Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Penjilat Kekuasaan Merajalela, Nalar Kritis Tergerus: Catatan Keras Irwanto Diasa (Simbil)

Penjilat Kekuasaan Merajalela, Nalar Kritis Tergerus: Catatan Keras Irwanto Diasa (Simbil)

  • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
  • visibility 335
  • comment 0 komentar

TATANDAK.ID – Fenomena menjamurnya perilaku penjilat kekuasaan dinilai menjadi salah satu faktor utama melemahnya nalar kritis dalam birokrasi dan pemerintahan. Kondisi ini tidak hanya merusak kualitas kebijakan, tetapi juga mempercepat normalisasi penyimpangan secara sistemik.

Pengamat sosial, Irwanto Diasa, yang akrab disapa Simbil, menilai bahwa loyalitas semu telah menggantikan keberanian moral dalam banyak ruang pengambilan keputusan. Kritik dianggap ancaman, sementara pujian berlebihan dijadikan mata uang untuk bertahan dan naik posisi.

“Yang tumbuh hari ini bukan budaya koreksi, melainkan budaya menyenangkan kekuasaan. Setiap kebijakan, seburuk apa pun dampaknya, selalu dicarikan pembenaran. Di situlah nalar kritis perlahan mati,” tegas Simbil.

Menurutnya, perilaku menjilat sering disamarkan dalam narasi stabilitas dan loyalitas. Padahal, yang dijaga bukan kepentingan publik atau sistem, melainkan posisi dan kedekatan dengan pusat kekuasaan. Akibatnya, pemimpin hanya mendengar apa yang ingin didengar, bukan apa yang perlu didengar.

Simbil mengingatkan, ketika kritik tidak lagi diterima sebagai umpan balik, organisasi kehilangan daya refleksi. Keputusan diambil tanpa assess yang jujur, mengabaikan risiko jangka panjang, serta menutup mata terhadap dampak sosial yang ditimbulkan.

“Data dipoles, masalah disederhanakan, kegagalan ditutupi dengan narasi manis. Ini menciptakan ilusi keberhasilan yang berbahaya. Dari luar terlihat rapi, tapi di dalam rapuh,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menilai budaya menjilat merusak pranata meritokrasi. Kapasitas dan integritas kalah oleh kedekatan personal. Mereka yang kritis perlahan disingkirkan, sementara yang pandai memuji justru dipromosikan. Dalam jangka panjang, pembiaran ini membentuk karakter institusi yang permisif terhadap penyimpangan.

“Jika pembiaran dibiarkan terus, ia akan menjadi budaya. Dan ketika sudah menjadi budaya, penyimpangan tidak lagi dianggap salah, melainkan biasa,” kata Simbil.

Dampak akhirnya, lanjut dia, dirasakan langsung oleh masyarakat. Kebijakan menjadi tidak sensitif, pelayanan publik kehilangan empati, dan kepercayaan publik runtuh secara perlahan. Negara hadir secara formal, tetapi absen secara substansial.

Meski demikian, Simbil menegaskan bahwa kritik ini bukan seruan untuk memusuhi kekuasaan. Ia justru mengingatkan bahwa kekuasaan membutuhkan kejujuran agar tetap sehat.

“Kekuasaan tanpa kejujuran hanya akan melahirkan ilusi. Yang dibutuhkan bukan penjilat yang pandai memuji, tetapi orang-orang yang berani berkata jujur meski tidak nyaman,” pungkasnya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Diminta Segera Serahkan SK 17 Orang P3K di Bangkep, Aktivis Sebut Sistem Pansel Rusak Parah

    Pemerintah Diminta Segera Serahkan SK 17 Orang P3K di Bangkep, Aktivis Sebut Sistem Pansel Rusak Parah

