Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUKASI » Muhammad Saleh Gasin: Bangkep Tidak Kekurangan Orang yang Tahu Masalah, Tapi Kekurangan Orang yang Mau Ambil Peran

Muhammad Saleh Gasin: Bangkep Tidak Kekurangan Orang yang Tahu Masalah, Tapi Kekurangan Orang yang Mau Ambil Peran

  • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
  • visibility 762
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Advokat dan pegiat sosial Banggai Kepulauan, Muhammad Saleh Gasin, menilai bahwa salah satu persoalan paling mendasar di Banggai Kepulauan hari ini bukan semata-mata karena masyarakat tidak tahu keadaan, melainkan karena terlalu banyak orang yang paham ada yang tidak beres, tetapi terlalu sedikit yang sungguh-sungguh mau mengambil peran untuk memperbaikinya.

Menurut Saleh Gasin, kondisi daerah tidak akan berubah hanya dengan kesadaran diam-diam, keluhan di belakang, atau diskusi yang berhenti di ruang obrolan. Ia menegaskan bahwa daerah hanya bisa bergerak maju jika semakin banyak orang mau keluar dari zona aman, mau peduli, dan mau ikut menanggung risiko sekecil apa pun untuk menjadi bagian dari perbaikan.

“Bangkep ini sebenarnya bukan kekurangan orang yang tahu masalah. Banyak yang paham, banyak yang melihat, banyak yang bisa merasakan ada yang tidak beres. Tapi sayangnya, yang mau benar-benar berdiri, peduli, dan ikut ambil bagian untuk meluruskan masih terlalu sedikit,” ujar Muhammad Saleh Gasin.

Ia menjelaskan, dalam kehidupan daerah, masalah tidak selalu membesar karena pelakunya kuat, tetapi sering kali karena terlalu sedikit orang yang mau menghentikannya. Ketika yang salah terus dibiarkan, yang ganjil dibiasakan, dan yang tidak sehat dianggap biasa, maka pelan-pelan publik akan kehilangan kepekaan. Di titik itulah, kata Saleh Gasin, sebuah daerah mulai masuk dalam keadaan yang berbahaya yakni bukan karena tidak ada aturan, bukan karena tidak ada orang pintar, tetapi karena kepedulian dan keberanian semakin langka.

Bagi Saleh Gasin, publik Bangkep perlu menyadari bahwa mengambil peran tidak selalu berarti harus menjadi pejabat, tokoh besar, atau orang yang paling lantang. Kadang, kata dia, mengambil peran bisa dimulai dari hal yang sederhana yakni berani menyampaikan yang benar, tidak ikut membenarkan yang salah, tidak membungkus pembiaran dengan alasan, serta mau ikut menghidupkan ruang kontrol sosial di tengah masyarakat.

“Yang dibutuhkan Bangkep ini bukan semua orang jadi pahlawan. Tidak. Tapi paling tidak, jangan semua memilih jadi penonton. Karena kalau semua hanya melihat, mengeluh, lalu diam, maka yang tumbuh bukan perubahan, tapi pembiaran,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan sebagian masyarakat yang terlalu cepat mempersoalkan motif seseorang saat menyampaikan kritik, tetapi kurang berani menyentuh substansi persoalannya. Menurutnya, pola seperti itu justru membuat diskusi publik kehilangan arah, karena energi habis untuk menebak niat orang, bukan untuk menguji isi masalah secara jujur.

“Kalau ada yang menyampaikan sesuatu, uji saja isinya. Benar atau tidak. Relevan atau tidak. Menyentuh masalah nyata atau tidak. Jangan terlalu sibuk urus motif, sementara substansi masalahnya tetap hidup dan terus merugikan masyarakat,” katanya.

Saleh Gasin mengingatkan bahwa daerah tidak rusak hanya karena orang-orang yang berbuat salah, tetapi juga karena terlalu banyak orang baik yang memilih diam, terlalu banyak orang paham yang memilih aman, dan terlalu banyak orang punya kemampuan yang enggan menanggung risiko untuk memperbaiki.

Karena itu, ia berharap semakin banyak elemen masyarakat Bangkep yakni terutama pemuda, tokoh desa, aparat, unsur partai, birokrat, dan warga biasa untuk mulai mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Sebab menurutnya, tidak semua orang harus berada di dalam sistem untuk membantu daerah. Banyak yang justru bisa berkontribusi dari luar sistem, dengan cara mengingatkan, mengawasi, memberi masukan, dan menjaga agar suara publik tetap hidup.

“Kalau torang betul-betul cinta daerah ini, maka jangan tunggu semua sempurna baru mau bergerak. Jangan tunggu orang lain dulu. Mulai dari yang torang bisa. Ambil peran sekecil apa pun. Karena daerah ini tidak akan berubah oleh orang yang hanya tahu, tapi oleh orang yang tahu lalu mau peduli dan bertindak,” pungkas Muhammad Saleh Gasin.

