Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Solar Misterius di SPBU Totikum: Ada Barang, Tapi Rakyat Tak Bisa Beli

Solar Misterius di SPBU Totikum: Ada Barang, Tapi Rakyat Tak Bisa Beli

  • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
  • visibility 183
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Keluhan masyarakat terhadap pelayanan SPBU Totikum di Kabupaten Banggai Kepulauan kian memuncak. Bukan sekadar soal kelangkaan, warga kini mempertanyakan kejelasan distribusi solar subsidi yang dinilai penuh kejanggalan dan menyisakan kemarahan publik.

Beragam pertanyaan dan keluhan dilontarkan warga, khususnya mereka yang menggunakan solar untuk pelayanan publik, seperti antar-jemput anak sekolah, dll. Ironisnya, solar disebut ada secara fisik, namun tidak bisa dibeli oleh masyarakat.

“Sekadar mau tanya, apa ini solar tidak ada? Kami sudah tanya tapi katanya belum ada. Padahal kami butuh solar untuk antar jemput anak sekolah,” keluh salah satu warga.

Kondisi ini dinilai berbeda dengan pendistribusian Pertalite, yang relatif mudah dikenali. “Kalau Pertalite, kalau sudah lewat mobil berarti sudah ada. Tapi solar, susah sekali diketahui kapan ada dan kapan dijual,” ujar warga lainnya.

Lebih janggal lagi, warga mengaku solar sempat masuk, namun SPBU justru tidak membuka penjualan.


“Kemarin solar masuk, tapi kenapa tidak dibuka penjualannya?” kata seorang warga dengan nada kecewa.

Situasi ini memunculkan dugaan adanya ketidakberesan dalam pola distribusi solar subsidi. Warga menegaskan, kebutuhan mereka bukan untuk komersialisasi, melainkan pelayanan dasar masyarakat.

“Kami ini butuh solar untuk pelayanan anak sekolah, dll, bukan untuk cari untung. Tapi kenapa justru dipersulit?” tegas warga.

Keluhan makin tajam ketika warga membandingkan kondisi daerah dengan jargon pembangunan yang sering digaungkan pemerintah.

“Kapan ini daerah mau maju kalau yang dibahas terus soal BBM susah diakses? Masyarakat tidak minta gratis, hanya minta beli saja. Apalagi ini untuk bus sekolah,” ujar warga lain.

Akibat sulitnya akses di SPBU, warga terpaksa membeli solar eceran dengan harga selangit, bahkan mencapai Rp15.000 per liter.

“Saya datang pagi katanya sore, sore katanya besok, besok katanya minggu depan. Ujung-ujungnya beli eceran mahal,” keluh warga.

Nada kemarahan warga semakin keras ketika menyentuh esensi subsidi.


“Ini minyak subsidi untuk masyarakat. Kasih rasa ke masyarakat. Jangan bikin masyarakat terus mengeluh soal BBM. Mau itu dipakai untuk apa, minum atau makan, itu urusan belakang. Yang penting rakyat bisa beli,” ujar seorang warga dengan nada emosional.

Puncaknya, warga mengaku telah mendatangi langsung SPBU Totikum, namun mendapat jawaban yang justru menambah tanda tanya.

“Katanya solar masih ada, tapi penjualan sudah ditutup. Katanya menunggu instruksi pimpinan. Ini aneh, solar ada tapi tidak tahu kapan dijual,” ungkap warga.

Masyarakat menilai kondisi ini sebagai siklus keluhan tanpa akhir yang terus berulang, tanpa solusi nyata. Mereka mendesak agar pengelola SPBU, pihak terkait, dan pemerintah daerah tidak lagi membiarkan praktik yang membuat rakyat lelah mengeluh.

“Jangan terus-terusan bikin masyarakat mengeluh. Hentikan siklus ini,” tegas warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi yang memadai mengenai mekanisme distribusi solar subsidi di SPBU Totikum, termasuk alasan penutupan penjualan saat stok disebut masih tersedia.

