SPBU Buko Bantah Kelangkaan BBM, Akui Ada Pemangkasan Kuota Pertalite
- calendar_month Jum, 26 Sep 2025
- visibility 517
- comment 0 komentar

BUKO, tatandak.id – Polemik penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali mencuat. Kali ini, sorotan publik tertuju pada SPBU Buko di Desa Labasiano. Pasalnya, dalam rapat yang digelar Pemerintah Daerah pada Rabu (17/09/2025) membahas polemik BBM, SPBU Buko menjadi satu-satunya SPBU yang tidak mengirimkan perwakilannya.
Selain itu, masyarakat setempat juga mengeluhkan kelangkaan solar di SPBU Buko. Bahkan ketika ada pasokan, distribusi BBM dinilai sangat terbatas karena hanya dilayani 20 liter per kendaraan, dan penyaluran tidak menggunakan nozzle melainkan ditumpahkan ke drum.
Saat dikonfirmasi tatandak.id, pihak pengelola SPBU Buko membantah tudingan kelangkaan tersebut.
“Rapat BBM kemarin dari SPBU Buko memang tidak ada perwakilan yang dikirim, karena dalam waktu bersamaan kami menghadiri rapat di Kota Palu,” jelas pengelola SPBU Buko (26/09/2025).
Terkait isu kelangkaan, pihak SPBU menegaskan tidak benar. Namun, mereka mengakui adanya pemangkasan kuota pertalite dari Pertamina.
“Kalau mau bilang langka, tidak ada yang langka BBM. Minyak SPBU Buko memang kemarin ada pemangkasan jatah Pertalite dari 105 KL sisa 60 KL,” ujarnya.
Sedangkan mengenai solar, pihak SPBU menyebut kelangkaan hanya sebatas isu. Pembatasan 20 liter per kendaraan disebut sebagai kebijakan SPBU karena konsumen tidak memiliki surat rekomendasi dan barcode resmi.
“Itu kebijakan SPBU Buko, karena mereka tidak ada surat rekomendasi dan barcode,” ungkapnya.
Adapun pertanyaan lanjutan dari tatandak.id terkait teknis penyaluran BBM solar di SPBU Buko tidak mendapat jawaban dari pihak pengelola.
- Penulis: Tatandak.id
- Editor: Tatandak.id

Saat ini belum ada komentar