Di tengah berbagai persoalan yang masih membelit Banggai Kepulauan, pernyataan itu menjadi pengingat keras bahwa masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh pemimpinnya, tetapi juga oleh keberanian publiknya. Sebab ketika masyarakat berhenti peduli, maka yang salah akan merasa aman. Tetapi ketika semakin banyak orang mulai mengambil peran, di situlah harapan mulai tumbuh.

Dan mungkin, perubahan besar di Banggai Kepulauan memang tidak selalu dimulai dari langkah yang besar. Kadang ia justru dimulai dari satu keputusan sederhana yakni tidak lagi diam saat melihat yang tidak beres.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nakhodai DPC KSBSI Banggai, Hermanius Burunaung Siap Jaga Independensi Pers dan Perjuangkan Hak Buruh

    Nakhodai DPC KSBSI Banggai, Hermanius Burunaung Siap Jaga Independensi Pers dan Perjuangkan Hak Buruh

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • visibility 61
    • 0Komentar

    ​BANGGAI, tatandak.id (17/05/2026) – Peta gerakan buruh dan dinamika pers di Kabupaten Banggai memasuki babak baru. Hermanius Burunaung, yang dikenal luas sebagai Pimpinan Redaksi media investigasi Berantastipikornews, kini resmi mengemban amanah baru sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kabupaten Banggai. ​Langkah rangkap jabatan ini memantik perhatian publik, mengingat posisi […]

  • Andi Pianto: Tambang Batu Gamping Bukan Jalan Kesejahteraan, Pariwisata Masa Depan Banggai Kepulauan

    Andi Pianto: Tambang Batu Gamping Bukan Jalan Kesejahteraan, Pariwisata Masa Depan Banggai Kepulauan

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
    • visibility 130
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Wacana pengembangan tambang batu gamping di wilayah Banggai Kepulauan kembali menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai sektor pertambangan bukan solusi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat, melainkan ancaman serius bagi kelestarian lingkungan dan masa depan ekonomi daerah yang selama ini bertumpu pada kekayaan alam dan laut. Salah satu suara penolakan datang dari Andi Pianto, […]

  • Sampah Menumpuk Hampir Sepekan, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap di Pinggir Jalan

    Sampah Menumpuk Hampir Sepekan, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap di Pinggir Jalan

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • visibility 216
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Tumpukan sampah terlihat masih belum diangkut oleh petugas kebersihan di salah satu ruas jalan utama di Kota Salakan. Kondisi ini telah berlangsung hampir satu minggu dan mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Berdasarkan pantauan di lapangan, sampah mulai menumpuk sejak tanggal 1 Januari 2026 dan hingga kini 9 Januari 2026 belum mendapat […]

  • Indra Adi Putra Salam: Kawasan Konservasi Dalaka di Banggai Laut Masih Rentan, Nelayan Kecil dan Ekosistem Tertekan

    Indra Adi Putra Salam: Kawasan Konservasi Dalaka di Banggai Laut Masih Rentan, Nelayan Kecil dan Ekosistem Tertekan

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • visibility 192
    • 0Komentar

    BANGGAI LAUT, tatandak.id – Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Dalaka Area XII yang secara hukum telah dilindungi ternyata masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Mulai dari masuknya kapal penangkap ikan berukuran besar ke zona yang diperuntukkan bagi nelayan kecil, maraknya praktik penangkapan destruktif, hingga minimnya pemahaman masyarakat terhadap aturan zonasi konservasi. Hal tersebut diungkapkan oleh […]

  • Kapal Pajeko Fiktif Diduga Jadi Modus Mainkan Kuota Solar di Bangkep

    Kapal Pajeko Fiktif Diduga Jadi Modus Mainkan Kuota Solar di Bangkep

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 586
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Rapat resmi Pemda Banggai Kepulauan menguak dugaan praktik manipulasi dalam distribusi BBM bersubsidi sektor perikanan (17/09/2025). Fakta yang dipaparkan perwakilan Dinas Perikanan menunjukkan adanya klaim penggunaan kapal berkapasitas 30 gros ton atau sejenis kapal pajeko sebagai dasar pengajuan rekomendasi solar. Masalahnya, berdasarkan data resmi, tidak pernah tercatat keberadaan kapal pajeko di […]

  • Muhammad Saleh Gasin Soroti BBM di Bangkep: “Kalau Aturan Ada, Aparat Ada, Kenapa Masalah Ini Seperti Dibiarkan?”

    Muhammad Saleh Gasin Soroti BBM di Bangkep: “Kalau Aturan Ada, Aparat Ada, Kenapa Masalah Ini Seperti Dibiarkan?”

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
    • visibility 649
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Persoalan BBM di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali menjadi sorotan. Di tengah keluhan masyarakat yang terus berulang, muncul satu pertanyaan besar yang mulai hidup di ruang publik yakni “mengapa masalah ini seperti tidak pernah benar-benar disentuh sampai ke akarnya?” Advokat dan pegiat sosial yang fokus pada gerakan akses keadilan dan kontrol sosial […]

error: Content is protected !!
expand_less