali, jawabannya selalu sama,” keluh salah satu warga.

Kondisi ini dinilai janggal. Masyarakat membandingkan dengan Pertalite yang relatif mudah diketahui ketersediaannya. “Kalau Pertalite, begitu mobil tangki lewat berarti sudah ada. Tapi solar ini tidak pernah jelas,” ujar warga lainnya.

Keluhan semakin tajam ketika muncul pengakuan bahwa solar sebenarnya sempat masuk, namun SPBU justru tidak membuka penjualan. “Kemarin solar masuk, tapi kenapa tidak dibuka? Ini yang bikin tanda tanya,” ungkap warga dengan nada kesal.

Situasi ini memicu dugaan adanya ketidakjelasan bahkan kejanggalan dalam pendistribusian solar subsidi. Masyarakat menegaskan, solar yang mereka butuhkan bukan untuk komersialisasi, melainkan untuk pelayanan dasar seperti transportasi sekolah, dll.

“Kapan mau maju daerah ini kalau setiap hari yang dibahas cuma BBM yang susah diakses? Kami tidak minta gratis, kami hanya minta bisa beli,” tegas warga lainnya.

Akibat kelangkaan di SPBU, masyarakat terpaksa membeli solar eceran dengan harga mencapai Rp15.000 per liter, jauh di atas harga subsidi. Ironisnya, warga yang datang pagi hari ke SPBU diarahkan datang sore, lalu diminta menunggu besok, kemudian ditunda lagi hingga minggu berikutnya. Siklus ketidakpastian ini berulang tanpa ujung.

“Katanya sore, lalu besok, lalu minggu depan lagi. Begini terus. Ini membuat masyarakat lelah dan marah,” ungkap seorang warga.

Sebagai BBM subsidi, solar seharusnya memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan justru menjadi sumber keresahan. Warga meminta agar pengelolaan distribusi dilakukan dengan rasa keadilan dan empati, bukan membuat masyarakat terus mengeluh tanpa kepastian.

“Ini minyak subsidi untuk masyarakat. Tolong beri rasa ke masyarakat. Jangan masyarakat terus-terusan dibuat mengeluh,” kata warga dengan nada kecewa.

Puncak kekecewaan terjadi ketika warga mendatangi langsung SPBU Totikum. Mereka mendapatkan jawaban bahwa solar masih ada, namun penjualan ditutup dan distribusi menunggu instruksi pimpinan yang tidak jelas kapan datangnya.

“Dibilang solar ada, tapi tidak didistribusikan. Alasannya menunggu instruksi pimpinan. Sampai kapan?” tanya warga.

Kondisi ini mencerminkan persoalan klasik Banggai Kepulauan: BBM subsidi ada di atas kertas, tapi sulit dirasakan di lapangan. Jika dibiarkan, pola ini hanya akan memperpanjang kemarahan publik dan memperlebar jarak antara kebijakan dan kebutuhan nyata masyarakat.

Masyarakat kini menunggu kejelasan dan tanggung jawab, bukan lagi janji, bukan lagi alasan, apalagi siklus keluhan yang terus berulang tanpa solusi. Jika BBM subsidi terus dikelola tanpa transparansi dan kepastian, maka yang disubsidi bukan masyarakat, melainkan ketidakadilan yang dilegalkan.

 

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Saleh Gasin: Ketika Rekomendasi Berubah Jadi Celah, Mengurai Akar Kusut BBM Subsidi di Banggai Kepulauan

    Muhammad Saleh Gasin: Ketika Rekomendasi Berubah Jadi Celah, Mengurai Akar Kusut BBM Subsidi di Banggai Kepulauan

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
    • visibility 232
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Persoalan BBM subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan sudah terlalu lama hadir sebagai keluhan harian masyarakat, tetapi terlalu sedikit hadir sebagai persoalan yang dibedah sampai ke akar-akarnya. Yang tampak di permukaan adalah antrean, jerigen, kelangkaan, dan harga eceran yang melonjak. Namun di bawah permukaan, ada persoalan yang jauh lebih serius yakni lemahnya kontrol, […]

