Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Sampah Jadi Ancaman Serius di Kawasan Wisata Unggulan Bangkep, Pemda Diminta Gerak Cepat Arahkan CSR

Sampah Jadi Ancaman Serius di Kawasan Wisata Unggulan Bangkep, Pemda Diminta Gerak Cepat Arahkan CSR

  • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
  • visibility 654
  • comment 0 komentar

Foto Ilustrasi

BANGKEP, tatandak.id — Persoalan sampah di kawasan wisata prioritas satu Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dinilai semakin mengkhawatirkan. Kawasan Kopopokuli yang masuk dalam zona unggulan destinasi wisata, kini justru mulai dipenuhi tumpukan sampah di darat maupun di laut.

Padahal, kawasan ini tengah disiapkan menyambut event besar bertaraf nasional dan internasional, termasuk Festival Paisupok yang pernah dipresentasikan langsung oleh Bupati Bangkep di ajang Miss Universe Asia di Bali beberapa waktu lalu.

“Jauh-jauh wisatawan asing datang dari benua lain bukan untuk menikmati sampah yang berserakan di jalanan dan laut,” tegas Irwanto, salah satu penggiat lingkungan kepada tatandak.id

Sementara itu, seorang warga Lukpanenteng yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat soal pengelolaan sampah sebenarnya sudah mulai tumbuh berkat edukasi dari mahasiswa KKN dan pihak pemerintah. Hanya saja, kesadaran tersebut jadi tidak terarah karena tak ada solusi nyata dari pemerintah soal pengangkutan dan pengolahan sampah.

“Awalnya masyarakat sudah mulai tertib buang sampah di tong, tapi makin lama bingung juga mau buang ke mana. TPA belum ada yang jelas, pengolahan juga tidak jalan. Mau angkut juga pakai apa? Padahal sebagian sampah ini juga muncul karena ramainya wisatawan,” ungkapnya.

Irwan, yang juga dikenal sebagai aktivis lingkungan, menjelaskan bahwa penanganan sampah harus berbasis pada tiga pilar utama yakni edukasi dan pendampingan sosial, skema pengolahan limbah yang tepat, dan penyediaan sarana prasarana seperti kendaraan angkut, TPA, hingga teknologi pengolahan yang ramah lingkungan.

Namun semua itu, kata dia, tetap membutuhkan anggaran yang tidak kecil.

“Dan ini tidak bisa ditunda lagi. Apalagi sekarang sudah menjelang Festival Paisupok yang gengsi dan kehormatannya melekat pada Pemda. Jangan sampai tamu dari luar datang dan yang dijual justru aroma sampah,” sentil aktivis yang akrab disapa IDJ ini.

Menurut IDJ, Pemda seharusnya bisa lebih kreatif mencari alternatif pembiayaan penanganan sampah, salah satunya dengan mengarahkan CSR dari perusahaan swasta maupun BUMN yang beroperasi di Bangkep. Hal itu dinilai lebih cepat ketimbang menunggu siklus tahunan APBD.

“Sebenarnya tinggal political will. Kalau Pemda peka, CSR itu bisa dimanfaatkan. Ini sudah darurat, jangan tunggu viral baru sibuk bersih-bersih,” tutupnya.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Saleh Gasin: Jangan Langsung Bayar Utang Orang Tua yang Meninggal, Pahami Dulu KHI dan KUHPerdata

    Muhammad Saleh Gasin: Jangan Langsung Bayar Utang Orang Tua yang Meninggal, Pahami Dulu KHI dan KUHPerdata

    • calendar_month Sab, 15 Agu 2026
    • visibility 350
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Ketika orang tua meninggal dunia dan masih meninggalkan utang, anak atau ahli waris sering kali merasa harus segera melunasi utang tersebut dengan uang pribadi. Padahal, persoalan utang pewaris harus dilihat terlebih dahulu berdasarkan hukum waris yang berlaku. Muhammad Saleh Gasin, Advokat dan Dosen, mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa aturan mengenai tanggung jawab ahli […]