Situasi ini menambah daftar panjang persoalan energi di daerah kepulauan, di mana subsidi negara justru terasa paling jauh dari rakyat yang paling membutuhkan.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Sulteng Ambil Alih Kasus Kematian Riyan Nugraha, Kuasa Hukum Tegaskan Akan Perjuangkan Keadilan Tanpa Kompromi

    Polda Sulteng Ambil Alih Kasus Kematian Riyan Nugraha, Kuasa Hukum Tegaskan Akan Perjuangkan Keadilan Tanpa Kompromi

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • visibility 1.768
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Kasus kematian Riyan Nugraha alias Bekam yang meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan semakin mendapat perhatian serius. Polda Sulteng akhirnya mengambil alih penanganan kasus ini untuk memastikan proses hukum berjalan dengan transparansi dan profesionalitas. Langkah ini diambil setelah adanya desakan kuat dari keluarga korban dan kuasa hukumnya, yang merasa khawatir adanya potensi konflik […]

  • Irwanto Diasa (Simbil): Tetap Terhubung Adalah Kekuatan Sejati Masyarakat Sipil

    Irwanto Diasa (Simbil): Tetap Terhubung Adalah Kekuatan Sejati Masyarakat Sipil

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • visibility 717
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Di tengah dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks, Irwanto Diasa, atau yang akrab disapa Simbil, menegaskan bahwa kekuatan utama dalam menjaga peradaban bukanlah senjata, kekuasaan, ataupun institusi negara, melainkan keterhubungan antarmanusia atau people. Menurut Simbil, people adalah fondasi mutlak sebuah negara. Tanpa people, negara tidak akan pernah ada. Sebaliknya, tanpa negara, people […]

  • Masyarakat Totikum (Bangkep) Inisiatif Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya, Respons Positif Meningkat

    Masyarakat Totikum (Bangkep) Inisiatif Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya, Respons Positif Meningkat

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • visibility 854
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Kondisi jalan rusak dan berlubang yang menghubungkan Desa Sambiut ke Desa Luksagu serta Desa Sambiut ke Desa Palam, yang merupakan akses utama menuju Ibu Kota Kabupaten Banggai Kepulauan, menjadi perhatian serius masyarakat. Pada 11 Juli 2025, obrolan spontan di Grup WhatsApp “TOTIKUM,” yang beranggotakan lebih dari 300 orang dari berbagai kalangan, baik […]

  • Rekomendasi BBM Pertanian di Bangkep Diduga Jadi Celah Pengecer, Dinas Pertanian Akui Mayoritas Pemohon Bukan Petani

    Rekomendasi BBM Pertanian di Bangkep Diduga Jadi Celah Pengecer, Dinas Pertanian Akui Mayoritas Pemohon Bukan Petani

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 510
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Distribusi BBM bersubsidi sektor pertanian di Banggai Kepulauan makin disorot publik. Fakta mencengangkan terungkap dalam rapat resmi Pemda Bangkep (17/09/2025), ketika Kepala Dinas Pertanian Sumiati Manompo, SP., MM., secara terbuka mengakui bahwa mayoritas pemohon rekomendasi BBM adalah pengecer, bukan petani pemilik alat dan mesin pertanian (alsintan). “Rata-rata yang mengambil rekomendasi adalah […]

  • Rakyat Tidak Boleh Takut, Muhammad Saleh Gasin Dorong Warga Banggai Kepulauan Berani Bersuara

    Rakyat Tidak Boleh Takut, Muhammad Saleh Gasin Dorong Warga Banggai Kepulauan Berani Bersuara

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • visibility 203
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Masalah di daerah bukan karena tidak ada yang tahu, tapi karena terlalu banyak yang memilih diam. Muhammad Saleh Gasin menilai, sikap takut dan masa bodoh justru menjadi pintu utama suburnya berbagai penyimpangan dan pelanggaran di Banggai Kepulauan. “Masalah terbesar kita bukan pelanggarannya, tapi diamnya masyarakat. Semua tahu, tapi tidak ada yang mau […]

  • Vonis Diperberat di Tingkat Banding, Tiga Terdakwa Pemalsuan PPPK Bangkep Kini Terancam Penjara Nyata

    Vonis Diperberat di Tingkat Banding, Tiga Terdakwa Pemalsuan PPPK Bangkep Kini Terancam Penjara Nyata

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • visibility 729
    • 0Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Upaya hukum banding yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara pemalsuan surat seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Banggai Kepulauan akhirnya membuahkan hasil. Pengadilan Tinggi Palu resmi memperberat hukuman terhadap seluruh terdakwa dalam tiga perkara pemalsuan dokumen PPPK yang sebelumnya diputus Pengadilan Negeri (PN) Luwuk. Berdasarkan informasi terbaru (05/02/2026), […]

error: Content is protected !!
expand_less