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • visibility 840
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id — Polemik terkait penundaan pemberian Surat Keputusan (SK) kepada 17 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang telah lolos seleksi kini semakin memanas. Aktivis dan penggiat media, Irwanto DJ, mengungkapkan kekecewaannya dan mendesak pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk segera menyerahkan SK kepada para P3K yang sudah memenuhi syarat. Menurut Irwanto, masalah ini […]

  • Kapal Pajeko Fiktif Diduga Jadi Modus Mainkan Kuota Solar di Bangkep

    Kapal Pajeko Fiktif Diduga Jadi Modus Mainkan Kuota Solar di Bangkep

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 400
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Rapat resmi Pemda Banggai Kepulauan menguak dugaan praktik manipulasi dalam distribusi BBM bersubsidi sektor perikanan (17/09/2025). Fakta yang dipaparkan perwakilan Dinas Perikanan menunjukkan adanya klaim penggunaan kapal berkapasitas 30 gros ton atau sejenis kapal pajeko sebagai dasar pengajuan rekomendasi solar. Masalahnya, berdasarkan data resmi, tidak pernah tercatat keberadaan kapal pajeko di […]

  • Hati-Hati Termakan Hoax, Tombol “Voice Chat/Chat Audio” di WhatsApp Bukan Tanda Hacker!

    Hati-Hati Termakan Hoax, Tombol “Voice Chat/Chat Audio” di WhatsApp Bukan Tanda Hacker!

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • visibility 825
    • 0Komentar

    JAKARTA, tatandak.id – Beberapa hari belakangan, pesan berantai atau pesan video di WhatsApp kembali membuat resah pengguna. Pesan tersebut mengklaim bahwa tombol “Voice Chat/Chat Audio” yang muncul di grup-grup WhatsApp adalah tanda bahwa grup tersebut telah diretas oleh hacker. Bahkan, pesan tersebut menyarankan agar anggota grup tidak mengklik tombol “Gabung” pada fitur ini karena bisa […]

  • Gambar ilustrasi

    Dua Perkara Surat Palsu PPPK Bangkep Siap Diputus 8 Desember 2025, Satu Perkara Lain Masih Berproses di PN Luwuk

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • visibility 1.337
    • 2Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Dua perkara dugaan penggunaan surat palsu dalam proses Seleksi PPPK Kabupaten Banggai Kepulauan memasuki babak akhir. Pengadilan Negeri Luwuk dijadwalkan membacakan putusan terhadap dua terdakwa pada Senin, 8 Desember 2025, sementara satu perkara lainnya masih berlanjut dalam agenda pembelaan terdakwa. Perkara pertama tercatat dengan nomor 152/Pid.B/2025/PN Lwk atas nama terdakwa MAP, dan perkara […]

  • Geger Kampus Negeri! Data Akademik Mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) Diduga Dibajak, Nama Ayu Amanda Hilang Diganti Orang Lain di PDDikti

    Geger Kampus Negeri! Data Akademik Mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) Diduga Dibajak, Nama Ayu Amanda Hilang Diganti Orang Lain di PDDikti

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • visibility 757
    • 0Komentar

    KENDARI, 29 Desember 2025 – Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara diguncang dugaan skandal manipulasi data akademik di Universitas Halu Oleo (UHO). Seorang mahasiswi aktif, Ayu Amanda Putri, melayangkan protes keras setelah mendapati identitas akademiknya hilang dan diganti nama orang lain di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Kasus ini mencuat ke publik usai video pengaduan […]

  • Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia, Luka Sosial yang Belum Sembuh

    Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia, Luka Sosial yang Belum Sembuh

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Oleh: NOVA YALUNA Kekerasan terhadap perempuan di Indonesia masih menjadi fenomena sosial yang meresahkan. Setiap tahun, Komnas Perempuan merilis data yang menunjukkan angka kekerasan yang tinggi, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual, hingga kekerasan berbasis gender online (KBGO). Salah satu kasus yang mencuat adalah kekerasan seksual yang dialami anak di bawah umur, […]

error: Content is protected !!
expand_less