  • 12 MINGGU Dana PIP 10 Siswa SD Inpres Sambiut Belum Diterima, Rp7,2 Juta Disebut Sudah Ditarik Plt. Kepala Sekolah

    12 MINGGU Dana PIP 10 Siswa SD Inpres Sambiut Belum Diterima, Rp7,2 Juta Disebut Sudah Ditarik Plt. Kepala Sekolah

    • calendar_month Kam, 29 Okt 2026
    • visibility 253
    • 0Komentar

    BANGKEP (29/10/2026), tatandak.id – Penelusuran tim Tatandak.id terkait polemik penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SD Inpres Sambiut, Desa Sambiut, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, kembali menemukan fakta baru. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim, dana PIP untuk 10 siswa disebut telah ditarik oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SD Inpres Sambiut (a.n SAMSU SEPA S.Pd) […]

  • CATATAN UNTUK PEMDA BANGKEP: HUT DAERAH SEBAIKNYA DIANGGARKAN, BUKAN MEMBEBANI ASN

    CATATAN UNTUK PEMDA BANGKEP: HUT DAERAH SEBAIKNYA DIANGGARKAN, BUKAN MEMBEBANI ASN

    • calendar_month Jum, 23 Okt 2026
    • visibility 215
    • 0Komentar

    BANGKEP (23/10/2026), tatandak.id – Ke depan, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan perlu menyiapkan perencanaan anggaran yang memadai untuk pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) kabupaten, sesuai ketentuan yang berlaku. Perayaan hari jadi daerah merupakan agenda rutin pemerintahan yang dapat direncanakan sejak awal. Karena itu, kebutuhan pembiayaannya perlu diperhitungkan secara transparan agar tidak terus bergantung pada permintaan […]

  • Ketua Fraksi PKB Bangkep Nyatakan Dukungan Pribadi untuk Tambang Gamping, PKB Bangkep Tegur Keras dan Tegaskan Fraksi Tetap Tolak

    Ketua Fraksi PKB Bangkep Nyatakan Dukungan Pribadi untuk Tambang Gamping, PKB Bangkep Tegur Keras dan Tegaskan Fraksi Tetap Tolak

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
    • visibility 195
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Banggai Kepulauan memberikan klarifikasi terkait polemik perbedaan sikap mengenai rencana masuknya tambang batu gamping di Banggai Kepulauan. Klarifikasi ini disampaikan menyusul pernyataan Uturinius Gunawan, Ketua Fraksi PKB DPRD Banggai Kepulauan, yang sebelumnya menyatakan secara pribadi mendukung kehadiran investasi tambang batu gamping di daerah tersebut, sebagainana […]

  • Nata Riko Wijaya: Indeks Desa Jadi Kunci Akurasi Data dan Pembangunan Desa yang Tepat Sasaran

    Nata Riko Wijaya: Indeks Desa Jadi Kunci Akurasi Data dan Pembangunan Desa yang Tepat Sasaran

    • calendar_month Sab, 1 Agu 2026
    • visibility 272
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Pembangunan desa tidak lagi dapat dilakukan hanya berdasarkan asumsi, kebiasaan program tahunan, atau sekadar mengejar penyerapan anggaran. Di tengah semakin kompleksnya tantangan pembangunan, Indeks Desa hadir sebagai instrumen penting untuk memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Pegiat Desa sekaligus Pendamping Desa, Nata Riko Wijaya, yang menegaskan […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Putuskan Rantai Kepentingan yang Merusak Tatanan BBM di Bangkep

    Muhammad Saleh Gasin: Putuskan Rantai Kepentingan yang Merusak Tatanan BBM di Bangkep

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • visibility 677
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Advokat dan Pemerhati Daerah serta Kepentingan Publik, Muhammad Saleh Gasin menegaskan bahwa persoalan BBM subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan tidak akan pernah benar-benar tertib selama rantai kepentingan dan simpul kepentingan yang selama ini saling menjaga masih dibiarkan hidup. Menurutnya, di situlah letak akar kerusakan yang paling menentukan. Selama simpul-simpul itu tetap dipelihara, […]

error: Content is protected !!
expand_less