  • Satpol PP Banggai Kepulauan Gencarkan Sosialisasi Penertiban Hewan Ternak di Pulau 3B

    Satpol PP Banggai Kepulauan Gencarkan Sosialisasi Penertiban Hewan Ternak di Pulau 3B

    • calendar_month Kam, 16 Jul 2026
    • visibility 165
    • 0Komentar

      TINANGKUNG, tatandak.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar sosialisasi regulasi penertiban hewan ternak di Balai Desa Bakalan, Kecamatan Tinangkung, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan Pemerintah Desa Bakalan agar masyarakat diberikan pemahaman mengenai aturan penertiban hewan ternak yang selama ini menjadi salah satu persoalan di wilayah […]

  • HUT ke-18 Desa Tunggaling Jadi Momentum Konsolidasi, Varman Yanto Molunggui Tegaskan Komitmen Kemajuan Bersama

    HUT ke-18 Desa Tunggaling Jadi Momentum Konsolidasi, Varman Yanto Molunggui Tegaskan Komitmen Kemajuan Bersama

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • visibility 421
    • 0Komentar

    TUNGGALING, tatandak.id – Desa Tunggaling, Kecamatan Peling Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan, secara resmi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18, Kamis (18/12/2025). Peringatan yang digelar di Kantor Desa Tunggaling tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri warga, tokoh masyarakat, serta perwakilan Pemerintah Kecamatan. Momentum HUT ke-18 ini menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang Desa Tunggaling sekaligus […]

  • PLN Pastikan Listrik Tetap Andal, PLTD Salakan Aman Pasca Insiden Kebakaran

    PLN Pastikan Listrik Tetap Andal, PLTD Salakan Aman Pasca Insiden Kebakaran

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • visibility 379
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – PT PLN (Persero) memastikan tidak akan terjadi pemadaman listrik di wilayah Banggai Kepulauan pasca insiden terbakarnya salah satu mesin di PLTD Salakan pada Minggu, 4 Januari 2026. Kepastian tersebut disampaikan setelah Manager PLN UP3 Luwuk bersama Manager PLN ULP Salakan melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi mesin PLTD Salakan pada Senin, 5 Januari […]

  • SPBU Buko Bantah Kelangkaan BBM, Akui Ada Pemangkasan Kuota Pertalite

    SPBU Buko Bantah Kelangkaan BBM, Akui Ada Pemangkasan Kuota Pertalite

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • visibility 685
    • 0Komentar

    BUKO, tatandak.id – Polemik penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali mencuat. Kali ini, sorotan publik tertuju pada SPBU Buko di Desa Labasiano. Pasalnya, dalam rapat yang digelar Pemerintah Daerah pada Rabu (17/09/2025) membahas polemik BBM, SPBU Buko menjadi satu-satunya SPBU yang tidak mengirimkan perwakilannya. Selain itu, masyarakat setempat juga mengeluhkan kelangkaan […]

  • Muhammad Saleh Gasin: BUMDes sebagai Model Distribusi BBM Berbasis Desa, Jawaban atas Keterbatasan Akses di Bangkep

    Muhammad Saleh Gasin: BUMDes sebagai Model Distribusi BBM Berbasis Desa, Jawaban atas Keterbatasan Akses di Bangkep

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
    • visibility 271
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali menjadi sorotan, terutama setelah muncul berbagai gejolak di masyarakat akibat sulitnya akses dan ketidakteraturan distribusi di lapangan. Menanggapi kondisi tersebut, Advokat dan Akademisi, Muhammad Saleh Gasin, menawarkan pendekatan solusi yang dinilai realistis, terukur, dan sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan, yakni […]

error: Content is protected !!
expand_less