Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUKASI » Muhammad Saleh Gasin: Bangkep Tidak Kekurangan Orang yang Tahu Masalah, Tapi Kekurangan Orang yang Mau Ambil Peran

Muhammad Saleh Gasin: Bangkep Tidak Kekurangan Orang yang Tahu Masalah, Tapi Kekurangan Orang yang Mau Ambil Peran

  • calendar_month 16 jam yang lalu
  • visibility 649
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Advokat dan pegiat sosial Banggai Kepulauan, Muhammad Saleh Gasin, menilai bahwa salah satu persoalan paling mendasar di Banggai Kepulauan hari ini bukan semata-mata karena masyarakat tidak tahu keadaan, melainkan karena terlalu banyak orang yang paham ada yang tidak beres, tetapi terlalu sedikit yang sungguh-sungguh mau mengambil peran untuk memperbaikinya.

Menurut Saleh Gasin, kondisi daerah tidak akan berubah hanya dengan kesadaran diam-diam, keluhan di belakang, atau diskusi yang berhenti di ruang obrolan. Ia menegaskan bahwa daerah hanya bisa bergerak maju jika semakin banyak orang mau keluar dari zona aman, mau peduli, dan mau ikut menanggung risiko sekecil apa pun untuk menjadi bagian dari perbaikan.

“Bangkep ini sebenarnya bukan kekurangan orang yang tahu masalah. Banyak yang paham, banyak yang melihat, banyak yang bisa merasakan ada yang tidak beres. Tapi sayangnya, yang mau benar-benar berdiri, peduli, dan ikut ambil bagian untuk meluruskan masih terlalu sedikit,” ujar Muhammad Saleh Gasin.

Ia menjelaskan, dalam kehidupan daerah, masalah tidak selalu membesar karena pelakunya kuat, tetapi sering kali karena terlalu sedikit orang yang mau menghentikannya. Ketika yang salah terus dibiarkan, yang ganjil dibiasakan, dan yang tidak sehat dianggap biasa, maka pelan-pelan publik akan kehilangan kepekaan. Di titik itulah, kata Saleh Gasin, sebuah daerah mulai masuk dalam keadaan yang berbahaya yakni bukan karena tidak ada aturan, bukan karena tidak ada orang pintar, tetapi karena kepedulian dan keberanian semakin langka.

Bagi Saleh Gasin, publik Bangkep perlu menyadari bahwa mengambil peran tidak selalu berarti harus menjadi pejabat, tokoh besar, atau orang yang paling lantang. Kadang, kata dia, mengambil peran bisa dimulai dari hal yang sederhana yakni berani menyampaikan yang benar, tidak ikut membenarkan yang salah, tidak membungkus pembiaran dengan alasan, serta mau ikut menghidupkan ruang kontrol sosial di tengah masyarakat.

“Yang dibutuhkan Bangkep ini bukan semua orang jadi pahlawan. Tidak. Tapi paling tidak, jangan semua memilih jadi penonton. Karena kalau semua hanya melihat, mengeluh, lalu diam, maka yang tumbuh bukan perubahan, tapi pembiaran,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan sebagian masyarakat yang terlalu cepat mempersoalkan motif seseorang saat menyampaikan kritik, tetapi kurang berani menyentuh substansi persoalannya. Menurutnya, pola seperti itu justru membuat diskusi publik kehilangan arah, karena energi habis untuk menebak niat orang, bukan untuk menguji isi masalah secara jujur.

“Kalau ada yang menyampaikan sesuatu, uji saja isinya. Benar atau tidak. Relevan atau tidak. Menyentuh masalah nyata atau tidak. Jangan terlalu sibuk urus motif, sementara substansi masalahnya tetap hidup dan terus merugikan masyarakat,” katanya.

Saleh Gasin mengingatkan bahwa daerah tidak rusak hanya karena orang-orang yang berbuat salah, tetapi juga karena terlalu banyak orang baik yang memilih diam, terlalu banyak orang paham yang memilih aman, dan terlalu banyak orang punya kemampuan yang enggan menanggung risiko untuk memperbaiki.

Karena itu, ia berharap semakin banyak elemen masyarakat Bangkep yakni terutama pemuda, tokoh desa, aparat, unsur partai, birokrat, dan warga biasa untuk mulai mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Sebab menurutnya, tidak semua orang harus berada di dalam sistem untuk membantu daerah. Banyak yang justru bisa berkontribusi dari luar sistem, dengan cara mengingatkan, mengawasi, memberi masukan, dan menjaga agar suara publik tetap hidup.

“Kalau torang betul-betul cinta daerah ini, maka jangan tunggu semua sempurna baru mau bergerak. Jangan tunggu orang lain dulu. Mulai dari yang torang bisa. Ambil peran sekecil apa pun. Karena daerah ini tidak akan berubah oleh orang yang hanya tahu, tapi oleh orang yang tahu lalu mau peduli dan bertindak,” pungkas Muhammad Saleh Gasin.

