Diduga Salurkan BBM Pakai Drum, SPBU Buko Tak Menjawab Saat Ditanya
- calendar_month Jum, 26 Sep 2025
- visibility 276
- comment 0 komentar

BUKO, tatandak.id – SPBU Buko di Desa Labasiano kembali jadi sorotan publik. Warga menuding penyaluran bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, tidak berjalan sebagaimana mestinya. Keluhan masyarakat menyebut distribusi BBM kerap langka, solar dibatasi hanya 20 liter per kendaraan, bahkan diduga tidak menggunakan nozzle, melainkan ditumpahkan ke drum.
Sorotan semakin tajam karena dalam rapat Pemerintah Daerah membahas polemik BBM pada Rabu (17/09/2025), SPBU Buko menjadi satu-satunya SPBU yang tidak mengirim perwakilannya.
Saat dikonfirmasi tatandak.id, pengelola SPBU Buko mengakui tidak menghadiri rapat Pemda karena di waktu bersamaan harus mengikuti pertemuan di Kota Palu.
“Rapat BBM kemarin dari SPBU Buko memang tidak ada perwakilan yang dikirim, karena dalam waktu bersamaan kami menghadiri rapat di Kota Palu,” jelas pengelola SPBU Buko (26/09/2025).
Terkait tudingan kelangkaan, pihak SPBU membantah. Mereka menyebut tidak ada kelangkaan BBM, meski mengakui adanya pemangkasan kuota Pertalite oleh Pertamina.
“Kalau mau bilang langka, tidak ada yang langka BBM. Minyak SPBU Buko memang kemarin ada pemangkasan jatah Pertalite dari 105 KL sisa 60 KL,” ungkapnya.
Soal pembatasan solar hanya 20 liter per kendaraan, pengelola SPBU menyebut itu merupakan kebijakan internal.
“Terkait 20 liter itu merupakan kebijakan SPBU Buko, karena mereka tidak ada surat rekomendasi dan barcode,” katanya.
Namun, ketika ditanya langsung mengenai dugaan penyaluran solar menggunakan drum tanpa nozzle, pihak SPBU Buko memilih untuk tidak memberikan jawaban.
Diamnya pihak SPBU Buko membuat pertanyaan publik belum terjawab. Dugaan penyaluran BBM yang tidak sesuai prosedur pun masih menyisakan tanda tanya besar di masyarakat.
- Penulis: Tatandak.id
- Editor: Tatandak.id

Saat ini belum ada komentar