Di tengah berbagai persoalan yang masih membelit Banggai Kepulauan, pernyataan itu menjadi pengingat keras bahwa masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh pemimpinnya, tetapi juga oleh keberanian publiknya. Sebab ketika masyarakat berhenti peduli, maka yang salah akan merasa aman. Tetapi ketika semakin banyak orang mulai mengambil peran, di situlah harapan mulai tumbuh.

Dan mungkin, perubahan besar di Banggai Kepulauan memang tidak selalu dimulai dari langkah yang besar. Kadang ia justru dimulai dari satu keputusan sederhana yakni tidak lagi diam saat melihat yang tidak beres.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bom Ikan Merajalela di Banggai Kepulauan, Muhammad Saleh Gasin: Ini Kejahatan yang Dipelihara

    Bom Ikan Merajalela di Banggai Kepulauan, Muhammad Saleh Gasin: Ini Kejahatan yang Dipelihara

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • visibility 509
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan) di wilayah perairan Banggai Kepulauan (Bangkep) kian tak terkendali dan telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Maraknya ledakan di kawasan konservasi laut menunjukkan bahwa kejahatan lingkungan ini bukan sekadar terjadi karena lemahnya pengawasan, melainkan akibat pembiaran yang sistematis. Hal tersebut ditegaskan oleh Muhammad Saleh […]

  • DUKUNGAN PENUH (IKMBM) TERHADAP RENCANA “MATA WARGA” – WARGA DAN MAHASISWA JADI JURNALIS DESA

    DUKUNGAN PENUH (IKMBM) TERHADAP RENCANA “MATA WARGA” – WARGA DAN MAHASISWA JADI JURNALIS DESA

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • visibility 350
    • 0Komentar

    MAKASSAR, tatandak.id – Pembina Organisasi IKMBM, Aprianto Siduan bersama pengurus memberikan dukungan penuh terhadap rencana “Mata Warga”, inisiatif di mana warga desa dan organisasi mahasiswa berperan sebagai jurnalis mandiri. Selain menyampaikan informasi akurat dan membangun kepercayaan publik, program ini juga menguatkan peran masyarakat sebagai jembatan yang menghubungkan potensi desa dan komunitas mahasiswa ke dunia luar, […]

  • Muhammad Nazaruddin, Pecatur Asal Banggai Kepulauan Raih Juara 3 di Open Turnamen Catur Kapolres Cup III Morowali

    Muhammad Nazaruddin, Pecatur Asal Banggai Kepulauan Raih Juara 3 di Open Turnamen Catur Kapolres Cup III Morowali

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • visibility 738
    • 0Komentar

    MOROWALI, tatandak.id – Muhammad Nazaruddin, seorang pecatur asal Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Banggai Kepulauan, berhasil meraih juara 3 dalam Open Turnamen Catur Kapolres Cup III yang digelar pada 28 hingga 29 Juni 2025 di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Morowali. Prestasi ini semakin membanggakan karena Nazaruddin berhasil bersaing dengan para pecatur berpengalaman, termasuk beberapa master nasional […]

  • Rekomendasi BBM Pertanian di Bangkep Diduga Jadi Celah Pengecer, Dinas Pertanian Akui Mayoritas Pemohon Bukan Petani

    Rekomendasi BBM Pertanian di Bangkep Diduga Jadi Celah Pengecer, Dinas Pertanian Akui Mayoritas Pemohon Bukan Petani

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 514
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Distribusi BBM bersubsidi sektor pertanian di Banggai Kepulauan makin disorot publik. Fakta mencengangkan terungkap dalam rapat resmi Pemda Bangkep (17/09/2025), ketika Kepala Dinas Pertanian Sumiati Manompo, SP., MM., secara terbuka mengakui bahwa mayoritas pemohon rekomendasi BBM adalah pengecer, bukan petani pemilik alat dan mesin pertanian (alsintan). “Rata-rata yang mengambil rekomendasi adalah […]

  • PEMUNGUTAN SUARA ULANG: Solusi atau Masalah?

    PEMUNGUTAN SUARA ULANG: Solusi atau Masalah?

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • visibility 1.277
    • 0Komentar

    Oleh: SUPRIATMO LUMUAN Ketua KPU Kab. Banggai Kepulauan periode 2023-2028 Beberap waktu lalu, Mahakamah Konstitusi memerintahakan dilaksanakan PSU di 24 daerah. Kalau kita membaca 24 putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan dilaksanakan PSU, Maka kita bisa mengklaster tiga tahapan penting dalam pilkada yang menjadi penyebab objek sengketa. Partama, Tahapan pencalonan. Masalah di Tahapan ini, adalah soal […]

  • PPWI Resmi Mandatkan Pembentukan DPC Banggai, Wilson Lalengke Tunjuk Hermanius Burunaung

    PPWI Resmi Mandatkan Pembentukan DPC Banggai, Wilson Lalengke Tunjuk Hermanius Burunaung

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • visibility 457
    • 0Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Langkah strategis dalam memperluas jejaring organisasi kembali dilakukan oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Kali ini, PPWI resmi memperkuat eksistensinya di Sulawesi Tengah dengan memberikan mandat pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPWI Kabupaten Banggai. Mandat tersebut secara resmi diserahkan langsung oleh Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., kepada Pimpinan […]

error: Content is protected !!
expand_less